
Pagi-pagi sekali Sinta sudah siap dengan setelan olahraga, weekend kali ini dia manfaatin untuk berolahraga di taman komplek.Dia berlari kecil mengitari taman komplek dengan semangat.
Saat sedang mengitari taman,dia tidak melihat ada lubang yang sedikit menganga dan Sinta pun tersandung dan hampir terjungkal mencium aspal.Beruntung ada tangan kekar menarik lengannya sehingga Sinta tidak jadi terjatuh.
"Hati-hatiโฆ.."suara bariton itu.
Sinta yang penasaran siapa yang menolongnya langsung menengok dan Sinta pun tertegun saat menatap lelaki yang sudah menolongnya.Seketika jantung Sinta langsung berdegup kencang saat melihat lelaki itu.
"Ah...i..iya.."ucap Sinta tergagap.
"Kamu tidak apa-apa?"
"Aw...kayaknya kakiku terkilir."cetus Sinta yang pura-pura meringis padahal mah hanya akting.
"Ayo,duduk di sana.."tunjuknya,seraya memapah Sinta.
"Aw..sakit.."ringis Sinta.
"Tahan ya.."Dia terus memapah Sinta sampai ke bangku taman,dan di bantu duduk oleh lelaki itu.
Lelaki itu jongkok dan membuka sepatu Sinta,lalu memijit kaki Sinta.
"Aduh....sakit.."jerit Sinta,yang sebenernya di dalam hati sedang tersenyum.
"Coba kamu gerakan,apa masih sakit."ucapnya.
Sinta pun menggerakkan kakinya dan tersenyum kepada lelaki itu,"Sudah nggak sakit lagi,terima kasih ya sudah mau menolong aku."ujar Sinta yang tak henti-hentinya mengagumi lelaki itu.
"Iya, sama-sama,lain kali hati-hati."Lelaki itu bangkit dari jongkoknya dan duduk di samping Sinta.
"Sepertinya kamu penghuni baru ya,soalnya aku baru lihat kamu..."tanyanya.
"Iya,aku baru di sini."timpal Sinta serya tersenyum manis.
__ADS_1
"Oh,ya..kenalin aku Sinta."
"Aku Fahri,kamu tinggal di blok mana?"tanya Fahri yang menatap lekat Sinta.
"Di blok D,rumahnya Tante Ratna."terang Sinta tanpa melepaskan jabatan tangannya.
"Emang kamu, siapanya Tante Ratna?"tanya Fahri seraya menautkan kedua alisnya.
"Aku anak teman Tante Ratna dari kota B,aku di sini bekerja di salah satu rumah sakit P."ungkap Sinta.
"Oh,kamu ternyata seorang dokter.."
"Ngomong-ngomong kamu kenal dengan Tante Ratna."timpal Sinta sembari memiringkan sedikit badannya menghadap Fahri.
"Kenal, adikku kan nikahnya sama anak Tante Ratna."sambung Fahri seraya meringis saat mengatakan mengingat cintanya kepada Bella.
"Oh,kamu kakaknya Adit?."sahut Sinta seraya manggut-manggut.
"Iya.."tersenyum kecut.
"Iya, terima kasih sudah menolongku."sahut Sinta.
Fahri hanya menganggukkan kepalanya,dan bergegas pergi untuk kembali berolahraga lagi.Sedangkan Sinta menumpukan kedua tangannya dan menempelkan di pipinya sembari tersenyum saat dia mengingat gantengnya seorang Fahri.
"Aahhh..ganteng banget.."sembari menggerak-gerakan badanya.
"Aku harus minta bantuan sama Bella, siapa tahu dia jodohku."
Sinta lalu bangkit dan langsung melangkahkan kakinya untuk pulang,di sepanjang perjalanan menuju pulang senyum Sinta terus mengembang.
Saat sudah sampai di rumah,Sinta langsung mencari keberadaan Bella.Dia ingin menanyakan perihal Fahri kepada Bella.
"Mbak lihat Bella..."
__ADS_1
"Tadi lagi di taman belakang."
Sinta langsung bergegas menemui Bella di taman belakang rumah.Ternyata Bella tak sendiri dia di temani sama Aditya yang tengah duduk di kursi besi sedang memperhatikan Bella menyiram tanaman.
"Bell..."panggil Sinta.
"Iya..."Bella menengok ke Sinta begitupun Aditya.
"Ada apa ka..."
"Aku ingin bicara sama kamu."sambung Sinta yang mulai mendekati Bella.
"Soal....."
Sinta melirik Aditya yang sedang memperhatikan mereka, Aditya tau maksud dari lirikan dari Sinta maka dia beranjak pergi masuk ke dalam rumah.Setelah Aditya pergi barulah Sinta menceritakan perihal dia bertemu dengan Fahri di taman,dia menceritakan semua yang di alaminya begitupun dengan hatinya.
Bella yang mendengar hanya mengulum senyumnya,dari ekspresi Sinta sudah jelas kalau dia menyukai Fahri.
"Bell..."ucapnya gemas seraya menggoyangkan tubuhnya karena saking senangnya dia bertemu dengan Fahri.
"Apa dia sudah punya pacar."tanya Sinta yang begitu menggemaskan di mata Bella.
"Kayaknya belum.."sahut Bella.
"Kalau gitu kamu mau kan bantuin Kakak."memasang puppy eyes.
"Iya,tapi aku nggak janji kalau bang Fahri bisa cepat suka sama kakak."
"Iya,kalau gitu kakak masuk dulu."Bella hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah kak Sinta.
Bella kembali melanjutkan aktivitas menyiram tanaman seraya menggelengkan kepalanya mengingat kak Sinta yang sedang jatuh cinta.
______
__ADS_1
*Hai para pembaca setia,terima kasih sudah mau terus menantikan cerita ini,doakan author ya supaya cepat sembuh,demi kalian aku usahakan untuk up meski kepalaku sakit.Maaf Nggak bisa panjang ceritanya.
salam sayang ๐๐*