
Tok tok tok
"Adit..."seru Mama Dina.
"Dit...cepat keluar.Papa kamu membutuhkan bantuan kamu, untuk menata kursi plastik buat acara besok."sambung Mama Dina yang masih menggedor pintu.
Dengan sangat-sangat terpaksa Aditya menghentikan ciumannya dan menenggelamkan wajahnya di bahu Bella,Aditya menggerutu karena kesenangannya di ganggu.
"Dit...."serunya lagi.
"Iya,Ma...."sahut Aditya yang tengah memandang Bella dengan tatapan memelas, Aditya menghembuskan nafasnya kasar dan bangkit.
Aditya hanya bisa bersungut-sungut di dalam hati sedangkan Bella tersenyum senang karena terbebas dari Kungkungan Aditya.Bella menghirup udara sebanyak-banyaknya karena lega.
Aditya membantu papa Surya menata kursi buat para tamu undangan dan juga Aditya di ajak bergadang bersama para saudaranya.Sedangkan di dalam hati Aditya ingin segera menemui Bella dan berbuka dengan yang manis-manis,tapi apalah daya hanya bisa memendam hasratnya untuk merengguk kenikmatan bersama Bella.
Berkali-kali Aditya menghela nafasnya,saat dia tak bisa lari dari para saudaranya yang mengajaknya bergadang hanya untuk sesuatu yang tak penting.Aditya bisa meloloskan diri saat sudah pukul tiga dini hari,dengan langkah gontai dan juga rasa ngantuk yang teramat Aditya melangkah memasuki kamarnya dan langsung berbaring di samping Bella untuk menjemput sang mimpi.
Pagipun menjelang,matahari malu-malu menampakkan biasnya tapi di rumah paman Ito,para tetangga sudah sangat sibuk untuk mempersiapkan acara pesta pernikahan Puput,anak paman Ito.
Bella sudah bangun dan juga sudah rapih dan segera membangunkan Aditya yang entah jam berapa dia tidur.
"Dit,bangun..."menggoyangkan lengan Aditya.
"Hmm..."sahut Aditya.
"Ayo bangun, acara ijab Kabulnya sebentar lagi akan di mulai."sambung Bella.
"Cepat bangun..."seraya menarik lengan Aditya.
"Oke,aku bangun tapi cium dulu."tukas Aditya dengan suara parau khas bangun tidur.
"Iya,asalkan bangun.."seloroh Bella dan Aditya menganggukkan kepalanya pelan.
Cup,Mencium kening.
Cup,mencium kedua pipinya.
Cup,mencium bibir Aditya.
"Ayo,sekarang bangun.."
__ADS_1
"Iya..."Aditya tersenyum dan bangun dari tidurnya.Aditya memandang Bella yang sudah rapih dan juga sudah cantik.
"Istriku cantik banget sih..."seloroh Aditya sembari bangkit dari kasur dan memeluk Bella dan mencium pucuk kepala Bella.
***
Semua orang tengah menyaksikan acara ijab Kabul,sang mempelai pria mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas,setelah itu kata sah menyeruak dari para saksi di ikuti dengan tepuk tangan yang gemuruh.
Acara selanjutnya resepsi dan juga ada hiburannya yaitu dangdutan.Di kemeriahan acara, Bella melihat Aditya tengah mengobrol dengan Asti sembari tertawa,mereka terlihat sangat akrab sekali dan Asti memandang Aditya dengan pandangan suka.Bahkan tangan Asti sesekali menepuk-nepuk paha Aditya saat mereka tertawa.
Bella yang melihat Asti yang meletakan tanganya di paha Aditya langsung menghampiri Aditya dengan tatapan sinis yang seakan siap mencabik-cabik Asti.
"Ehem..."Bella berdeham dari samping kanan Aditya.
Aditya dan Asti menengok ke arah sumber suara,Asti langsung menarik tangannya dari paha Aditya saat melihat Bella yang menatapnya sinis.
"Sayang..."ucap Aditya dan meraih tangan Bella agar duduk di kursi yang berada di sampingnya.Dengan wajah masam Bella duduk di samping Adity,Bella melingkarkan tangannya di lengan Aditya sembari menatap Asti sinis.
"Dari tadi aku nyariin kamu,ternyata kamu di sini asyik-asyiknya mengobrol sama dia."cetus Bella jutek.
"Kita hanya ngobrol,yang..."timpal Aditya yang tau Bella tengah cemburu,Aditya bisa melihat api cemburu dari netra Bella.Bahkan tatapan Bella begitu tajam menatap Asti.
Asti yang di tatap oleh Bella hanya tersenyum kikuk dan juga canggung."Kalau gitu,aku mau bantu yang lain dulu..."tukas Asti yang langsung bangkit dan melangkah ke arah meja yang menerima tamu undangan.
Setelah selesai makan malam,Bella tengah bersantai di kamar sembari memainkan gawainya.Aditya langsung menghampiri Bella dan duduk di samping Bella.
"Bella sayang....sudah dong marahnya..."ucap Aditya memelas dan memohon agar Bella berhenti mendiaminya.
Bella merengutkan wajahnya memandang Aditya dan juga mencibirnya.Sedangkan Aditya memasang wajah puppy eyes agar dapat maaf dari Bella.
"Bell..."mohonnya lagi
Bella mendengus melihat Aditya,tapi dia juga kesal saat ada perempuan lain memandang Aditya dengan tatapan memuja.
"Bella..."Mama Dina masuk ke kamar,"Bell,bantu Mama mindahin barang-barang itu ke rumah bibi isyah."pinta Mama Dina.
"Ya ma..."sahut Bella dan bergegas mengerjakan apa yang di suruh Mama Dina.
Aditya langsung menghempaskan tubuhnya di kasur,Aditya akan menunggu Bella di kamarnya tapi sampai larut malam Bella tak kunjung tiba di kamar.Aditya bangkit dan mencari keberadaan Bella.
Semua penghuni rumah sudah tertidur,tapi Aditya tidak melihat Bella bersama yang lainnya.Aditya melangkah ke luar rumah dan mencari Bella di rumah pamannya.
__ADS_1
"Paman,lihat Bella..."tanya Aditya kepada paman Ito yang memang belum tidur.
"Tadi sih sama Ayu di kamarnya"jawab paman Ito.Ayu adalah anak bungsu paman Ito.
Setelah mendapat jawaban,Aditya melangkah ke kamar Ayu dan dia melihat Bella tengah tertidur bersama Ayu.
"Dari tadi di tungguin,rupanya tidur di sini."cetus Aditya yang ikut bergabung bersama Bella.
"Bella..."bisik Aditya di telinga Bella.Bella terbangun saat ada tangan melingkar di perutnya.
"Adit..."cicit Bella.
"Ngapain tidur di sini..."bisik Aditya dan melirik Ayu,takut mengganggu Ayu tidur.
"Karena aku sudah ngantuk lah."jawabnya ketus.
"Kita pindah ya,tidurnya ke kamar kita."bisiknya,tapi Bella malah memiringkan tubuhnya menghadap Ayu.
"Bell..."tutur Aditya sepelan mungkin.
Saat sedang merayu Bella agar pindah ke kamarnya, tiba-tiba dari kamar sebelah terdengar suara gaduh.
"Pelan-pelan mas.."terdengar suara Puput.
"Aakhh.."pekikan Puput.
Aditya yang mendengar hanya bisa menelan ludahnya,seraya berbisik,"Bell..ayo kita juga iya-iya."tukas Aditya di telinga Bella,tapi Bella menutup telinganya.
"Maaasss....aakkhhhh..."de*sahan Puput dan juga terdengar suara era*Ngan dari keduanya.
Sedangkan Aditya semakin belingsatan mendengar suara de*sahan Puput dan suaminya.
"Bell...."suara Aditya memelas,Bella yang mendengar hanya menggigit bibirnya.Sedangkan di kamar sebelah semakin gaduh dengan suara-suara er*otis.
"Bella.."bisik Aditya sekali lagi dan Bella menganggukkan kepalanya.Senyum Aditya terbit saat Bella menganggukkan kepalanya.
"Ayo, cepat kita pindah.."ajaknya tak sabaran seraya menarik tangan Bella.Saat keluar suara Puput semakin jelas terdengar di telinga Bella dan juga Aditya, sepertinya mereka sudah mendapatkan pelepasannya.
Aditya dan Bella segera ke kamar mereka dengan senyum di wajah Aditya terus terpatri,saat tiba di kamar senyuman Aditya hilang entah kemana saat melihat ada penghuni di kasurnya yang sudah terlelap,dan yang tidur di kamarnya adalah Papa Surya.Pupus sudah harapannya....
"Bell...."rengek Aditya seraya menjatuhkan kepalanya di bahu Bella.
__ADS_1
"Sabar belum waktunya..."timpal Bella seraya mengelus punggung Aditya.