Nikah Muda

Nikah Muda
Twins


__ADS_3

"Bun,kak tolong rahasiakan kehamilan Bella dari Adit."ungkap Bella.


"Loh, kenapa?"tanya Bunda Ratna heran.


"Sini Bella kasih tau,,,"lalu Bella membisikkan sesuatu ke Bunda Ratna dan Sinta.


"Oh,oke kita bakal rahasiakan ini semua dari Adit."ucap Bunda dan Sinta.


"Lebih baik kamu bangunin Adit, kasihan dia harus tidur di sofa."titah bunda,tapi Bella malah menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Adit bau,aku nggak suka bau badan Adit."cetus Bella.


"Loh, kenapa?"tanya Bunda Ratna heran.


"Bella juga nggak tau, sejak kemarin Bella merasa Adit itu bau.Tadi saja saat mau mencium pipinya, Bella langsung mual." Terang Bella.


"Ya sudah,biar Bunda aja yang bangunin Adit."


Bella mengangguk setuju, bukannya tak mau membangunkan Aditya tapi entah kenapa setiap dekat dengan Aditya bawaannya berasa bau dan hal itu membuatnya merasa bingung.


"Adit bangun,sudah pagi.."seraya menggoyangkan lengannya Aditya.


Tapi Aditya masih merengkuh sang mimpi,"Ck,susah sekali bangunin kamu.Adit...bangun...."suara Bunda sedikit keras agar Aditya bangun dari tidurnya.


Aditya menggeliat mendengar suara Bunda yang keras,Aditya bangun dan duduk seraya mengumpulkan kembali nyawanya.


"Ada apa Bun?"tanya Aditya tanpa dosa sembari menggaruk kepalanya serta matanya masih susah di buka.


"Bangun,sudah pagi!, bukannya kamu hari ini kuliah?"tukas Bunda.


"Iya, Bunda..."Aditya bangun dan berjalan ke arah kamar,saat membuka pintu.Hal pertama adalah mencari Bella,tapi di kamar tidak ada Bella.


"Apa Bella ada di dapur,tapi kenapa tidak bangunin aku sih.."gerutu Aditya sembari mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat Aditya lagi mandi, Bella datang ke kamar dan menyiapkan pakaian untuk Aditya serta sepatu yang akan di kenakan Aditya.Selesai menyiapkan pakaian untuk Aditya Bella kembali ke dapur untuk membantu Bunda menyiapkan sarapan.


Aditya keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambut basahnya,matanya menyapu kamarnya mencari sosok sang istri tapi sayang Bella tak terlihat di sana.Lalu pandangannya tertuju ke ranjang dimana pakaiannya sudah di persiapkan oleh Bella.


"Meski kamu mengatakan aku bau,kamu nggak pernah lupa akan tugasmu sebagai istri,terima kasih sayang."gumam Aditya lalu segera dia mengenakan pakaiannya dan juga sepatu,setelah itu dia segera menemui Bella.


"Pagi..."sapa Aditya berjalan mendekati Bella,dan niatnya ingin mencium pipi Bella.Saat hendak mencium,Bella menahan Aditya dan satu tangannya menutup hidung.


"Kenapa?"tanya Aditya bingung.


"Jangan dekat-dekat,aku kan sudah bilang aku nggak mau dekat sama kamu.Kamu kan ba---"


"Iya..ya..aku bau,tapi Kenapa?aku sudah mandi dan wangi gini masih di katain bau.Apa jangan-jangan hidung kamu bermasalah"sungut Aditya dan merasa kecewa dengan sikap Bella.


"Bukan begitu,Dit."sergah Bella yang merasa bersalah dan Bella bingung gimana jelasinnya.


"Sudahlah..."Aditya langsung duduk dan mengambil sarapan sendiri,biasanya selalu di ambilin oleh Bella.


Bella meringis melihat sikap Aditya yang langsung diam tanpa melihatnya,mungkin Aditya tersinggung dengan sikapnya dan selalu mengatainya bau,walau sebenarnya Bella juga tak menginginkan perubahan sikapnya.Tapi mau gimana lagi ini semua bawaan sang jabang bayi.


"Aku langsung berangkat."tukas Aditya berdiri dan pamit kepada Bunda lalu pergi meninggalkan mereka semua yang ada di meja makan.Bella menatap punggung Aditya sampai menghilang dari pandangannya,hatinya sakit karena Aditya mengabaikannya.


"Bella..."seloroh Bunda memegang lengan Bella.


"Ya Bun..."jawab Bella lirih.


"Lebih baik kamu jujur sama Adit, daripada salah paham terus sama kamu."tukas Bunda.


"Ya,tapi nanti.."kekeh Bella.


"Bunda jadi kan antar Bella ke rumah sakit."sambung Bella berusaha tidak menujukan kalau dia sedih.


"Tentu Bunda temani,ayo kita lanjut makan lagi.."titah Bunda Ratna.


Sebenarnya Bella tak na*fsu makan,entah kenapa makanan yang dia makan terasa hambar di tambah lagi dengan sikap Aditya yang mengabaikannya.Lengkap sudah yang di rasakan Bella hari ini.

__ADS_1


Selesai sarapan Bella dan Bunda berangkat ke rumah sakit,sedangkan Sinta sudah lebih dulu berangkat.Kini mobil yang di tumpangi Bella dan bunda sudah terparkir di parkiran rumah sakit.


Bella dan Bunda langsung daftar ke bagian poli kandungan dan setelah itu Bella dan Bunda mengantri untuk di periksa.Bella berkali-kali melihat handphonenya berharap Aditya mengabarinya,tapi nihil tak ada kabar dari Aditya.Bella menghela nafasnya samar, berusaha menyembunyikan kekecewaannya terhadap Aditya walau sebenarnya Aditya tidak bersalah, kalau saja dia tidak mengatainya bau dan mencoba untuk menahannya walau sesaat saja.


Sayang, Mama mohon hilangkan rasa bau itu bila di dekat dengan papa kamu,nak.Kasihan papamu,dia merasa tersinggung dengan perubahan sikap Mama terhadap papamu.Pasti papa kamu kecewa sama mama, Mama jadi sedih lihatnya .Batin Bella seraya mengelus perutnya yang masih rata.


Seketika Bella rindu dengan pelukan Aditya,Bella ingin bermanja-manjaan dengan Aditya seperti biasanya.Tapi keadaan tidak mendukung untuk melakukan itu semua.


Bella mendengus samar,Bella berusaha menutupi kesedihannya karena Aditya yang tak memberi kabar kepadanya, biasanya sesibuk apapun Aditya pasti akan mengabarinya.


"Bella Lestari.."panggil suster di ambang pintu.


"Iya,sus..."seru Bella.


"Ayo, Bun."ajak Bella dan langsung menggandeng lengan bunda.


Bella dan Bunda duduk di hadapan dokter perempuan,setelah mendapat beberapa pertanyaan dari dokter Bella di suruh tidur di ranjang untuk melakukan USG.


Bella tiduran di ranjang yang sudah di sediakan Lalu sebagian tubuhnya di tutup selimut dan baju Bella di singkap ke atas.Suster memberikan gel di atas perut Bella dan dokter langsung memeriksa Bella.Alat itu bergerak di atas perut Bella dan berhenti di mana sebuah titik yang terlihat di layar monitor itu.


"Gimana dok?"tanya Bunda yang pandangannya tak teralihkan dari layar monitor itu begitupun Bella.


"Apa ibu lihat,titik itu ada berapa?"tanya sang dokter.


Bunda dan Bella serius melihat layar monitor itu dan ada dua titik di layar itu."Ada dua titik, Dok?."kata Bunda.


"Ya,betul ada dua titik.Itu artinya janinnya ada dua Bu?"ungkap dokter.


"Dua.."cicit Bella dan Bunda bersamaan.


"Maksud dokter twins?"tanya Bella.


Dokter mengangguk sembari tersenyum lebar,"Dan usia kehamilannya baru enam minggu."sambung dokter.


"Bunda..."Panggil Bella sembari berkaca-kaca menatap bunda.

__ADS_1


"Selamat ya sayang,bahkan kamu mendapatkan gantinya lebih dari satu.."tutur Bunda bahagia seraya memuji syukur atas apa yang Tuhan kasih terhadap anaknya.Bunda benar-benar sangat bahagia apalagi akan mendapatkan dua cucu sekaligus.


__ADS_2