Nikah Muda

Nikah Muda
Membasmi pelakor


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu,minggu pun berganti bulan.Hubungan Fahri dan Sinta semakin dekat saja,sedangkan Aditya dan Bella mereka tengah sibuk dengan kuliahnya.


Usaha bengkel Aditya juga semakin ramai dan sekarang yang bekerja di bengkel Aditya bukan hanya bang Edo seorang,ada dua karyawan baru yang bekerja di bengkel Aditya.Sesekali Aditya datang ke bengkel hanya untuk mengecek keadaan bengkel dan itupun tidak pernah lama berada di bengkel.


Bella dan Aditya berbeda jurusan tapi Bella satu jurusan dengan Risa.Risa juga katanya sudah di lamar oleh sang kekasih yaitu Daniel,meski jarak usia Risa dan Daniel bukan menjadi penghalang keduanya untuk serius ke tahap selanjutnya.


"Jadi kamu serius dengan Daniel?"tanya Bella yang saat ini mereka berada di kantin kampus.


"Iya..lihat nih.."tunjuk jemari Risa kepada Bella.


Bella tersenyum melihat cincin yang melingkar di jari manis Risa."Selamat ya...terus kapan rencana kalian berdua untuk segera naik pelaminan."ucap Bella.


"Tunggu keluarganya mas Daniel datang dari negara X,mereka tengah berada di sana untuk urusan pekerjaan."timpal Risa.


Bella hanya manggut-manggut mendengar penuturan Risa,tapi di balik itu semua Bella merasa senang karena sahabatnya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri.


"Bella,itu bukannya Adit ya..."tunjuk Risa yang melihat Aditya tengah jalan berdua dengan seorang perempuan,bahkan Aditya dan perempuan itu terlihat sangat akrab.


"Iya,benar itu Adit,tapi siapa perempuan yang bersama Adit?"tanya Bella kepada Risa dan di jawab Risa dengan mengedikan bahunya.


"Dari pada penasaran,kamu samperin aja sana."usul Risa.


"Nanti dulu,kita perhatikan dulu mereka dari jauh."tukas Bella yang mulai cemburu.


"Ayo,kita ikuti mereka."ajak Bella seraya menarik tangan Risa.


Bella dan Risa mengikuti Aditya dan perempuan itu.Perempuan yang bersama Aditya memegang lengan Aditya saat Aditya menunjukkan tulisan di buku yang Aditya bawa.Dan terlihat sekali perempuan itu tertarik kepada Aditya dari cara perempuan itu memandang Aditya.

__ADS_1


Sedangkan hati Bella sudah terbakar cemburu,tapi ia harus menahannya jangan sampai berbuat salah.Kalau ia berbuat gegabah yang ada pelakor semakin kuat menjatuhkannya,jadi setenang mungkin dia bersikap.


Aditya dan perempuan itu duduk di bangku panjang yang ada di taman kampus,sembari Aditya menjelaskan sesuatu kepada perempuan itu.Perempuan itu mencondongkan badannya ke arah Aditya saat Aditya menunjukkan sesuatu di buku sembari menjelaskan sesuatu.Perempuan itu manggut-manggut saat Aditya menjelaskannya, Seolah-olah paham.


Tangan perempuan itu kini berpindah ke atas lutut Aditya saat perempuan itu bertanya,sontak saja membuat hati Bella geram bukan kepalang.


"Kamu mau ngapain?"tanya Risa yang melihat Bella menggulung lengan kemejanya sampai seperempatnya.


"Mau membasmi para pelakor..."sahut Bella yang mulai berjalan tenang menghampiri Aditya dan perempuan itu.


Saat sudah di dekat mereka,Bella langsung saja mencium pipi kiri Aditya.


Cup


Aditya yang tengah serius menjelaskan materi,langsung saja terkejut dengan tindakan Bella yang menciumnya di tempat umum.


"Iya,sayang...kamu lagi ngapain?"ujar Bella yang kini duduk di pinggiran kursi,seraya tangan Bella merangkul bahu kokoh Aditya dengan tersenyum manis.


"Dia siapanya kamu,Dit?"tanya perempuan itu.


"Dia---"


"ISTRINYA Adit..."potong Bella cepat sembari menekan kata istri.


"istri..."cicit perempuan itu sembari mengernyitkan dahinya dan menatap Aditya.


"Iya,Bella ini istriku.Kami menikah pas kita masih duduk di bangku SMA."terang Aditya kepada perempuan itu.

__ADS_1


"Sayang,,,,ayo kita ke kantin.Aku haus ingin minum yang dingin-dingin."catus Bella dengan mode merengek manja.


"Iya,nanti dulu aku belum selesai menjelaskan isi materi ini ke dia."tukas Aditya sembari menunjuk ke perempuan itu.


"Iya sudah jangan lama-lama."sambung Bella dengan menatap Aditya dengan kesal.


Aditya paham dengan sikap Bella yang seperti ini,pasti Bella tengah cemburu kepadanya.Menurut Aditya,selama dirinya tidak melanggar dan melewati batas sah-sah saja jalan berdua dengan siapa saja.


Tapi lain dengan pemikiran Bella,jika ada seseorang mulai masuk dalam sebuah hubungan,tidak menutup kemungkinan orang itu akan menghancurkan rumah tangga yang sudah di bangun dengan susah payah.


Jadi,Bella tak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam rumah tangganya bersama Aditya,justru harus dari sini kita harus waspada terhadap orang ketiga yang kadang kapan saja bisa masuk bila kita lengah.Maka jangan biarkan memberi celah terhadap orang-orang di sekitar kita,bahkan dari orang terdekat kita sekalipun.


"Oke,gue paham.makasih ya Dit atas penjelasannya."ujar perempuan itu.


"Iya, sama-sama."balas Aditya seraya mengacungkan jempolnya.


Sepeninggalan perempuan itu,Bella langsung menatap Aditya tajam seolah ingin menguliti Aditya.Dan hal itu Membuat Aditya mendengus samar dengan tingkah Bella.


"Kayaknya kalau nggak kepergok sama aku,bakal lanjut nih."cibir Bella.


"Apaan sih...siapa yang lanjut,dia cuman nanya soal materi kuliah doang."


"Au ah.. pokoknya kalau kamu ketahuan jalan bareng sama perempuan lain,kamu tidurnya di luar dan nggak dapat jatah selama seminggu."tegas Bella seraya bangkit dan meninggalkan Aditya di taman.


"Sayang..nggak bisa gitu dong.Masa kamu tega aku tidur di luar."protes Aditya sembari mengikuti langkah Bella.


Bella berhenti dan memiringkan badannya ke hadapan Aditya."Makanya jangan di ulangi lagi."sentak Bella.

__ADS_1


"Oke,Bu bos.."


__ADS_2