
Setelah mendapat penolakan dari Bunda atas keputusannya yang ingin pindah ke bengkel.Aditya memilih langsung berangkat ke bengkel dan di antar Bella sampai depan.
"Aku berangkat dulu ya..."pamit Aditya seraya mencium kening Bella dan juga bibir.
"Iya, hati-hati."timpal Bella.
Bella masuk kembali ke dalam rumah untuk menemui Bunda di kamarnya.
Tok tok tok
"Bunda, boleh Bella masuk..."seru Bella.
"Masuk,nak."sahut Bunda dari dalam kamarnya.
Bella masuk dan melihat Bunda tengah berdiri di depan jendela,Bella menghampiri Bunda dan memeluk Bunda dari belakang.
"Bunda...apa bunda marah dengan keputusannya Adit."tutur Bella.
Bunda menghela nafasnya sembari memejamkan matanya."Bunda nggak marah,cuman Bunda nggak mau pisah sama kamu sayang."ungkap Bunda seraya memutarkan tubuhnya menghadap ke Bella lalu tangan Bunda bergerak mengusap rambut Bella dengan penuh kasih sayang.
"Kamu tau,cuma kamu yang Bunda miliki setelah ayah kamu pergi meninggalkan kita untuk selamanya.Maka dari itu Bunda nggak mau jauh-jauh dari kamu,nak.Pasti Bunda bakal kesepian di rumah ini, nggak ada lagi tempat untuk berbagi cerita.Bunda nggak mau sayang,bunda belum siap untuk itu semua.Maafin Bunda yang menghalang keinginan kalian yang ingin hidup mandiri, sebenarnya Bunda sangat bangga dengan keputusan Adit yang ingin kalian lebih mandiri menjalani rumah tangga kalian."tutur Bunda di iringi dengan air mata.
"Bunda..."Bella langsung memeluk Bunda erat dan menangis, betapa sayangnya bunda terhadapnya.
"Bella janji nggak akan ninggalin Bunda sendirian."ungkap Bella di sela tangisnya.
"Bella sayang sama Bunda.."timpalnya lagi.
Bunda diam, Bunda hanya ingin selalu berada dekat dengan putri tercintanya ini lalu Bunda mencium pucuk kepala Bella.
"Maafin Bunda ya,sayang..."tutur Bunda sedih.
__ADS_1
"Iya, nggak apa-apa Bun..."sambung Bella.
***
Siang ini Bella berencana akan membawakan makan siang buat Aditya,saat ini Bella tengah berkutat dengan alat dapur dan memasak makanan kesukaan Aditya.Hidup berdua dengan Bunda membuat Bella lebih mandiri dan pastinya pandai memasak berkat bimbingan dari Bunda langsung.
Bella tersenyum saat semua masakannya sudah siap,Bella langsung menyusunnya di rantang.Selesai menyusun masakannya, Bella langsung bergegas ke kamar untuk berganti pakaian dan sedikit memoles wajahnya dengan make up.
"Mbak Ida.."teriak Bella kepada ART yang hanya datang pagi dan pulang saat sudah sore.
"Ya,neng.."jawab mbak Ida dengan langkah tergopoh-gopoh karena mbak Ida tengah menyetrika baju.
"Aku mau keluar dulu,mau mengantarkan makan siang buat Adit."pamit Bella kepada Mbak Ida.
"Iya,neng..."timpalnya seraya menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah,aku berangkat dulu ya mbak.."
Bella meraih rantang dan bergegas berangkat ke bengkel menggunakan taksi online.Selama perjalanan Bella hanya memainkan gawainya,saat berhenti di lampu merah Bella melihat seseorang yang sepertinya dia kenal.
"Apa mungkin pacarnya Risa?"
Bella terus memperhatikan Risa dari dalam mobil sampai tak terasa mobil berjalan meninggalkan perempatan jalan.Bella menyenderkan badannya seraya berpikir siapa lelaki yang bersama Risa.
Kini mobil yang di tumpangi Bella sudah sampai di depan bengkel.Bella bergegas keluar dan segera menemui Aditya.
"Dit..."sapa Bella.
Aditya tersenyum melihat Bella datang ke bengkelnya.
"Wah..roman-romannya bawa masakan nih,tau aja kalau lagi lapar..."celetuk Bang Edo cengengesan.
__ADS_1
"Iya,aku bawa makan siang buat kalian."sambung Bella yang melangkah masuk ke dalam ruangan yang terletak di ujung.
Aditya mengikuti Bella dan duduk di kursi seraya menatap Bella yang tengah mengeluarkan makanannya dari susunan rantang.
"Bunda bilang apa?"tanya Aditya.
Bella menghentikan gerakannya dan menatap netra Aditya.Bella mengambil kursi plastik yang tak jauh dari Bella berdir dan duduk di depan Aditya.
"Bunda bilang, Bunda nggak mau jauh dari aku dan bunda juga nggak siap di tinggalin Sama kita.Bunda pasti akan kesepian bila kita pindah ke sini."tutur Bella.
Aditya menarik tangan Bella yang berada di pangkuannya lalu menggenggamnya.
"Tidak apa,kita nggak usah pindah.kita akan tetap tinggal bersama Bunda,aku mengerti perasaan Bunda yang tak mau jauh dari kamu karena kamu anak satu-satunya.Demi kebaikan bersama,tak apa kita mengalah demi kebahagiaan Bunda."ucap Aditya lembut dan tersenyum tulus.
"Kamu yakin,,,"
"Ya,demi Bunda.."mantap Aditya."Kamu masak apa?"
"Masak kesukaan kamu."cetus Bella langsung bangkit dan menyiapkan makan siang buat Aditya.
"Makasih ya,Dit.Sudah mau mengalah demi Bunda..."ucap Bella.
"Hem...."sahut Aditya karena mulutnya penuh dengan makanan seraya mengelus lengan Bella.
"Ini siapa yang masak?"seloroh bang Edo yang begitu lahap dengan makanannya.
"Aku bang..."sahut Bella.
"Mantap,ternyata kamu jago masak ternyata.kapan ya,aku punya istri yang pandai memasak kaya kamu dan juga cantik kaya kamu."cetus Bang Edo sambil manggut-manggut.
"Tunggu saja waktunya bang..."timpal Sigit.
__ADS_1
"Keburu karatan gue nya.."cibir bang Edo.
Bella dan Aditya hanya tersenyum menanggapi celotehan bang Edo yang ngenes dengan nasib jombolnya.