Nikah Muda

Nikah Muda
Adu Bella Kepada Papa


__ADS_3

Aditya memandang langit-langit rumahnya,Bella benar-benar menghukumnya.Setalah Aditya keluar Bella langsung mengunci pintunya.Aditya menghela nafas panjang, seharian berada di luar rumah membuat dirinya lelah.


"By..."panggil Bella.


Aditya terkejut mendengar panggilan dari Bella, Aditya segera menegakkan tubuhnya lalu menatap Bella.


"Ya sayang.."


"Sudah makan belum?"tanya Bella,meski hatinya masih teramat kesal.


Bella tak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.Semarah apapun dan sekesal apapun dirinya terhadap Aditya,Bella akan mengutamakan kebutuhan Aditya.


Aditya menggeleng, Bella mendengus menatap Aditya.Bella memberikan baju untuk Aditya kenakan setelah itu Bella melangkah ke dapur dan memasak untuk Aditya.Aditya mengikuti langkah Bella ke dapur, Aditya duduk di kursi dekat lemari pendingin.


Aditya tersenyum melihat perhatian dari Bella,meski Aditya tahu kalau Bella belum memaafkannya.Tapi yang jelas Aditya bersyukur memperistri Bella sebagai istrinya dan inilah yang membuat hati Aditya terus mencintai Bella.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk memasak, Segera Bella bawa hasil masakannya ke meja makan dan tidak lupa air minumnya.Aditya duduk di depan hasil masakan Bella seraya memandang wajah jutek Bella.


Mekipun kamu marah,kamu tetap melayaniku.


"Makan,.."suruh Bella datar.


Aditya mengangguk dan langsung mengambil sendok,segera Aditya makan masakan Bella.Baginya masakan Bella adalah masakan yang terenak karena di buat penuh dengan cinta dan perhatian.


Bella menemani Aditya makan,Bella menyampingkan egonya demi suami yang menyebalkan ini.


"Terima kasih sayang."ucap Aditya setelah menyelesaikan makannya seraya tersenyum.


"Hemmm...."sahut Bella malas.


Bella mengambil bekas makan Aditya lalu mencucinya, Aditya tetap menemani Bella di dapur.Aditya tersenyum kepada Bella saat Bella memutarkan tubuhnya dan menatap Aditya,tapi Bella tak membalas senyum Aditya bahkan air muka Bella semakin dingin dan jutek.


"Bersihkan badanmu setelah itu tidur."titah Bella dingin.


"Ya..."jawab Aditya singkat.


"Terus ngapain masih berdiri di sini."tukas Bella kesal.


"Ya.. ya..aku segera bersih-bersih."


Aditya bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri,selesai mandi Aditya keluar dan melihat celana pendek menggantung di pintu lemari pakaian.Aditya tersenyum melihatnya karena lagi-lagi Bella menyiapkan pakaiannya meski hanya celananya saja.Segera Aditya memakainya, Aditya memandang Bella yang tengah memainkan gawainya.


"Cepat tidur sana, pintunya mau aku kunci."cetus Bella tanpa mengalihkan pandangannya ke layar handphone.


"Ya..."


Aditya melangkah mendekati Bella dan berniat akan mencium Bella sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


"Langsung keluar dan nggak ada cium-ciuman."seloroh Bella.


Tahu aja kalau aku mau menciumnya.

__ADS_1


Akhirnya Aditya berubah haluan dan berjalan keluar kamar, Segera Bella mengunci pintu kamarnya.Aditya memandang pintu yang sudah di kunci oleh Bella, Aditya menghentak nafasnya dan berharap Bella segera memaafkannya dan berhenti menghukumnya.


Dengan gontai, Aditya berjalan ke ruang keluarga dan duduk di sofa dengan tertunduk lesu.


"Perjuanganku menghadapi sikap ibu hamil masih panjang,semoga saja Bella tak meminta hal-hal aneh dan tidak gampang ngambek.",gumam Aditya lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa.


***


Pagipun menjelang,sang matahari malu-malu memancarkan sinarnya.Fahri yang sudah rapih dengan setelan kerjanya segera keluar dan turun ke bawah,saat sedang melangkah melewati ruang keluarga.Pandangan matanya menangkap seseorang yang tengah tidur telungkup di sofa,Fahri mendekati sofa tersebut.Fahri mengernyitkan dahinya saat tahu kalau Aditya tidur di luar kamarnya.


"Woy...bangun...ngapain kamu tidur di sini."cetus Fahri yang mengguncang tubuh Aditya.


Aditya menggeliat dan menarik selimut menutupi kepalanya.


"Dasar bocah susah banget di bangunin.Hey..bangun sudah pagi,Lo nggak kuliah apa?"


"Berisik banget sih Bang."ucap Aditya kesal seraya menyibakkan selimutnya.


"Bangun sudah pagi... ngapain juga kamu tidur di sini."


"Bukan urusan Abang..."sahut Aditya kesal.


"Di tanya serius malah jawabnya kaya gitu."ketus Fahri,"Bangun,,,gue mau duduk."sambung Fahri.


Dengan terpaksa Aditya bangun dan duduk di samping Fahri sambil menguap.


"Abang tanya? ngapain kamu tidur di sini sudah gitu nggak pakai baju lagi."kata Fahri yang menatap lekat wajah kusut Aditya.


"Kamu di hukum sama Bella!"seru Fahri yang mulai kepo.


Aditya mengangguk,"Memangnya kamu melakukan apa sampai Bella menghukum seorang Aditya Saputra yang gantengnya kebangetan ini."ucap Fahri.


""Gara-gara kemeja dan salah faham."


"Maksudnya gimana? jelasin dong sama Abang?"


Aditya menceritakan semuanya kepada Fahri, Kenapa Bella sampai menghukumnya begini.Setelah mendengar cerita Aditya,Fahri terus tertawa terbahak bahak dan membayangkan Aditya mengenakan kemeja pink cerah ke kampusnya.


"Terus tertawa terus, Abang belum merasakan gimana menderitanya menghadapi bumil."kesal Aditya terhadap Fahri yang masih saja menertawainya.


"Memang semenderita apa hidup kamu sama bumil."ujar Fahri.


"Abang bayangin,aku tuh di katai bau,di suruh makan kepiting asam manis dengan nasi yang memenuhi piring,disuruh tidur di luar kamar seperti sekarang ini dan meminta sesuatu yang harus segera di penuhi,mending kalau mintanya siang nah ini mintanya malam-malam."ucap Aditya tanpa dia sadari Bella sudah berdiri sejak tadi di belakang mereka.


"Semenderita itukah hidup sama bumil,"timpal Fahri.


"Ya,nanti juga Abang akan merasakannya sendiri setelah menikah dengan kak Sinta da----"


"Ehem..."


Aditya dan Fahri menengok ke belakang, betapa terkejutnya Aditya melihat Bella sudah berdiri di belakang mereka.Aditya menelan Salivanya menatap Bella yang sedang bertolak pinggang dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Abang nggak ikutan, Abang pergi dulu."bisik Fahri ke telinga Aditya.


"Pagi Bell..."sapa Fahri tapi yang di sapa menatap sinis terhadapnya.


Serem juga ya,kalau bumil lagi ngambek.batin Fahri.


"Sayang sejak kapan kamu berada di situ..."ucap Aditya hati-hati.


Bella diam di tempat dan tak menjawab perkataan Aditya tapi tatapannya semakin nyalang terhadap Aditya.


"Sayang...."


"Papa..."teriak Bella mulai terisak.


"Sayang..a..aku bisa jelasin ini semua.."ucap Aditya terbata-bata.


Tapi Bella semakin terisak,sehingga membuat Aditya kalang kabut menghadapi bumil.


"Papa..."panggil Bella di sela tangisannya.


"Sayang aku bisa jelasin,apa yang kamu dengar tadi itu hanya bohong."ucap Aditya sembari mendekati Bella.


"Papa.."


"Apa nak,kenapa kamu nangis?"tanya Papa Surya.


"Adit jahat sama Bella Pa,,,,"adu Bella dengan derai air mata.


"Adit,kamu apain Bella?"tanya Papa Surya.


"Adit.. Adit.."Aditya bingung menjelaskannya.


"Papa..hiks...hiks..."


Papa Surya segera memeluk Bella dan menenangkan Bella.


"Apa yang sudah Adit perbuat sampai kamu nangis."


"Adit bilang hidup sama aku menderita karena Bella selalu meminta hal-hal aneh,Papa tahukan kalau Ibu hamil suka ngidam tapi Adit bilang menyusahkan,terus gitu Adit sering ngatain Bella gendut Pa.Padahal yang buat Bella hamilkan anak Papa itu,tapi kenapa sekarang seolah Adit yang menderita,Bella aja yang setiap bangun tidur harus mengalami muntah-muntah di pagi hari tapi Bella ikhlas menjalaninya."adu Bella kepada Papa Surya dengan Isak tangis yang semakin pilu.


Aditya semakin gusar di buatnya dan Aditya yakin papanya akan memberinya sanksi.Aditya mengusap wajahnya kasar,di saat seperti ini dia membutuhkan pintu ajaib Doraemon agar bisa lari dari amukan sang Papa.


Sedangkan Fahri yang melihatnya hanya terkiki-kikik menatap Aditya yang semakin nelangsa.


____


Othor nggak minta kembang,nggak minta vote tapi minta like aja.


Jangan lupa like nya.


Salam sayang 😘😘

__ADS_1


__ADS_2