
Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah,Bella hanya diam membisu.Dia sangat marah dengan candaan Aditya.Bahkan Bella lebih betah memandang ke arah jendela dari pada memandangi Aditya yang menyebalkan itu.
Aditya melirik Bella yang hanya diam seribu bahasa,Aditya hanya bisa menghela nafasnya samar.Nggak seharusnya dia tadi menggoda Bella dengan mengatakan menatap tubuh polos Nanda.
" Bell...jangan diam terus dong,"ucap Aditya yang berusaha menarik tangan Bella,tapi ditepis oleh Bella.
"Aku nggak suka ya,dengan candaan kamu tadi."ketus Bella yang langsung memiringkan badannya ke arah jendela mobil.
"Iya,aku kan sudah minta maaf.Aku janji deh nggak akan kaya gitu lagi."tukas Aditya
Au..ah"
Aditya mendengus mendengar jawaban Bella.Pada akhirnya Aditya diam dan tak berbicara lagi dan memilih fokus ke jalan.
***
"Bella..."teriak Risa seraya melambaikan tangannya.
Bella tersenyum lebar saat mendapati sahabatnya tengah menunggunya.Bella berlari kecil meninggalkan Aditya yang baru saja memarkirkan mobilnya,Aditya hanya menggelengkan kepalanya karena Bella meninggalkannya begitu saja.
" Hai Ris..."sapa Bella.
"Kok,semalem kenapa kamu nggak ikut ke acara pesta perpisahan sekolah kita."tanya Risa.
"Nggak boleh sama Adit."ketus Bella seraya memandang Aditya dengan sinis.Aditya yang di tatap sama Bella hanya mendengus samar.
" Nggak bolehnya kenapa?"sahut Risa.
" Karena dia nggak akan bebas memandangi para cewek yang seksi dan apa lagi yang tanpa busana.Matanya pasti langsung keluar melihat yang begituan,apa lagi kata dia kaya gitar spanyol"tukas Bella.
"Bell..."seru Aditya.
"Apaan,emang bener kan kenyataannya begitu.Kamu senengkan melihatnya."ucap Bella ketus kepada Aditya.
Sedangkan Risa hanya diam menyaksikan kedua sahabatnya bertengkar.
__ADS_1
" Sudah dong,jangan ngambek terus."pinta Aditya yang mulai frustasi.
" Bell..."seru Aditya.
Bella melengos dan menggandeng tangan Risa pergi ke kelas meninggalkan Aditya yang masih berdiri di tempatnya.Aditya mengusap wajahnya dan menundukkan kepalanya.
" Hai bro...kenapa tuh muka kusut gitu."seloroh Sigit yang baru saja tiba di sekolah bersama Rio.
" Pasti nggak dapat jatah dari Bella."goda Rio seraya tersenyum mengejek.
Sigit hanya terkekeh melihat Aditya yang terlihat nelangsa.Aditya mendelik ke arah Rio dan juga Sigit.
" Bella lagi marah sama gue, gara-gara gue bercandain kalau gue melihat tubuh polos si Nanda.Eh..dia marahnya sampai keterusan."ungkap Aditya seraya menurunkan kedua pundaknya.
Rio dan Sigit menggelengkan kepalanya,"Makanya,kalau bercanda itu harus di pikirin dulu.Sekarang Lo yang repot karena Bella marah."tukas Sigit seraya menepuk bahu Aditya.
" Gimana dong,caranya biar Bella nggak marah lagi sama gue.."
" Ya kamu minta maaf lah..."sambung Rio.
"Gue sudah puluhan kali minta maaf sama dia,tapi Bella tetap masih marah sama gue..."
"Iya,Dit...coba aja dulu,siapa tahu Bella maafin Lo."sahut Sigit.
" Oke, deh.Nanti gue coba.."tutur Aditya sedikit bersemangat.
"Ayo kita masuk kelas..."seloroh Rio.
Akhirnya mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas,sedangkan Bella yang sudah duduk di bangku dengan Risa langsung bertanya." Ris.. emang benar semalam Adit melihat si ulat bulu secara langsung saat si Nanda nggak pake baju."cetus Bella.
"Nggak kok,kata siapa?"
" Nanya aja,siapa tau Adit memang ngelihat si Nanda yang tak berbusana itu secara langsung."ucap Bella.
"Nggak,kamu tenang saja,asal kamu tahu si Nanda itu punya rencana licik terhadap Adit semalam."ungkap Risa
__ADS_1
"Maksudnya?"tanya Bella yang bingung dengan penuturan Risa.
Risa menceritakan semua yang di lakukan Nanda terhadap Aditya dan juga penggerebekan Nanda dengan lelaki tua itu.Bella yang mendengar cerita Risa, sungguh membuat hati Bella geram dengan apa yang di lakukan Nanda.
Seandainya Risa tak melihat kelakuan Nanda dan kedua temannya,Bella yakin rencana Nanda akan berhasil dan akan berefek dengan rumah tangganya bersama Aditya.Kali ini Bella nggak akan membiarkan Nanda atau siapapun mengganggu rumah tangganya.Kalau perlu Bella akan terus menempel kepada Aditya seperti parasit,terserah dengan anggapan orang lain tentangnya yang terlalu posesif.Yang pasti Bella nggak mau ada orang ke tiga yang masuk dalam rumah tangganya.
Cukup Nanda dan Bang Fahri yang mengganggu rumah tangganya bersama Aditya.
Teeett...Teett....
Bel istirahat bunyi,semua siswa berhamburan keluar kelas.Ada yang langsung ke kantin dan juga yang lainnya.Aditya menghampiri Bella yang tengah membenahi tasnya.
"Bell..ke kantin yuk..."ajak Risa.
"Ayo..."sahut Bella.Aditya yang sudah berdiri di samping Bella langsung menarik tangan Bella dan menggenggamnya.
" Jangan marah terus,dong"tutur Aditya yang memelas."Aku, benar-benar minta maaf,kalau bercandaku berlebihan."
Bella yang melihat Aditya dengan wajah sendunya karena nggak memaafkannya langsung menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Aditya.
Aditya langsung terpekik senang karena Bella memaafkannya dan reflek menciumi pipi chubby Bella.
" Cie....cie..."sorakan teman sekelas yang melihat Aditya mencium pipi Bella.
"Adit..."Bella mendelik menatap Aditya dan memukul dada Aditya.Ingin rasanya menghilangkan dari sana saking malunya di karena sorakan teman-temannya.
Aditya hanya terkekeh-kekeh melihat Bella yang malu dengan tindakannya yang mencium Bella di hadapan semua temannya.Bella langsung menarik tangan Aditya keluar kelas tapi saat akan menuju kantin ada dua Bapak polisi berada di sekolah tepatnya di depan kelas Nanda dan sedang mengintrogasi Nanda.
Bella,Aditya dan juga Risa saling pandang satu sama lain dan juga bertanya-tanya kenapa Nanda di datangi polisi?.
" Ayo kita ke sana,kenapa si ulat bulu di datangi sama polisi."seloroh Risa yang lebih dulu melangkah mendekati Nanda dan dua bapak polisi.
Aditya dan Bella mengikuti Risa di belakang,saat tiba di dekat Risa.Nanda menatap Bella dengan tatapan tajam dan hal itu membuat Bella menjadi heran.
" Lebih baik menjelaskannya di kantor polisi saja."ucap Pak polisi.
__ADS_1
"Tapi pak---"
Belum selesai Nanda berbicara bapak polisi langsung menggiring Nanda ke mobil polisi yang terparkir di halaman sekolah.