Nikah Muda

Nikah Muda
Kejutan untuk Adit


__ADS_3

Aditya langsung berlari masuk ke dalam rumah,saat mendengar suara jeritan Bella.Jantung Aditya berdegup kencang saat matanya menangkap bayangan seseorang.Perasaan Aditya semakin tak karuan,cemas, khawatir semua menjadi satu.


"Bella..."teriak Aditya di tengah kegelapan rumahnya.


Senyap,tak ada suara.Bahkan jeritan Bella juga tak terdengar lagi,hati Aditya semakin gamang dan tak tau apa yang sebenarnya terjadi.Aditya berjalan dan meraba tembok mencari saklar lampu,agar semuanya terlihat jelas dengan keadaan rumahnya yang gelap.


Tangan Aditya terus meraba dan mencari saklar,setelah ketemu Aditya segera menyalakan lampu rumah.


Klik


"Surprise..."teriak semua orang.


Bella dan Mama Dina memegang kue ulang tahun lalu semuanya bernyanyi lagu selamat ulang tahun seraya tepuk tangan.Sedangkan Aditya diam mematung memandang semua orang,ingin rasanya dia mencekik semuanya karena membuat jantungnya hampir copot.


Tapi melihat kebahagiaan semuanya, Aditya menyampingkan rasa kesalnya dan berganti dengan sebuah senyuman untuk semuanya.


"Apa Papa sudah terlambat?"tanya Papa Surya yang baru saja tiba di rumah Bella.


"Belum.."sahut Mama Dina.


"Ayo sekarang tiup lilinnya..."titah Mama Dina dan Aditya segera meniup lilinnya.


Semuanya bertepuk tangan setelah Aditya meniup lilinnya."Selamat ulang tahun yang ke 19 tahun ya Dit.Semoga panjang umur,di beri kesehatan dan di berkahi sama Tuhan."ucap Mama Dina


Begitupun yang lainnya memberi ucapan kepada Aditya secara bergantian,begitupun dengan Bella.Bella berusaha meredam ngidam anehnya terhadap Aditya demi kebahagiaan sang suami di hari spesialnya saat Aditya memeluknya.Meski rasa mual mulai menyeruak menyerang Bella saat Bella berada di pelukan Aditya.


Selanjutnya adalah memberi kado untuk Aditya,dengan semangat empat lima Aditya menerima kado dari semuanya.

__ADS_1


"Ini kado dari aku,jangan lihat bentuknya yang kecil yang terpenting isinya."tutur Bella dan Aditya menerima kado dari Bella.


"Terima kasih sayang.."ucap Aditya tersenyum bahagia.


"Buka dong Dit..."seloroh Bunda Ratna.


"Boleh buka sekarang?"tanya Aditya kepada Bella dan di balas anggukan oleh Bella.


Aditya membuka kado dari Bella,Aditya mengernyitkan dahinya saat Aditya melihat isi kado dari Bella.


"Ini maksudnya apa?"tanya Aditya menatap lekat Bella dan bergantian melihat isi kadonya.


"Memang apa isinya?"Mama Dina ikut penasaran dengan isi kadonya.Mama Dina terpaku melihat isi kado dari Bella lalu Mama Dina mengambil foto USG dan memandang Bella meminta penjelasan.


"Bella hamil lagi..."ungkap Bella memandang Aditya dan Mama Dina bergantian.


Aditya mencium kening Bella dalam dan kembali memeluk Bella.Kebahagiaan yang Aditya rasakan berlipat ganda dengan kabar kehamilan Bella.


"Mau dengar kabar selanjutnya."cetus Bunda Ratna.


"Apa?"tanya Aditya penasaran dengan kabar selanjutnya.


"Bella mengandung Beby twins.."ucap Bunda Ratna tersenyum lebar.


"Twins..."pekik Aditya,"Iya..twins,kamu tau kan artinya?"sambung bunda Ratna.


"Aaaaahhh...."jerit Mama Dina lalu dengan sedikit dorongan Mama Dina menyingkirkan Aditya dari sisi Bella,kemudian Mama Dina memeluk Bella.Mama Dina berputar-putar sambil memeluk Bella saking bahagianya mendengar kehamilan Bella di tambah lagi Bella mengandung Beby twins.

__ADS_1


"Ma..."seru Aditya menghentikan gerakan berputar sambil memeluk Bella."Stop, kasihan Bella di ajak putar-putar"tukas Aditya.


"Maaf, Mama saking bahagia."cetus Mama Dina.


Semuanya sangat bahagia dengan kehamilan Bella,mereka semua hanyut dengan kebahagiaan yang mereka rasakan malam ini.Apa lagi Aditya, kebahagiaan berlipat-lipat ganda dan tak henti-hentinya Aditya mencium pipi chubby Bella dan pada akhirnya Bella tak bisa menahan rasa mualnya akibat dekat dengan Aditya.


Hoek


Bella berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya, Aditya juga ikut menyusul Bella ke kamar mandi memijat tengkuk Bella pelan.Rasa pusing langsung menyergap Bella di tambah rasa mual.


"Dit,berhenti..."rengkek Bella.


"Iya,apa masih mual?"tanya Aditya yang mulai khawatir.


"Dari tadi aku sudah berusaha menahannya,tapi aku nggak sanggup lagi bila dekat sama kamu.Kamu bau...."ungkap Bella.


"Bau..."ulang Aditya.


Aditya terdiam memandang Bella,yang masih duduk di depan closet dengan wajahnya yang sedikit pucat.Aditya menghela nafasnya dan menyadari kalau sikap Bella beberapa hari ini adalah ngidam bahwa calon buah hati mereka tak mau di dekati olehnya.


"Ya,sudah aku keluar.Aku akan minta Bunda nemenin kamu di sini."ujar Aditya sembari melangkah keluar dari kamar mandi dan meminta Bunda menemani Bella.


Setelah selesai muntah,Bella di bantu Bunda berdiri dan keluar dari kamar mandi lalu mengajak Bella untuk duduk.Aditya sudah menyeduh teh hangat untuk Bella dan memberikan kepada Bunda.


Bella menerima teh hangat dari Bunda dan meneguknya pelan."Maaf..."ucap Aditya yang berjarak lebih dari semester dari Bella duduk.


"Iya,nggak apa-apa?"timpal Bella tersenyum.

__ADS_1


"Ternyata keponakan Abang nggak mau di dekati sama Papanya,hahaha...."cetus Fahri seraya tertawa melihat Aditya.Sedangkan Aditya mendelik menatap Fahri yang menertawainya.


__ADS_2