
Nggak ada masalah apa-apa,bun.Tapi Bella nggak mau di deketin,katanya aku bau."sambung Aditya yang mulai merebahkan diri di sofa panjang.
"Ya,sudah kamu istirahat saja dulu."tukas Bunda Ratna.
Kini tinggallah Aditya sendiri di ruangan itu,hanya berteman dengan televisi.Aditya sudah beberapa kali memejamkan matanya tapi justru matanya tidak bisa di ajak kompromi.
"Huuft.."Aditya menghela nafasnya dan menatap langit-langit rumah,Aditya bangun dan duduk di sofa.
"Ternyata nggak enak tidur sendiri, biasanya kalau tidur ada yang bisa aku peluk."gumam Aditya.
Aditya bangkit dari sofa dan berjalan pelan menuju ke kamarnya, berharap pintu kamarnya tidak di kunci oleh Bella.Mungkin Dewi Fortuna sedang berpihak padanya,pintu kamar tidak di kunci oleh Bella.Aditya masuk dan menutup pintu dengan sangat pelan,Aditya berjalan dengan mengendap-endap ke arah ranjang takut membangunkan Bella.
Aditya mengibaskan tangannya di depan wajah Bella dan ternyata Bella tidak terganggu,itu artinya Bella sudah tertidur lelap.Aditya tersenyum,lalu dia naik ke atas ranjang dengan sangat hati-hati dan sepelan mungkin.
Akhirnya bisa tidur dekat sama kamu lagi,Bell.Maaf kalau aku harus mengendap-endap hanya ingin tidur sambil meluk kamu.Yang jelas aku nggak bisa tidur tanpa kamu.Batin Aditya seraya menarik selimut dan tidur memeluk Bella.
Aku lupa belum pasang alarm,jangan sampai nanti Bella bangun aku masih tidur di sini, bisa ngamuk nanti Bella.
Aditya segera pasang alarm dan nanti dia akan pindah ke ruang tivi sebelum Bella terbangun.Selesai pasang alarm Aditya langsung memposisikan diri untuk segera tidur dan memeluk Bella.
Waktu terus bergulir,bunyi alarm pun bunyi.Dengan malas Aditya bangun dan mamatikan alarm,dia segera bangun dan pindah ke ruang tv sebelum Bella bangun.
Aditya mengecup pipi chubby Bella dan gegas pindah.Aditya kembali melanjutkan tidurnya di sofa panjang.
Bias matahari menerobos masuk lewat celah jendela,Bella terbangun dan tangannya meraba ke samping tempat dimana Aditya tidur.Kosong,Aditya tidak ada di samping Bella.Bella mengerjap ngerjapkan matanya dan melihat ke samping.Dan benar di sampingnya tak ada Aditya,dia lupa kalau semalam dia sendiri yang menyuruh tidur di luar.
Bella bangun dan menemui Aditya yang tidur meringkuk di sofa,di dalam lubuk hatinya merasa kasihan membiarkan Aditya tidur di luar kamar semalaman.Bella mendekat ingin mencium Aditya,tapi baru saja akan mencium pipi Aditya.Tiba-tiba rasa mual menyeruak dari lambungnya.
__ADS_1
Hoek...
Bella menutup mulutnya dan berlari ke arah kamar mandi yang berada di dapur.Bunda dan Sinta yang tengah berada di dapur menatap heran dengan Bella yang berlari ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.
Hoek Hoek Hoek
Bella terus memuntah isi perutnya,tapi yang keluar hanya cairan.Bunda datang dan memijat tengkuk Bella pelan,Bella terus memuntahkan semuanya.
Bella terduduk di depan closet,rasa pusing mulai terasa.Bahkan keringat di dahi Bella bercucuran karena habis muntah-muntah.Nafas Bella tersengal-sengal saat menatap bunda.
"Kamu nggak apa-apa,nak?"tanya Bunda Ratna yang melihat wajah Bella sedikit pias.
"Bella pusing dan perut Bella terasa mual."jawab Bella tersendat karena nafasnya belum teratur.
"Ayo bangun, Bunda bantu.."menarik tangan Bella dan memapah Bella ke meja makan.
"Bella,kakak mau tanya?kapan terakhir kamu haid?"tanya Sinta serius.
"Aku lupa, soalnya setelah keguguran itukan aku nifas?"ungkap Bella.
"Kemungkinan,ini hanya kemungkinan ya...kamu hamil?"ujar Sinta.
Bella diam dan menatap bunda serta Sinta bergantian."Jadi aku hamil kak?"tanya Bella yang belum percaya.
"Coba kamu tes saja dulu pake testpack?apa kamu punya alatnya?"Bella menggeleng dan masih mencerna semuanya.
"Ya sudah,kamu tunggu disini biar kakak yang beli."
__ADS_1
Sinta bergegas ke pergi ke apotik menggunakan motor dan kebetulan apotiknya tidak jauh dari rumah jadi hanya lima belas menit Sinta sudah kembali ke rumah.Sinta segera memberikan testpack itu ke tangan Bella lalu Bella segera masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah alat itu di celupkan ke pipisnya,jantung Bella berdegup kencang menanti hasilnya.Bella menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena tidak mau melihat secara langsung saat alat itu bekerja menghasilkan garis merah.
"Bell...gimana,nak!"seru Bunda di balik pintu.
"Ya Bunda sebentar..."sahut Bella.
Bella menarik nafasnya dan mengangkat testpack itu ke depan wajahnya,seketika Bella berkaca-kaca saat testpack itu menghasilkan garis merah dua.Bella langsung meneteskan air matanya karena tidak bisa membendung haru bahagia.
Bella keluar dan langsung memeluk Bunda erat,"Jadi gimana?"tanya Bunda.
Bella melerai pelukannya dan memberikan hasilnya kepada Bunda.
"Positif.."pekik Bunda dan bunda langsung memeluk Bella serta mencium seluruh wajah Bella.
"Terima kasih ya Allah.."puji syukur Bunda kepada sang pencipta.
"Selamat ya Bell..."ucap Sinta yang ikut senang dengan kehamilan Bella.
"Kamu harus kasih tau Adit.."tukas Bunda.
"Ya, Bun tapi nanti."sambung Bella.
Bella mengelus perutnya dan berharap kehamilan yang sekarang selalu dalam lindungan Allah dan di jauhkan dari segala bahaya.Juga semoga kehamilannya yang sekarang bisa sampai melahirkan tidak seperti dengan kehamilan yang pertama,dia harus keguguran dan kehilangan sang calon buah hati.
Senyum Bella terus mengembang dan mengelus perutnya lalu Bella memeluk Bunda dengan erat serta air mata Bella mengalir ke pipinya,ya...air mata bahagia.
__ADS_1