Nikah Muda

Nikah Muda
Jangan Bilang Gendut


__ADS_3

"Dok,saya pulang duluan ya..."pamit suster Ana sembari melangkah.


"Iya,An.."sahut Sinta.


Sinta yang masih berada di ruangannya tengah membereskan meja kerjanya, tiba-tiba ada tangan kekar melingkar di pinggangnya sembari mengecup pipinya.


"Mas..."ucap Sinta yang terkejut dengan kedatangan Fahri.


"Hmm, kenapa?"tanya Fahri.


"Lepaskan dulu,aku harus membereskan ini dulu."sambung Sinta.


Dengan terpaksa Fahri melepaskan Sinta dan membiarkan kekasih hatinya membereskan pekerjaannya.Fahri duduk menunggu sembari memperhatikan Sinta membereskan meja kerjanya.


"Sudah?"tanya Fahri yang melihat Sinta menyimpan jas putihnya.


"Sudah,ayo kita pulang..."ajak Sinta.


Fahri bangkit dan mengulurkan tangannya meminta tangan Sinta untuk di genggamnya.


"Kita langsung ke rumahku saja,ya.Kita harus membicarakan soal rencana kita kepada kedua orang tuaku."cetus Fahri sembari melangkah bersama Sinta.


"Baiklah.."


***


Fahri dan Sinta sudah tiba di rumah Fahri,mereka melangkah bersama ke dalam rumah.


"Ma..."panggil Fahri.


Mama Dina yang lagi menata makan malam menengok ke arah Fahri dan Sinta,Mama Dina tersenyum saat menatap Sinta.


"Eh,ada Sinta.."seru Mama Dina.


Sinta menghampiri Mama Dina dan mencium tangan Mama Dina.


"Gimana kabar Tante.."


"Panggilnya jangan Tante dong,kan kamu bakal jadi anak Mama."pinta Mama Dina seraya mengelus lengan Sinta.


"Iya Tan...eh Ma.."panggil Sinta canggung.


"Mana Papa?"tanya Fahri.


"Ada,tadi lagi terima telpon dari kliennya..."balas Mama Dina.


Baru saja selesai membicarakannya, Papa Surya datang dari arah teras belakang.


"Malam om.."sapa Sinta.


"Papa sayang.."timpal Mama Dina seraya menepuk pelan punggung Sinta.


"Iya Pa..."


"Ayo ayo kita makan malam dulu."ajak Mama Dina.


Mereka semua langsung makan malam dengan hikmat dan sangat menikmati kebersamaan mereka walau ada yang kurang lengkap yaitu tidak ada Aditya dan Bella.

__ADS_1


Selesai dengan makan malamnya,mereka semua kini tengah berada di ruang keluarga membicarakan keseharian mereka,hingga tiba di mana pembicaraan serius tentang hubungan Fahri dan Sinta.


"Ma,Pa...rencananya Abang akhir bulan ini ingin segera meresmikan hubungan Abang sama Sinta,menurut Papa sama Mama gimana?"


"Apa keluarga Nak Sinta sudah tahu soal hubungan kalian."tanya Mama Dina.


"Sudah Ma.."sahut Sinta.


"Bahkan kedua orang tuaku sudah menunggu kedatangan Mas Fahri."sambung Sinta.


"Mama sih setuju-setuju saja,tinggal kita mempersiapkan apa saja yang akan kita bawa untuk keluarga Sinta."


"Tapi Abang ingin pernikahan Abang di selenggarakan sebelum Bella melahirkan."tukas Fahri.


"Nanti kita bicarakan lagi dengan orang tua Sinta."sambung Papa Surya.


***


Saat ini,Bella tengah bersantai dan bersandar ke dada bidang Aditya.Mereka tengah menonton tivi dan menampilkan acara makan-makan dengan menu seafood yaitu kepiting asam manis, seketika Bella ingin memakan yang seperti di dalam acara tersebut.


"By...pengen."rengek Bella.


"Pengen apa?"tanya Aditya.


"Pengen makan seperti yang ada di acara tivi itu."tunjuk Bella ke tivi.


"Cepat cari yang seperti itu.."pinta Bella.


"Iya.."ucap Aditya pelan.


Aditya bangkit dan mencari makanan yang di inginkan oleh Bella,meski hari sudah mulai larut Aditya tetap mencari apa yang di inginkan istrinya.


"Nyari ke mana lagi ya?"gumam Aditya sembari menyetir mobilnya.


Aditya berhenti di persimpangan jalan,sembari mengingat di mana lagi dia harus mencari restoran yang menyediakan menu yang di inginkan Bella,sehingga pandangannya jatuh ke pedagang kaki lima dan kebetulan pedagang tersebut menyediakan menu seafood.


Aditya turun dari mobil dan berharap pedagang tenda tersebut menyediakan kepiting asam manis.


"Bang,di sini ada kepiting asam manis?"tanya Aditya.


"Ada Mas."


"Saya pesan satu bungkus ya..."


Akhirnya Aditya bisa bernafas lega, karena apa yang di carinya ada.Setelah menunggu, pesanan Aditya sudah matang.Aditya tersenyum sumringah menerima pesanannya dan segera membayarnya.


Aditya memacu mobilnya di membelah jalan sembari mendengarkan musik dari radio.Tidak membutuhkan waktu lama mobil yang di kendarai oleh Aditya sampai rumah,Aditya segera mematikan mesin mobilnya dan turun dengan hati riang karena membawa pesanan Bella.


Tring


satu pesan masuk dari Fahri.


Fahri.


Dit,akhir bulan ini Abang mau melamar Sinta.Abang harap kamu,Bella dan Bunda bisa ikut menemani Abang melamar Sinta.


Me.

__ADS_1


Ok,pasti kami semua akan menemani Abang melamar kak Sinta.


Aditya kembali melanjutkan langkahnya dan segera memberikan pesanannya ke Bella.Aditya membuka pintu dari arah samping rumah dan menuju ke dapur.Aditya menuangkan kepiting asam manis itu ke piring dan segera menemui Bella.


Saat Aditya tiba di kamarnya,Bella tengah menangis tersedu-sedu.Aditya menyimpan piring di meja rias dan mendekati Bella.


"Bell,kamu kenapa?"tanya Aditya lembut sembari menyentuh bahu Bella.


Bella menatap Aditya berang lalu mendorong tubuh Aditya.Sedangkan Aditya bingung dengan apa yang Bella lakukan terhadapnya.


"Sayang,apa yang terjadi?"tanya Aditya lagi yang bingung dengan sikap Bella.


"Aku nggak mau lihat kamu!"sentak Bella berang.


"Kenapa?apa yang telah terjadi?"


"Kamu ngatain aku gendut."pekik Bella kembali meneteskan air matanya.


"Kapan aku bilang kayak gitu?"ucap Aditya bingung.


"Tadi..."lirih Bella.


"Tadi,,"cicit Aditya," Sayang,aku kan baru pulang membeli kepiting asam manis pesanan kamu.Terus kapan aku bilang kamu gendut."ujar Aditya.


Tangis Bella semakin terdengar nyaring,membuat Aditya semakin di buat bingung oleh tingkah Bella.


"Kamu barusan ngatain aku gendut,"ucap Bella dengan derai air mata.


"Sayang,aku nggak bilang kamu gendut.Aku cuma mengatakan kapan aku bilang kamu gendut,bukan ngatain kamu gendut."tutur Aditya.


"Tapi kamu ngomongnya ada gendutnya, berarti kamu ngatain aku gendut."kekeh Bella.


"Sayang...bukan begitu."ucap Aditya frustasi.


Aditya menghela nafasnya pelan dan menatap Bella.Aditya akan memeluk Bella tapi Bella malah memukul dada Aditya.


"Aku nggak suka kamu ngomongin gendut,"ungkap Bella yang terus memukul dada Aditya.


Bukannya tadi dia sendiri yang bilang kata gendut, Kenapa malah aku yang di salahin.Batin Aditya


"Ya,aku janji nggak akan mengatakan soal gendut lagi."


"Tuhkan kamu bilang lagi.."rengek Bella mulai menangis lagi.


"Ya ya..maaf."


Aditya harus sabar menghadapi ibu hamil yang kadangkala bisa berubah sifatnya karena hormon ibu hamil.


"Sekarang bisa jelasin kapan aku bilang kaya gitu?"tanya Aditya dengan hati-hati


"Tadi aku mimpi,kamu terus ngatain aku gendut,gendut,gendut."ucap Bella sendu.


"Itukan cuma mimpi sayang,hanya bunga tidur."


"Tapikan tetap saja aku nggak suka kamu bilang kata gendut."tukas Bella.


"Iya,aku nggak akan bilang kata gendut."sambung Aditya sembari memeluk Bella.

__ADS_1


"Tuhkan bilang kata gendut lagi.."rengek Bella seraya memukul dada Aditya dengan kesal.


Salah lagi...


__ADS_2