
Hari ini hari ke lima Bella di rawat, keadaan Bella juga sudah semakin membaik bahkan luka-lukanya pun sudah mengering.
Saat ini Bella tengah uring-uringan karena sudah tak betah lagi berada di rumah sakit,Bella ingin pulang ke rumah.
"Adit...kapan pulang ke rumah"rengek Bella yang sudah ke berapa kalinya merengek.
" Iya,nanti aku tanyain ke dokter.Kapan kamu boleh pulang?."
" Aku sudah bosan berada di sini terus,badanku pegal semua karena terlalu lama berbaring."keluh Bella yang tak henti-hentinya merengek ingin pulang
" Sabar..."seraya mengusap lengan Bella." Kita harus tau dulu keadaan kamu,apa benar-benar sudah bagus hasil pemeriksaan kamu."Aditya terus memberi pengertian kepada Bella.
Bella langsung membalikan badannya menghadap ke arah lain,Aditya hanya bisa mengusap dadanya melihat Bella yang tengah merajuk.Kali ini Aditya harus benar-benar ekstra sabar menghadapi rengekan Bella,tapi mau gimana lagi.Aditya tak ingin ada keluhan di kemudian hari jika Bella memaksa pulang tanpa ada kejelasan dari dokter tentang kondisi Bella.
" Bella sayang..."rayu Aditya yang mendekatkan wajahnya ke curuk leher Bella.
Bella langsung menutup seluruh badannya dengan selimut.Kali ini Bella benar-benar sudah bosan berada di rumah sakit,Bella rindu rumah,rindu kamarnya dan rindu masakan rumah.
"Bell...ngadep sini dong jangan menghadap ke sana,aku jadi sedih."bujuk Aditya disertai tangisan palsu.
Tapi Bella tak mengindahkan ucapan Aditya,Bella tetap menghadap ke arah lain dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Bunda datang setelah makan siang di kantin rumah sakit,dan tak lupa membawakan makan siang buat Aditya.
" Bella kenapa?"tanya Bunda yang melihat kelakuan Bella yang menutupi seluruh tubuhnya.
" Bella lagi merajuk,Bun.Dia ingin cepat-cepat pulang ke rumah."ujar Aditya.
" Oh,sudah biarkan saja Bella menutupi badannya.Lebih baik kamu makan dulu dari pada nanti kamu yang sakit,kan repot ngurusnya."seloroh Bunda Ratna seraya menyodorkan makanannya ke Aditya.
Aditya menghampiri Bunda yang tengah duduk di sofa.Bella yang tengah kesal di tambah kesal lagi saat Bunda bersikap biasa saja.
Bella membuka selimutnya dan membalikkan badannya menatap Aditya yang tengah asik dengan makanan yang Bunda bawakan.Bella merengut saat Aditya menatapnya cuek,Bella mendengus kesal saat tak ada orang yang mengerti dirinya.
Selesai makan Aditya kembali mendekat ke ranjang Bella." Biar nggak bosan,gimana kalau aku ajak kamu jalan-jalan ke taman "tawar Aditya.
" Baiklah.."ucap Bella ketus.
Aditya mengambil kursi roda yang sudah di sediakan oleh suster."Gendong..."ucap Bella manja.
Aditya mengangkat tubuh Bella dan mendudukkannya di kursi roda.
"Bun,kami keluar dulu ya,mau ajak Bella jalan-jalan ke taman rumah sakit,biar Bella nggak bosen berada di kamar terus."pamit Aditya kepada Bunda.
" Iya,sana bawa Bella biar bibirnya nggak manyun lima centi."celetuk Bunda.
__ADS_1
" Ish,Bunda mah gitu."Bella mengerucutkan bibirnya saat Bunda meledeknya.
Aditya mendorong kursi roda yang di gunakan Bella keluar ruang rawatnya ,Bella begitu senang bisa menghirup udara luar.Kini keduanya sudah berada di taman rumah sakit,Bella merentangkan tangannya seraya menikmati suasana taman rumah sakit.Aditya tersenyum melihat Bella tidak merajuk lagi.
" Gimana,kamu senang?"tanya Aditya yang merapikan anak rambut Bella yang terkena angin.
" Iya..aku bosan di kamar terus."cetus Bella.yang memperhatikan seorang anak kecil yang tengah berlari-lari.
" Lucu ya,anak perempuan itu."tunjuk Bella pada anak yang tengah memangku bonekanya dengan rambut di kuncir dua.
" Iya,lucu.Nanti kita juga bakal punya yang lebih lucu dari anak itu."sahut Aditya yang ikut memperhatikan anak perempuan itu.
" Tapi kapan?"ucap Bella yang mulai menatap Aditya sendu.
"Setelah kamu sudah benar-benar di nyatakan pulih dan di perbolehkan untuk hamil lagi."Aditya membawa tangan Bella untuk di cium.
" Kita akan membuatnya setiap hari,kalau perlu setiap saat."seloroh Aditya seraya mengulum senyumnya.
" Itu mah maunya kamu,"sahut Bella ketus.
" Kamu juga kali,buktinya kamu selalu menikmatinya saat aku meng----"Bella langsung menutup mulut Aditya dan melototinya.
Aditya terkekeh-kekeh melihat reaksi Bella," Sudah jangan di terusin ngomongnya,yang ada nanti kamu ngomongnya semakin mesum."cetus Bella.
" Ya,emang bener kenyataannya kaya gitu."Aditya terus menggoda Bella.
Tiba-tiba kaki Aditya terlempar bola,Aditya mengambil bola tersebut saat ada anak lelaki yang sekitar berumur tiga tahun menghampirinya.
" Angkhey, ntu boya akhu.."pinta anak kecil itu.
" Ini,,tapi uncle boleh ikut bermain bola."tawar Aditya.
Anak kecil itu memicingkan matanya ke atas sembari mengetuk-ngetuk dagunya.Hal itu membuat Bella tersenyum gemas melihat tingkah polah anak kecil itu.
" Emang angkhey bicha mahin boya."seloroh anak itu.
" Bisa dong,masa uncle nggak bisa main bola."sahut Aditya.
" Boyeh deh..."jawabnya.
Aditya dan bocah kecil itu bermain bola dengan riang.Bella yang menyaksikannya tersenyum saat kaki mungil itu meleset menendang bola,Bella benar-benar senang dan melupakan ke keinginannya meminta pulang.
Selesai dengan bermain bola,Aditya kembali dengan bocah lelaki itu seraya di gendong oleh Aditya dan mendudukkannya di bangku panjang dekat kursi roda Bella.
" Aunty boleh tanya,siapa nama kamu?"tanya Bella.
__ADS_1
" Nama akhu Laga."jawab bocah itu.
"Siapa namanya."ulang Aditya.
"Laga,angkhey.Namakhuh Laga."Keukeh si bocah itu.
" Raga.."ucap Bella dan di balas dengan gelengan.
" Hmm..Raja."tebak Aditya.
" Buchan,tapi LAGA,,,," bocah itu mengerucutkan bibirnya.
" Iya,ya.Namanya Laga.."ucap Aditya mengalah karena bocah itu mulai merajuk
" Buchan Laga angkhey,tapi L A G A."bocah itu semakin kesal karena salah menyebutkan namanya.
Tidak lama baby sitter nya datang menghampiri Aditya dan Bella yang tengah mengajak bocah itu mengobrol.
"Tuan muda Rangga,ayo kita pulang dulu,Daddy sudah menunggunya."ucap sang suster.
" Shuchey,meyeka nndak bicha biyang nama Laga."adu bocah kecil itu kepada pengasuhnya.
" Biar suster kasih tau nama tuan,ya."bocah itu menganggukkan kepalanya.
" Siapa namanya."tanya Bella yang penasaran siapa nama anak itu.
" Namanya Rangga."
" Oh..namanya Rangga.."ucap Bella dan Aditya bersamaan.
" Iya,nama akhu Laga angkhey bukan Laga."cetus bocah itu yang bernama Rangga.
" Iya, Sekarang uncle sudah tahu nama kamu Rangga bukan Laga."
" Iya,tadhi angkhey payah nndak bicha biyang nama na akhuh."seloroh Rangga yang sembari menggelengkan kepalanya.
"Iya, uncle payah."cetus Bella yang ikut mengejek Aditya.
" Ayo tuan Rangga kita pulang."ajak suster itu.
" Dadah angkhey ndan onthiy."
"Iya,dadah..."sahut Bella seraya melambaikan tangannya.
" Sekarang kita balik lagi ke kamar ya,"pinta Aditya.
__ADS_1
"Iya..."