
Siangpun berganti malam,Aditya yang baru selesai membereskan alat-alat bengkel yang juga di bantu sama bang Edo dan Sigit.Setelah selesai mereka pun beriringan keluar dari bengkel dan bersiap untuk pulang.
"Kita pulang duluan..."ujar Bang Edo yang baru saja mengunci pintu bengkel.
"Ya.."jawab Aditya sembari menganggukkan kepalanya.
Setelah Sigit dan Bang Edo pergi,Aditya mengajak Bella pulang.
"Ayo,kita juga pulang."ajaknya kepada Bella.
Bella langsung naik ke motor dan melingkarkan tangannya di perut Aditya.
"Kita pulang ke rumah Bunda atau ke rumah Mama..."seru Bella di balik punggung Aditya.
"Kita ke rumah Bunda."sahut Aditya sembari menengok kepalanya sebentar.
Mereka pun tiba di rumah Bunda Ratna,dan melangkah masuk dari pintu samping.
"Bunda..."sapa Bella.
Bunda yang sedang duduk sembari menonton televisi menengok dan melihat putri tercintanya sudah pulang ke rumah.
"Kalian sudah pulang,Bunda sangat merindukan kalian."tutur Bunda,Bella langsung memeluk Bunda dari samping.
"Bella juga,Bun..."timpal Bella.
"Kalian sudah makan?"tanya Bunda yang mengelus rambut Bella.
"Belum..."jawab Bella.
"Sana,kalian makan dulu."tukas Bunda.
"Iya...."
Bella bangun dari duduknya dan mengajak Aditya untuk makan malam.
"Bella..."seru seseorang menyapa Bella.
__ADS_1
Bella langsung memutarkan tubuhnya dan melihat siapa yang menyapanya.
"Kak Sinta..."cicit Bella."Kok,kak Sinta ada di sini?"ungkap Bella yang bingung.
"Iya,aku akan tinggal di sini karena mulai besok kakak akan bekerja di rumah sakit P."sambung Sinta lalu pandangannya mengarah kepada Aditya.
"Itu pasti Adit.."
"Iya, dia Adit.Dit kenalin ini Kak Sinta anak teman Bunda."
Aditya dan Sinta saling berjabat tangan dan juga saling memperkenalkan diri.
"Kak Sinta sudah makan?"tanya Bella yang sedang mengisi nasi di piring.
"Sudah tadi sama Tante Ratna."ujarnya."Kalau gitu,kakak balik ke kamar ya..."Bella hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
Selesai dengan makan malamnya,Bella dan Aditya langsung melangkahkan kakinya ke kamar mereka dan membersihkan diri.
"Bell,aku mau bicara.."ucap Aditya yang sedang tiduran berbantal paha Bella.
"Mau bicara apa?"
"Gimana dengan Bunda..."tanya Bella.
"Kita pelan-pelan ngomong sama Bunda,kalau kita mau hidup mandiri dan tidak terus menerus bergantung sama Bunda maupun Mama."sambung Aditya yang menarik tangan Bella yang sedang mengelus rambutnya lalu mencium tangan Bella.
"Gimana?"tanya Aditya lagi.
"Baiklah,aku ikut kamu aja gimana baiknya."jawab Bella.
"Ini baru istrinya Adit..."seloroh Aditya seraya tersenyum simpul.
"Terus kita pindahnya kapan?"ujar Bella.
"Setelah mendapat persetujuan dari Bunda,sayang ...."cetus Aditya.Bella hanya manggut-manggut setelah mendapat jawaban dari Aditya.
Aditya melirik jam yang tergantung di dinding dan ternyata sudah pukul sepuluh malam lebih.
__ADS_1
"Ayo kita tidur,besok harus bekerja lebih giat lagi agar aku bisa memenuhi semua kebutuhan kamu."cetus Aditya.
Bella langsung merebahkan tubuhnya di samping Aditya dan Aditya memeluk Bella dari samping.
***
Pagi pun menjelang,selesai dengan mandinya Bella langsung membantu Bunda Ratna di dapur untuk menyiapkan sarapan.Selesai dengan alat dapur dan acara memasak Bella kembali ke kamar untuk menyiapkan keperluan Aditya sebelum berangkat ke bengkel.
Selesai dengan tugasnya sebagai istri yang menyiapkan segala sesuatu untuk Aditya,Bella mengajak Aditya sarapan bersama-sama.
"Pagi..Tante,pagi Bell,Adit..."sapa Sinta yang sudah rapih dengan setelan kerjanya.
"Pagi juga.."timpal Bella yang sedang meletakan sarapan untuk Aditya.
"Mulai masuk kerja hari ini?"tanya Bunda.
"Iya,Tante..."sahut Sinta sembari meletakan tasnya di atas meja.
Mereka pun sarapan bersama dengan diam,hanya bunyi detingan sendok yang beradu dengan piring.Selesai dengan sarapan,Sinta lebih dulu berangkat kerja sedangkan Aditya memilih menunggu Bunda dan Bella membereskan meja makan.
"Bunda,ada yang ingin Adit bicarakan."ucap Aditya serius.
Bunda mengernyitkan dahinya menatap Aditya yang memasang wajah serius,Bunda langsung duduk di kursi dan menatap Aditya.
"Sepertinya serius.."ujar Bunda.
"Iya,ini soal..."ucapan Aditya terjeda karena ragu untuk mengungkapkannya,"Ehem..gini Bun,Adit punya rencana kalau Adit dan Bella mau hidup mandiri dan akan tinggal di bengkel.Kebetulan ruko yang menjadi bengkel memiliki dua lantai,jadi kita akan tinggal di sana."
Bunda diam dan tak merespon ucapan Aditya,karena terkejut dengan penuturan Aditya.
"Bunda..."Bella menyentuh tangan Bunda.
Bunda menghela nafasnya pelan,"Apa kamu serius dengan ucapan kamu,Dit."tukas Bunda yang langsung menjadi sendu.
"Iya,Bun.Adit serius dengan ucapan Adit."
"Tolong pikiran masak-masak, sebelum pindah dari sini."cetus Bunda yang langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Aditya dan Bella.
__ADS_1
Aditya dan Bella saling pandang,dan menghela nafas.Sepertinya susah minta persetujuan dari Bunda.