
Setelah kejadian tadi,Bella kembali ke dalam kelas karena masih ada tugas kuliah,dan yang mengajarnya adalah dosen killer.Terlambat beberapa menit saja tidak akan bisa mengikuti pelajaran pak Agung.
Bella dan Risa mengikuti pelajaran pak Agung dengan serius sebab materi yang di berikan oleh pak Agung sangat penting untuk tugas harian Bella dan Risa.
Kurang lebih dari satu setengah jam pak Agung mengajar dan kini Bella bisa bernafas lega.Bella dan Risa keluar dari ruang kelas dan berjalan menuju parkiran mobil.Aditya sudah menunggunya di sana.
"Dit..."panggil Bella.
Aditya tersenyum saat sang pujaan hati sudah di hadapannya,tidak lama sebuah mobil sedan datang untuk menjemput Risa dan siapa lagi kalau bukan Daniel.
"Bell..aku duluan ya..."seru Risa yang langsung di bukakan pintu oleh Daniel tanpa Daniel keluar.
"Oke..."sahut Bella seraya mengangkat jempolnya ke udara.
"Kayaknya mereka semakin serius aja."celetuk Aditya yang memandangi mobil Daniel yang sudah meninggalkan area kampus.
"Iya,bahkan Risa sudah di lamar sama Daniel."sambung Bella yang tersenyum memandang wajah tampan Aditya.
"Bagus deh kalau begitu,semoga saja Daniel pilihan terbaik Risa."timpal Aditya.
"Ayo kita juga pulang,atau mau kemana dulu."ucap Aditya seraya menggandeng bahu Bella menuju mobilnya.
"Kok,badan kamu bau sih..."endus Bella lalu menutupi hidungnya.
"Masa sih..."
Aditya langsung mengangkat tangannya lalu mencium aroma tubuhnya,tapi yang tercium oleh Aditya adalah minyak wangi bukan bau badannya.
"Nggak kok yang,aku nggak bau.."ujar Aditya.
"Bau...Dit.."kekeh Bella sambil menjepit hidungnya dengan kedua jarinya.
"Masa sih..."Aditya kembali menciumi badannya tapi tidak bau.
Aku nggak bau,tapi kenapa Bella bilang aku bau ya.Apa hidung Bella lagi bermasalah?.Batin Aditya yang merasa heran.
__ADS_1
"Adit...cepat buka pintu mobilnya..."teriak Bella dari samping mobil.
"Iya..."sahut Aditya berlari kecil ke arah mobil dan langsung memencet tombol on dari kunci mobil.Aditya membuka pintu mobil depan tapi Yang ada Bella malah membuka pintu belakang.
"Kok, duduknya di belakang?"tanya Aditya bingung.
"Kamukan bau.."cetus Bella langsung masuk ke dalam mobil.
"Kenapa Bella mengatakan aku bau terus sih..."gerutu Aditya sembari berjalan ke pintu mobil.
Aku kaya berasa supirnya Bella.Batin Aditya yang melihat Bella tengah memainkan gawainya.
"Kita mau kemana dulu nih..."tanya Aditya sebelum mobilnya nyala.
"Aku mau pulang,mau istirahat dan aku merasa capek dan lelah."sambung Bella.
"Oke..."
***
Saat sudah berada di dalam lift,Fahri bertemu dengan Dewi."Pak..."sapa Dewi.
"Iya.."jawab Fahri sembari menganggukkan kepalanya pelan.
Tidak ada pembicaraan di antara Fahri dan Dewi sampai lift terbuka di lantai dasar dan semua orang berhambur keluar dari lift.
"Saya duluan Pak.."pamit Dewi yang sebenarnya masih berharap perasaannya di balas oleh Fahri tapi nyatanya tidak terbalaskan.
Fahri keluar paling akhir dari dalam lift, berkali-kali Fahri melihat jam di pergelangan tangannya.Dengan langkah lebar Fahri berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di basemen kantor.
Fahri langsung memacu mobilnya ke jalan besar dan mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang.Hingga dia tiba di rumah sakit,dimana Sinta bekerja.Sinta yang sudah menunggunya langsung masuk ke dalam mobil dan langsung memasang seatbeltnya.
"Kita mau kemana dulu?"tanya Fahri yang merapihkan anak rambut Sinta.
"Gimana kita makan dulu.."usul Sinta yang tersenyum manis.
__ADS_1
"Oke,kita makan dulu..."
Fahri langsung menyalakan mobilnya dan berjalan meninggalkan pelataran rumah sakit.Selama perjalanan tangan Fahri selalu menggenggam tangan Sinta,dia tidak melepaskan genggamnya.
Fahri membelokan mobilnya ke sebuah restoran Jepang dan memarkirkan mobilnya di sana.
"Kita makan di sini nggak papa?"tanya Fahri dan di jawab anggukan kepala oleh Sinta.
Fahri memesan ruangan private dan langsung di antar oleh pelayan wanita.
"Silahkan..."ucap pelayan itu setelah menggeser pintu ruangan.
Fahri dan Sinta masuk dan langsung duduk."Kamu mau pesan apa?"tanya Fahri.
"Sebentar.."sahut Sinta seraya membolak-balikkan buku menunya.
"Aku mau Takoyaki dan sashimi."ujar Sinta kepada pelayan.
"Ada lagi.."tanyanya
"Kalau saya,samain saja pesanannya."sahut Fahri.
Pelayan wanita mencatat pesanan Fahri dan Sinta,setelah itu meninggalkan ruangan itu.Kini tinggallah mereka berdua di ruangan itu dan Fahri menggeser duduknya ke Sinta.
"Yang...aku mau mengatakan sesuatu."kata Fahri sembari mengambil tangan Sinta.
"Katakan.."timpal Sinta yang penasaran.
"Aku tau hubungan kita baru terjalin dan belum lama kita saling mengenal.Tapi aku sangat serius menjalani hubungan ini dan tidak ada kata main-main lagi dalam hidupku untuk menjalin sebuah hubungan bersama orang yang aku sayang.Jadi kamu mau tidak menjadi ibu dari anak-anakku dan jadi istri seorang Fahri,maaf aku memang tidak bisa romantis seperti di novel-novel yang sering kamu baca."tutur Fahri sembari menatap Sinta penuh harap.
Sinta diam,bahkan dia masih mencerna perkataan Fahri.Sinta tak mampu berkata-kata Selain menitikan air matanya.
"Jadi gimana?"tanya Fahri.
"Ya,aku mau jadi istri dari Fahri dan ibu dari anak-anakmu."jawab Sinta seraya meneteskan air matanya.
__ADS_1