
Selepas keluarga Aditya pulang,Aditya dan Bella memilih mengistirahatkan tubuhnya.Rasa penat yang Aditya rasakan seharian,terbayar lunas dengan kebahagiaan yang tengah di rasakannya.
Setelah membersihkan diri,Aditya duduk terdiam memandang Bella yang tengah bermain game di handphonenya.Sebenarnya Aditya ingin sekali memeluk Bella dan menciumi seluruh wajahnya,tapi apalah daya dia tidak bisa melakukannya karena Bella tidak mau di dekati olehnya.
Bella meletakkan handphonenya di atas nakas dan melihat Aditya tengah memandangnya.
"Kenapa?"tanya Bella.
Aditya menggeleng sembari tersenyum simpul."Terima kasih karena sudah mau mengandung anakku,maaf tadi pagi aku sempat kesal sama kamu sayang."ungkap Aditya yang hanya bisa memandangi Bella tanpa bisa menyentuhnya.
"Iya,aku juga minta maaf karena selalu mengatai kamu bau.Aku juga nggak tau kenapa kalau aku dekat sama kamu aku merasa badan kamu bau,aneh sih!.Beda sama hamil pertama, malahan aku suka cium bau ketiak kamu tapi kenapa yang sekarang berbeda?"
"Nggak apa-apa,yang penting kalian selalu sehat dan selalu di lindungi oleh Tuhan.Aku janji,kali ini aku akan menjaga kalian bertiga dengan lebih baik lagi dari sebelumnya."janji Aditya pada dirinya sendiri dan juga untuk Bella.
"Terus sekarang kamu tidur dimana?"tanya Bella bingung dan nggak mungkin Bella menyuruh Aditya tidur di luar lagi.
"Tenang,aku akan tidur di bawah.Bunda sudah nyiapin kasur buat aku tidur di situ."tunjuk Aditya.
Aditya lalu bangkit dan berjalan ke luar, dimana Bunda sudah menyiapkan kasur lipat untuk Aditya tidur.Aditya mengambil dan membawanya ke kamar dan Aditya menggelar kasur lipat itu di lantai.Sedangkan Bella mengambil selimut dari dalam lemari dan memberikannya kepada Aditya juga bantalnya.
"Terima kasih sayang..."ungkap Aditya.
"Iya Hubby..."balas Bella.
Aditya menautkan kedua alisnya,saat dia mendengar kata Hubby."Tadi kamu bilang apa?"tanya Aditya.
"Hubby."jawab Bella,"Memang kenapa?aneh ya?"balik tanya.
Aditya menggeleng seraya tersenyum,"Aku suka..."tukas Aditya.
__ADS_1
"Mulai sekarang bisakan kamu memanggilku dengan sebutan Hubby."pinta Aditya.
"Baiklah my hubby..." kata Bella seraya tersenyum manis.
"Kalau bisa aku deketin,kamu sudah habis aku makan.."
"Memangnya aku makanan.."sungut Bella sembari mencebikan bibirnya.
Sedangkan Aditya hanya terkekeh-kekeh melihat Bella,ingin rasanya mencubit pipi chubby Bella.
"Ayo tidur,aku nggak akan biarkan kamu tidur terlalu larut."titah Aditya.
Tanpa di perintah dua kali Bella langsung merebahkan diri di kasur dan menarik selimut sampai batas dadanya dan mulai tertidur.Sedangkan Aditya hanya terdiam dan menunggu Bella terlelap, cukup lama Aditya menunggu Bella tidur terlelap.
Aditya bangun dan memastikan Bella benar-benar sudah lelap dalam tidurnya dan Aditya pindah ke samping Bella lalu dia memberanikan diri memeluk Bella dan mencium.Lalu pandangan Aditya turun ke perut Bella dan dengan sangat pelan Aditya bergerak dan mencium perut Bella seraya berbisik kepada sang buah hatinya.
Aditya lalu merebahkan diri di samping Bella dan memeluk Bella seraya mengelus pelan perut Bella.Aditya juga sudah pasang alarm pukul setengah empat pagi dan Aditya akan pindah tidurnya di kasur lipat yang sudah dia gelar di lantai.
***
Seperti yang sudah di rencanakan,Aditya bangun saat mendengar suara alam bunyi dan Aditya bangun dengan sangat pelan takut Bella terbangun dari tidurnya.Aditya berdiri memandangi wajah damai sang istri dan tersenyum.
Hanya dengan cara seperti ini agar aku bisa memeluk dan mencium kamu saat kamu tertidur.Aku cinta kamu Bell Lestari,istriku sayang.Batin Aditya dan segera Aditya merebahkan diri di kasur lipat dan kembali tidur.
Waktu terus berputar,Bella yang masih tertidur tiba-tiba merasakan perutnya bergejolak.Bella bangun dan berlari ke kamar mandi lalu Bella memuntahkan isi perutnya.
Hoek Hoek Hoek
Samar-samar Aditya mendengar suara orang tengah muntah,Aditya mengerjapkan matanya beberapa kali lalu di tersadar apa yang di dengarnya adalah suara Bella yang tengah mengalami morning sickness.
__ADS_1
Seger Aditya bangun dan berjalan ke arah kamar mandi dan melihat Bella tengah berjongkok di depan closet seraya memuntahkan isinya.Aditya memijat tengkuk Bella pelan agar bisa membantu Bella memuntahkan isinya tapi justru yang keluar hanya berupa cairan.
Selesai dengan muntah-muntah,Bella memejamkan matanya dengan nafas tersengal.Rasa pusing dan mual menjadi satu,lalu Bella bangun di bantu oleh Aditya.Satu tangan Bella menutup hidungnya karena Aditya berada di dekatnya.
"Maaf..."ucap Aditya yang tengah memapah Bella.
"Iya,nggak apa-apa kok."balas Bella santai.
Bella duduk di tepian kasur,"Aku akan buat teh hangat buat kamu,tunggu sebentar ya aku nggak akan lama."
Segera Aditya ke dapur membuat teh hangat buat Bella.Bunda yang memang sudah bangun lebih awal menatap Aditya heran.
"Tumben jam segini sudah bangun?"sindir Bunda.
"Iya,Bella tadi muntah-muntah, sekarang Adit mau buat teh hangat untuk Bella, Bun."tukas Aditya sembari menyeduh teh di cangkir.
"Oh,,,"
Selesai membuat teh hangat,Aditya bergegas membawa teh hangat itu kepada Bella.
"Sayang,minumlah tehnya mumpung masih hangat."titah Aditya dan Bella segera menerima teh itu dari Aditya seraya menutup hidungnya.
Aditya duduk di depan meja rias dan menghadap ke Bella.Sedangkan Bella langsung meneguk teh hangat buatan sang suami.
"Terima kasih teh hangatnya,ini sangat membantu mengurangi rasa mual dan pusingku,Hubby."seloroh Bella seraya tersenyum simpul.
"Ya, sama-sama.Apa sih yang nggak buat istriku tercinta."
Mereka tertawa bersama meski tak bisa saling memeluk tapi cukup dengan saling perhatian sudah cukup buat kebahagian yang tercipta di antara mereka.Kebahagiaan itu hanya kita yang bisa menciptakannya hanya dengan cara saling berbagi,saling perhatian,saling mengasihi,saling menghargai.
__ADS_1