
Aditya tersenyum di balik dinding penyekat antara ruang dapur dan ruang makan.Aditya lega saat Fahri mulai menyerah mendekati Bella.
Ya...Aditya menguping semua pembicaraan Fahri dan Bella,Aditya tersenyum bahagia karena tanpa susah payah Fahri sudah mundur terlebih dulu.Harapan Aditya semoga abangnya mendapatkan wanita yang begitu tulus mencintai abangnya tanpa syarat.
Aditya bergegas kembali ke tempat Mama Dina dan Bunda Ratna saat melihat Fahri akan kembali ke sana.
Dengan wajah lesu Fahri duduk di tempat semula,dan hal itu membuat Mama Dina terheran-heran.
" Kamu kenapa,Bang?"tanya Mama Dina yang melihat Fahri seperti tak memiliki semangat hidup.
" Abang nggak kenapa-napa,Ma..."jawabnya lesu.
" Terus kenapa Abang kayak nggak ada semangat gitu?"cetus Mama Dina yang begitu lekat menatap Fahri.
" Abang beneran nggak apa-apa,kok."memaksa tersenyum palsu demi meyakinkan Mama Dina.
Bella kembali bergabung dan duduk di samping Aditya.Bella menyenderkan kepalanya di dada Aditya dan hal ini membuat Fahri tak sanggup melihatnya.Fahri memalingkan wajahnya saat Aditya mencium pucuk kepala Bella.
Fahri menghela nafasnya pelan berusaha menenangkan hatinya yang terbakar api cemburu.
" Bell..lebih baik kamu istirahat saja."suruh Aditya,setelah melihat Fahri yang memalingkan wajahnya saat Aditya mencium kepala Bella.Aditya tau kalau Fahri tengah berusaha menahan cemburu dan karena itu Aditya menyuruh Bella istirahat di kamar agar Fahri tidak terus-menerus menahan cemburu bila Bella terus bersamanya.
Aditya juga tak ingin melihat Fahri sedih,karena sikap manja Bella kepadanya.
" Iya,Bell...lebih baik kamu istirahat saja.Kamu kan baru keluar dari rumah sakit."seloroh Mama Dina.
"Baiklah.."
Bella bangkit dan melangkah meninggalkan semua orang.Aditya menatap Fahri yang sedang memandangi Bella dengan tatapan sendu.
__ADS_1
***
Setelah pulang dari rumah Bunda Ratna,Fahri memilih pergi ke cafe sendirian.Dia butuh waktu untuk dirinya sendiri agar bisa melupakan perasaannya terhadap Bella, sulit!.Tentu saja sulit tapi dia harus mencobanya demi Bella.
Saat sedang merenung, tiba-tiba ada seorang pelayan wanita tengah di marahin oleh pria,pengunjung cafe tersebut. Karena menumpahkan minuman ke bajunya bahkan pelayan tersebut di tampar oleh pria itu.
Fahri bangkit dan menghampiri perempuan itu yang lagi-lagi di tampar sama pria itu.
" Kenapa anda menampar wanita ini" tunjuk Fahri kepada pelayan wanita tersebut.
" Dia.."pria itu menunjuk pelayan wanita itu dengan geram," Sudah menumpahkan minuman itu ke baju mahal saya."bentak pria itu.
" Maaf,tuan saya tidak sengaja menumpahkan minuman itu."ungkap wanita itu tertunduk seraya terisak.
" Anda sudah dengarkan,kalau dia tidak sengaja menumpahkan minuman itu ke baju anda."bela Fahri dan menatap lekat pria angkuh itu.
"Berapa harus ganti ruginya?"tanya Fahri yang tak tega melihat pelayan wanita itu.
" Sepuluh juta...apa dia sanggup membayarnya,kalau dia tak sanggup lebih baik di pecat saja dari cafe ini."cetus pria itu.
Pelayan wanita itu menegakkan wajahnya memandang pria yang sudah menamparnya,air matanya semakin tumpah saat mendengar ganti rugi yang harus dia bayar.
" Tuan,saya mohon maafkan saya.Saya tak sanggup mengganti ruginya, saya mohon tuan maafkan kelalaian saya."ucapnya sendu seraya menumpukan tangannya di depan dadanya,memohon belas kasih dari pria itu.
"Cih,saya nggak akan memaafkan kamu wanita miskin" sentak pria itu.
Fahri yang melihat pria itu sungguh geram." Kalau gitu biar saya saja yang mengganti ruginya,Pak!"sarkas Fahri yang geram melihat pria sombong itu.
" Tidak perlu!,yang saya butuh wanita miskin ini."tunjuk nya.
__ADS_1
" Saya mau,dia mengganti rugi dengan tubuhnya."tersenyum menyeringai.
Wanita itu menggelengkan kepalanya,"Saya mohon ampuni saya tuan,saya janji akan ganti rugi dengan menyicilnya tuan."Isak tangis wanita itu semakin pilu.
" Saya maunya sekarang!,"tegas pria itu."Kalau tidak kamu harus ikut dengan saya."pria itu menarik tangan pelayan wanita tersebut dan menyeretnya keluar.
Fahri yang sudah geram dengan pria itu ikut melangkah keluar,mengejar pria yang tak tau diri.
"Berhenti..."teriak Fahri yang sudah berdiri di belakang pria itu.Fahri maju dan menghajar pria itu tanpa ampun.
Bugh Bugh Bugh.
Fahri terus memberi bogem mentah ke wajah pria yang tak tau diri itu.Bahkan Fahri tak memberi cela untuk pria itu menyerangnya,Fahri memukul perutnya dan menendang dada pria itu.
Pria itu tersungkur jatuh ke tanah,dengan menahan rasa sakit di dada.Fahri menarik kerah baju pria itu dengan tatapan nyalang.
" Sekali lagi anda mengganggu wanita itu,akan saya pastikan anda saya kirim ke rumah sakit.Dan satu lagi jika anda tetap memaksa wanita itu untuk mengganti rugi baju anda yang kotor,saya nggak segan-segan menjebloskan anda ke penjara.Camkan itu baik-baik."Fahri melepaskan cengkeramannya dengan kasar.
Tentu saja pria itu ketakutan dengan ancaman Fahri dan pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai akibat di hajar Fahri.
Fahri menghampiri wanita itu dan mengatakan semuanya sudah aman.
"Terima kasih tuan,sudah menolong saya."ucap wanita itu tulus seraya menundukkan kepalanya.
"Sama-sama,lain kali hati-hati saat bekerja."imbuh Fahri.
" Iya.."
Fahri bergegas pergi meninggalkan wanita itu menuju mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut.Sedangkan wanita itu menatapnya dengan pandangan kagum seraya tersenyum,dia berharap bisa bertemu lagi dengan Fahri di kemudian hari.
__ADS_1