
Fahri tersenyum dan langsung membawa Sinta masuk ke dalam pelukannya.Fahri sangat bahagia mendengar jawaban dari Sinta.
"Terima kasih sudah menerima lamaranku ini,ya..walau nggak ada romantis-romatisnya tapi kamu harus percaya sama aku kalau aku sangat bahagia dan cinta sama kamu."terang Fahri.
Fahri menarik tangan Sinta dan langsung menyematkan cincin berlian dengan satu permata ke jari manis Sinta.Sedangkan Sinta hanya berkaca-kaca melihat Fahri memasangkan cincin itu ke jari manisnya.Setelah menyematkan cincin,Fahri langsung mencium punggung tangan Sinta.
"I love you Sinta Arumsari..."
"Love you too..."balas Sinta dengan senyum terus mengembang di bibirnya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengakhiri sesi drama romantis, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka dan meletakkan pesanan mereka ke atas meja.
"Silahkan menikmati..."ucap pelayan sembari membungkukkan badannya.
"Ya,terima kasih.."balas Sinta.
Mereka makan dengan diam dan sesekali di selingi obrolan mengenai keseharian mereka.Selesai makan Sinta memutuskan pulang ke rumah dan disinilah mereka di dalam mobil.Membawa mereka pulang ke rumah dan beristirahat dari segala rutinitas yang sudah mereka kerjakan seharian.
Kurang lebih tiga puluh menit mobil yang di kendarai oleh Fahri,tiba di depan rumah bunda Ratna dan kebetulan Aditya tengah berada di luar rumah seraya meminum secangkir kopi buatannya sendiri.
Fahri turun terlebih dahulu dan membukakan pintu buat Sinta.Mereka berjalan ke teras di mana Aditya tengah bersantai.
"Lagi ngapain kamu sendiri disini?"tanya Fahri yang masih menggandeng tangan Sinta.
"Lagi mumet.."ujar Aditya.
"Lah,mumet kenapa?biasanya hidup kamu lurus-lurus aja."timpal Fahri.
"Mumet mikirin Bella,masa dia bilang aku bau terus bila dekat dengannya.Padahal aku kan sudah mandi dan pake minyak wangi agar nggak bau,eh...tetep aja di bilang bau sama Bella."tukas Aditya yang sepertinya sedikit frustasi dengan apa yang di katakan Bella tentangnya.
__ADS_1
Fahri dan Sinta saling pandang,tidak lama Fahri mengedikan bahunya sedangkan Sinta tengah berpikir tentang kelakuan Bella.
"Mungkin Bella lagi nggak mood di deketin sama kamu.."cetus Fahri yang memandang Aditya.
"Nggak tau..."seraya mengedikan bahunya.
"ADIT...."teriak Bella dari dalam rumah.
"Tuh,di panggil sama Bella..."ujar Fahri yang melirik ke arah pintu.Aditya masuk dan segera menemui Bella di dalam rumah.
Fahri hanya menggelengkan kepalanya melihat adiknya yang terlihat kuyu.
"Aku masuk dulu ya.."kata Sinta yang memandang wajah lelah sang kekasih.
"Sebentar.."tukas Fahri yang langsung menarik pinggang Sinta supaya lebih dekat lagi.
"Apa..."ujar Sinta.Tiba-tiba Fahri langsung mencium bibir Sinta dan melu*matnya,Fahri terus memagut bibir ranum Sinta dan memberi gigitan lembut di bibir bawahnya.
"ADIT...."pekikan Bella menggema hingga keluar rumah.
Fahri berhenti mencium Sinta,saat suara lengkingan Bella terdengar di telinganya.Fahri mendengus samar saat ciuman itu harus berhenti padahal dia sedang menikmati bibir ranum Sinta.
"Sudah,sana pulang..."suruh Sinta kepada Fahri.
"Ya,memang harus pulang.."tukas Fahri yang sebenarnya enggan pergi dari sana.
"Terus kenapa masih berdiri di sini?"ujar Sinta.
"Boleh nggak sih aku nginep di sini saja dan bobo sama kamu."
"Ngaco..nggak boleh dan belum waktunya."tegas Sinta,dengan enggan Fahri melangkah dari hadapan sang pujaan hati.Tapi baru sepuluh langkah Fahri memutarkan tubuhnya dan kembali ke hadapan Sinta.
__ADS_1
Cup
Fahri mencium bibir Sinta cepat seraya nyengir kuda dan berkata,"Bonus buat kamu agar kamu mimpiin aku dan jangan mimpiin cowok lain selain aku."
"Cih,dasar..."cetus Sinta memukul lengan Fahri
Fahri kembali berjalan ke arah mobil dengan langkah lebar dan masuk ke dalam mobil,Fahri melambaikan tangannya ke arah Sinta dan tidak ketinggalan kiss jauh buat Sinta.
Sinta membalas lambaian Fahri tapi tidak membalas kiss jauh,Sinta terus berdiri di sana sampai mobil yang di kendarai oleh Fahri menghilang dari pandangannya.Sinta tersenyum simpul mengingat lamaran yang di lakukan Fahri saat berada di restoran Jepang.
Sinta terus memandangi cincin yang ada di jari manisnya seraya tersenyum lebar lalu dia mencium cincin tersebut.Sinta masuk ke dalam rumah dan melihat pemandangan di mana Aditya tengah termenung sendiri di ruang tivi dengan rambut yang acak-acakan.
"Kamu kenapa lagi Dit?"tanya Sinta yang melihat Aditya nelangsa.
"Aku dilarang tidur di kamar dan aku di suruh tidur di sini."ucap Aditya frustasi seraya menyugar rambutnya.
"Kenapa nggak tidur di kamar tamu aja."ungkap Sinta.
"Tapi sayangnya,kunci kamarnya di ambil sama Bella dan sudah di kunci sama Bella."papar Aditya.
Tidak lama Bunda Ratna datang membawa selimut dan bantal untuk Aditya,"Kamu baru pulang,nak." Tanya Bunda Ratna sembari memberikan selimut kepada Aditya.
"Iya Tante..."jawab Sinta.
"Kalau gitu Sinta masuk ke kamar dulu ya,Tante.."pamit Sinta yang langsung gegas ke kamarnya.
"Iya..."sahut Bunda Ratna.
Setelah Sinta menghilangkan dari pandangan Bunda, Bunda langsung mencecar Aditya.
"Kamu ada masalah apa sama Bella?kenapa kamu di suruh tidur di sini?"cecar Bunda.
__ADS_1
"Nggak ada masalah apa-apa,Bun.Tapi Bella nggak mau aku deketin,katanya aku bau..."