Nikah Muda

Nikah Muda
Gagal berbuka puasa


__ADS_3

Harta yang paling berharga adalah keluarga,itu adalah ungkapan untuk kita semua.


Bella merasa sangat bahagia berada di antara keluarga Aditya,mereka semua memperlakukan Bella dengan sangat baik.Bahkan Bella merasa sudah lama mengenal mereka,Bella juga tak sungkan bermanja-manjaan kepada si Mbah.Mbah sangat menyayanginya,selama ini Bella tak mendapatkan kasih sayang dari sang nenek,sebab sejak kecil kedua neneknya sudah meninggal.


Seperti saat ini,Bella tengah tiduran di depan tv berbantal paha si Mbah seraya membelai rambut Bella.Bella menikmati sentuhan halus dari si Mbah,tangan keriputnya begitu lembut membelai Bella.


"Mbah,kenapa Mbah nggak ikut tinggal sama papa?"tanya Bella yang sedang memandang si Mbah lekat.


"Mbah lebih betah tinggal di sini,walau di sini rumahnya kecil tidak besar seperti Surya tapi Mbah lebih nyaman berada di rumah sendiri."jawab si Mbah sembari menjawil pipi chubby Bella.


"Kamu betah tinggal di sini?"tanya Mbah.


Bella menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul."Bella betah tinggal di sini,udara di sini masih sangat sejuk tidak seperti di kota,banyak polusi."tukas Bella.


"Senengnya di manja sama si Mba."celetuk Aditya yang ikut bergabung duduk di lantai lalu mencium pelipis si Mbah.


"Mbahkan sayang sama aku,,,wlee.."ucap Bella sembari menjulurkan lidahnya.


Aditya hanya tersenyum menanggapi celotehan Bella.Tidak lama Mama Dina datang dari dapur membawa singkong goreng ke hadapan si Mbah,Bella juga Aditya.


"Papamu mana,Dit...."


"Lagi bantuin mamang Ito,pasang kerangka tenda untuk di dapur."jawab Aditya sembari mencomot singkong goreng buatan Mama Dina, begitupun Bella langsung duduk saat Mama Dina membawa singkong goreng ke hadapannya dan juga si Mbah.


"Oh..."balas Mama Dina.


"Emang acaranya jam berapa?"tanya Bella seraya mengunyah singkong goreng.


"Kalau yang bantuin masak biasanya datangnya subuh,tapi kalau acaranya agak siang."timpal si Mbah.


Bella hanya manggut-manggut mendengar penjelasan tradisi acara pernikahan di kampung si Mbah.Tidak seperti di kota,kalau mau mengadakan pesta pernikahan harus menyewa gedung serta makanannya pesan lewat catering.

__ADS_1


"Adit.....Adit...,"seru suara perempuan dari luar.


"Siapa?..."tanya Bella memandang Aditya.Aditya hanya mengedikan bahunya dan bangkit untuk menemui orang yang memanggilnya.


"Eh..Asti..."ucap Aditya.


Bella yang penasaran mengikuti Aditya untuk melihat siapa yang memanggil suaminya itu.Bella memandang perempuan yang seumuran dengannya,Bella menelisik perempuan itu secara sinis.


"Siapa dia?."tanya Bella ketus.


"Dia Asti,temanku waktu kecil."sahut Aditya.


"Oh,,kenalin aku Bella ISTRINYA Aditya Saputra."ucap Bella yang menekan kata istri sembari memasang wajah jutek.


"Asti..."jawab Asti canggung.


"Ayo masuk,As.."ajak Aditya,tapi Bella langsung mendelik ke arah Asti.


"Kalau gitu aku pulang dulu."pamit Asti.


"Ya..."sahut Aditya sembari tersenyum terhadap Asti.


Bella langsung menatap wajah Aditya tajam,"Dia siapanya kamu?"tanyanya ketus.


"Maksudnya?...."jawab Aditya bingung.


"Asti lah..siapa lagi."sentak Bella seraya melipat kedua tangannya di dada.


"Asti hanya temanku dan juga bukan siapa-siapanya aku."sambung Aditya yang tau kalau Bella tengah cemburu.


"Tapi dulu kami sempat dekat waktu aku duduk di bangku---"

__ADS_1


Bella melengos pergi ke kamar saat Aditya belum menyelesaikan omongannya,Aditya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella yang sedang cemburu.Aditya melangkah mengikuti Bella masuk ke dalam kamar,dan melihat Bella sedang mengenakan celana jins dan juga memakai sabuk lalu Bella memakai kemeja dan juga jaket.


Aditya mengernyitkan dahinya saat melihat kelakuan Bella,"Kamu mau kemana?"tanya Aditya bingung.


"Nggak kemana-mana,aku cuma nggak mau di sentuh sama kamu."sentak Bella."Biar kamu nggak macam-macam sama aku dan juga aku blacklist kamu malam ini dan seterusnya."ancam Bella yang langsung menghempaskan tubuhnya di kasur seraya menutupi seluruh tubuhnya.


Aditya hanya diam mematung dan mencerna perkataan Bella,yang tak mau di sentuh olehnya.Itu berarti tandanya dia boleh buka puasa tapi keadaan tidak memihaknya gara-gara dia mengerjai Bella dengan mengatakan kalau sempat dekat dengan Asti.


Aditya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya,Aditya menghampiri Bella yang tengah berbaring di atas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Bella..."seru Aditya yang berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh Bella,tapi Bella menahan selimutnya.


"Bell,ayo dong jangan kayak gini.Kamu mau nyiksa aku sampai kapan."ucap Aditya memelas,tapi Bella tetap bergeming di tempatnya tanpa memperdulikan Aditya yang sudah memelas.


"Bell,tadi hanya bercanda.Aku dan Asti hanya teman biasa,Bella sayang..." Seraya mendusel-duselkan kepalanya di leher Bella yang tertutup selimut.


Bella menyibakkan selimutnya dan memutarkan tubuhnya dengan kesal seraya menatap Aditya tajam.


Plak.


Bella memukul lengan Aditya."kok,aku di pukul sayang..."ucap Aditya sembari mengerucutkan bibirnya.


"Kenapa?, nggak suka!."ketus Bella,"Kalau nggak suka,sana temuin saja si Asti yang kata kamu pernah dekat."cecar Bella dengan berapi-api.


"Lagian kam...hmmffttt"bibir Bella di bungkam dengan bibir Aditya.Kali ini Aditya tak akan membiarkan Bella lolos dari cengkeramannya.Sedangkan Bella tengah berusaha mendorong tubuh Aditya.


"Hmmffttt..."suara Bella yang terus menggerakkan kepalanya agar terlepas dari ciuman Aditya dan tangan Bella terus mendorong dada Aditya.Tapi Aditya menarik kedua tangan Bella ke atas kepalanya dan mengunci jemarinya dengan menautkan jemari Aditya.


Pada akhirnya Bella pasrah atas apa yang sedang Aditya lakukan,semoga saja ada yang menyelamatkannya.


Tok tok tok.

__ADS_1


"Adit...."


__ADS_2