Nikah Muda

Nikah Muda
Tatapan Zain


__ADS_3

Selesai menyirami tanaman, Bella masuk ke dalam rumah dia melangkahkan kakinya ke dapur untuk membuat jus, selesai membuat jus Bella membawa dua jus itu ke ruang tv karena Aditya tengah menonton tv.


Bella memberikan satu jus buat Aditya dan satunya lagi buat dirinya, Aditya menerima jus itu lalu dia meminumnya.


"Seger..."celetuk Aditya.


Aditya meletakan gelasnya yang berisi jus,lalu dia merebahkan badannya di sofa dengan bantal paha Bella.Bella langsung menyugar rambut legam Aditya dengan sayang,sedangkan Aditya memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Bella di kepalanya.


"Besok,kita jadikan daftar kuliah di universitas negeri X."ucap Bella seraya memijat pelan kepala Aditya.


"Jadi dong,masa nggak jadi."sambung Aditya


"Tadi kak Sinta ngomong apa saja?"tanya Aditya yang menarik tangan Bella lalu dia menciumnya.


"Oh,dia membicarakan tentang bang Fahri.Tadi katanya saat berolahraga bertemu sama bang Fahri di taman komplek dan kelihatanya kak Sinta suka sama Abang."


"Mudah-mudahan kak Sinta jodohnya Abang."sambung Aditya.


"Amin..."sahut Bella yang kembali memijit kepala Aditya.


Saat sedang bercanda dengan Aditya, tiba-tiba Sinta datang dengan tampilan yang sudah rapih membuat Bella heran.


"Kakak mau pergi."ujar Bella yang sedang menatapnya.


"Ya,kakak ada janji temu teman kuliah kakak.Kakak berangkat dulu ya..."pamit Sinta sembari melangkahkan kakinya keluar rumah.


"Ya, hati-hati"seru Bella.


"Bell..."

__ADS_1


"Apa..."jawab Bella menatap Aditya,Bella mulai curiga dengan senyuman Aditya pastinya ada udang di balik bakwan.


"Kita ngamar yuk,mumpung lagi sepi,si mbak kan lagi sibuk sama pekerjaannya."ucap Aditya dengan senyum nakalnya.


Bella hanya diam,dia tak mengindahkan perkataan Aditya tapi Bella memilih meminum jusnya.


"Sayang ayo,,"ajak Aditya yang sudah berdiri dan menarik tangan Bella.


Bella memutarkan bola matanya,dengan malasnya dia mengikuti keinginan Aditya.Dengan semangat 45 Aditya mengajak Bella men*desah di bawah Kungkungannya.


***


Kini mobil yang di kendarai oleh Sinta sudah terparkir di parkiran cafe,dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam cafe dan mencari temannya.Sinta tersenyum melihat temannya yang sudah lebih dulu tiba.


"Sorry,aku telat ya..."seloroh Sinta kepada temannya.


"Oh ya,kenalin ini pacar aku namanya William dan ini teman pacar aku namanya Zain."ucap Puspa memperkenalkan kedua lelaki itu kepada Sinta.Setelaha berkenalan mereka melanjutkan obrolanya.Mereka membicarakan banyak hal dari hobi, pekerjaan dan lain sebagainya.


Mereka semua sangat menikmati pertemuan ini,sedangkan Zain dari tadi terus melirik Sinta dengan tatapan yang sulit di artikan.Dia tersenyum smrik saat menatap Sinta, Sinta yang sadar karena sejak awal bertemu Zain selalu menatapnya.


"Kenapa dari tadi kamu lihatin aku terus."cetus Sinta yang menatap Zain.


Zain menanggapinya dengan senyuman,"Karena kamu cantik, kecantikanmu mengalihkan duniaku."gombal Zain


Sinta biasa saja dengan gombalan receh dari Zain,tapi beda lagi kalau Fahri yang gombalinnya maka dia akan tersipu malu dengan gombalan Fahri.Membayangkannya saja sudah membuat hati Sinta meleleh seperti es krim.


"Terima kasih atas pujiannya."sambung Sinta seraya tersenyum.


"Aku serius dan nggak bohong kamu memang sangat cantik."kekeh Zain.

__ADS_1


"O iya,boleh minta nomor handphone kamu."ujar Zain yang menatap Sinta dengan lekat.


"Boleh.."sahut Sinta lalu dia menyebutkan nomor handphonenya kepada Zain dan Zain dengan cepat menekan setiap nomor yang di ucapkan Sinta.


"Bolehkan kapan-kapan gue telpon kamu."ungkapnya


"Boleh.."sembari menganggukkan kepalanya.


Setelah cukup lama mereka menghabiskan waktunya di cafe itu,kedua sejoli itu undur diri terlebih dulu karena ada urusan lagi.


Setelah keduanya pergi,Sinta bangkit dan pamit kepada Zain.Zain pun ikut bangkit dari duduknya dan menawarkan diri untuk mengantarkan Sinta pulang.


"Aku antar kamu pulang ya..."


"Nggak usah,aku bawa mobil sendiri kok."tolak Sinta sembari melangkah keluar dari cafe tersebut.


Ada sedikit kecewa di hati Zain karena Sinta membawa mobil sendiri,seandainya Sinta tidak membawa mobil dia pasti akan mengajak Sinta ke suatu tempat.


"Oh,kirain nggak bawa mobil."


"Aku pulang duluan ya."ucap Sinta yang sudah berdiri di samping mobilnya.


"Oke,lain kali kita berjumpa lagi dan hati-hati bawa mobilnya"timpal Zain seraya membukakan pintu mobil untuk Sinta.


Sinta tersenyum dengan perhatian Zain yang mau membukakan pintu mobil untuknya."Terima kasih.."ucap Sinta tulus.


"Iya.."Zain menutup pintu mobil dan Sinta membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya kepada Zain, begitupun Zain membalas lambaian tangan Sinta.


"Hari ini kamu lolos,tapi lain kali aku nggak akan membiarkan kamu lolos dari tanganku."gumam Zain yang masih menatap mobil Sinta sampai menghilang dari pandangannya,lalu dia melangkah ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.

__ADS_1


__ADS_2