
Aditya terduduk seraya memejamkan matanya,mengurangi rasa penat karena seharian beraktivitas yang cukup menguras tenaga dan pikirannya.
Aditya menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan, kemudian Aditya merogoh handphonenya di dalam tasnya dan melihat apa ada pesan dari Bella.Bahkan pesan singkat yang Aditya kirim sejak tadi tidak di buka oleh Bella.
Aditya mendesah samar,tidak biasanya Bella tak membalas pesannya atau menelponnya membuat hati Aditya merasa resah dan berpikir yang tidak-tidak dengan keadaan Bella.Aditya mencoba menelpon Bella tapi tak di angkat, Aditya terus menelpon Bella beberapa kali tapi tetap tak di angkat oleh Bella dan membuat Aditya cemas.
Aditya bangkit dari duduknya dan mendekati Bang Edo yang tengah membereskan peralatan bengkel ke tempatnya.
"Bang,aku pulang duluan ya..."seloroh Aditya.
"Oh,ya..ya..ya.."
Aditya masuk ke ruang kerjanya dan meraih tasnya lalu Aditya bergegas pulang ke rumah.Saat sudah mau masuk ke dalam komplek perumahannya, Aditya mengganti kaosnya dengan kemeja pink-nya.Aditya kembali menjalankan mobilnya masuk ke komplek perumahannya menuju rumah, Aditya segera turun dari mobil dan berharap Bella menyambutnya dengan senyuman manisnya.
Aditya masuk dan mencari Bella di ruang tengah dan di dapur tapi Bella tak ada, Aditya memutarkan tubuhnya dan akan melangkah ke kamarnya,Bunda datang seraya membawa gelas di tangannya.Bunda mengernyitkan dahinya melihat Aditya yang berada di rumah.
"Loh..kok kamu pulang ke sini?"tanya Bunda heran.
"Pasti Adit akan pulang ke sinilah,Bun,memang mau pulang ke mana lagi!"kata Aditya yang melihat Bunda yang heran melihatnya berada di sini.
"Bukan begitu,Dit.Maksud Bunda kenapa kamu ada di sini sedangkan Bella berada di rumah orang tua kamu."terang Bunda.
"Bella di rumah Mama?"
"Iya,memang Bella ngga ngasih tau kamu kalau dia di sana!, sahut Bunda Ratna.
"Nggak..."seraya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah deh,Adit langsung ke sana."sambung Aditya," Adit pamit ,Bun."
"Iya..."
Aditya bergegas ke rumah orang tuanya dan kembali mengendari mobilnya.Cukup lima menit Aditya tiba di rumah orang tuanya dan segera turun untuk menemui istri tercintanya.Aditya masuk dan mengucapkan salam,hanya Mama Dina yang menyahutinya.
"Ma,Bella mana?"tanya Aditya.
Bukannya menjawab,Mama Dina malah memukul lengan Aditya keras seraya melotot kepada Aditya.
"Aw...Ma sakit."ringis Aditya seraya mengusap lengannya yang kena pukul.
"Kamu apain Bella?Bella datang ke sini sambil nangis-nangis?"cecar Mama Dina yang menatap Aditya kesal.
"Adit nggak ngapa-ngapain Bella, Ma!"jawab Aditya,"Adit kan baru pulang."
"Terus kenapa Bella nangis?"
"Adit nggak tau,Ma...sudah deh,Adit mau nemuin Bella dulu."
Aditya segera menemui Bella dan akan bertanya kenapa Bella menangis.Aditya membuka pintu kamarnya dan mencari sang istri tapi Bella tak ada di kamar.
__ADS_1
"Bell..."panggil Aditya mengetuk pintu kamar mandi tapi tak ada sahutan,Aditya membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong.
"Bella kemana ya?"gumam Aditya seraya menggosok dagunya dengan jari telunjuk.
Aditya mencoba mencari di balkon dan ternyata Bella tengah berdiri di pinggiran pagar seraya mengelap air matanya.
"Sayang,aku nyariin kamu ternyata di sini."seloroh Aditya dan memeluk Bella dari belakang,"Kamu kenapa nangis,hmm."sambung Aditya lembut.
Bella menyentak nafasnya kasar,rasa kesal sejak tadi di tahan.Meski perih karena di bohongi Aditya juga tebar pesona ke setiap perempuan membuat darahnya naik ke ubun-ubun dan mengeluarkan kedua tanduknya.Bella melepaskan pelukan Aditya dengan kasar dan meninggalkan Aditya di balkon.
"Yang...kamu kenapa sih?"tanya Aditya bingung yang melihat Bella berubah-ubah seperti bunglon.
Bella menatap Aditya tajam dan Aditya mendekati Bella tapi Bella menahan Aditya dengan satu tangannya.Bella berjalan ke nakas lalu membuka laci dan mengambil gunting setelah itu gunting yang sudah di ambil,Bella letakan di atas kasur.Bella kembali mendekati Aditya dengan perasaan kesal.
"Buka bajunya..."titah Bella galak.
Meski bingung Aditya tetap membuka bajunya dan menyerahkannya ke Bella.Bella mengambil bajunya kasar dan segera Bella mengambil gunting lalu Bella menggunting kemeja Aditya dengan rasa kesal yang luar biasa.
"Sayang,kok di gunting sih..."seru Aditya yang melihat air muka Bella marah.
Bella terus menggunting kemeja Aditya dan tak memperdulikan omongan Aditya.
Apa yang terjadi?,kenapa Bella terlihat sangat marah.
Puas menggunting kemeja Aditya,Bella melempar gunting dengan sangat kesal.Lalu Bella menatap Aditya berang.
"Kamu!"hardik Bella.
"Aku.."tunjuk Aditya kepada diri sendiri.
"Ya kamu,dasar pembohong."sentak Bella dengan tatapan nyalang.
"Maksudnya?"sahut Aditya bingung.
Bella mengambil handphonenya di tasnya lalu membuka galeri setelah itu Bella lemparkan di atas kasur.
"Lihat sendiri.."kata Bella masih dengan nada kesal.
Aditya mengambil handphone Bella dan melihat setiap foto dirinya dari keluar mobil sampai dirinya yang saling tersenyum bersama dengan perempuan yang menanyakan alamat.Aditya menelan Salivanya setelah melihat foto-foto dirinya.
Dari mana Bella mendapatkan ini semua?.
"Sayang,aku bisa jelasin.."
Bella mengangkat satu tangannya ke udara.Pandangannya kecewa,sedih,marah menjadi satu,sedetik berikutnya Bella meneteskan air matanya seraya menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan.
"Sayang..."gusar Aditya.
"Bukannya kamu sudah berjanji sama aku akan memakai kemeja itu,"tunjuknya,"Lalu kenapa kamu menggantinya."sedih Bella rasakan.
__ADS_1
"Sayang,maaf aku nggak pede pakaiannya."
"Seharusnya kamu nggak usah berjanji sama aku,kamu tau aku kecewa sama kamu."sentak Bella.
"Lalu ngapain kamu tebar-tebar pesona ke setiap wanita yang melihat kamu dan juga membalas senyuman para wanita itu."Kesal Bella sembari bertolak pinggang.
"Pantes aku di larang kuliah,jadi di belakang aku kamu kayak gitu.Apa jangan-jangan kamu punya wanita lain selain aku."
"Sayang,kamu ngomongnya ngaco.Aku nggak punya perempuan lain, beneran."
"Bohong!"
"Sumpah yang...aku nggak bohong,hanya kamu wanita satu-satunya yang ada di hatiku."
Bella mendelik menatap Aditya,Bella harus memberi suaminya itu hukuman.
"Buka celana kamu..."pinta Bella tegas.
"Ngapain buka celana?"tanya Aditya.
"Sudah... cepetan buka,"bentak Bella.
Aditya membuka celananya,hanya menyisakan kolor yang di kenakan Aditya.
"Kamu tidur di luar selama seminggu hanya mengenakan celana kolor dan juga selama sebulan aku nggak akan kasih kamu jatah,titik nggak pake koma!."tegas Bella.
"Apa...aku nggak akan di kasih jatah selama sebulan."pekik Aditya gusar.
"Kenapa?oh,baiklah aku tambahin jadi dua bulan."
"Lah,kok jadi di tambahin sih."ucap Aditya semakin tak karuan.
"Yang...emang nggak kasihan apa sama leher angsaku."ucap Aditya memelas.
"Nggak, ngapain kasihan.Kamu aja tega bohongin aku,kalau aku nggak nyuruh orang buat mata-matain kamu aku nggak akan tau kelakuan kamu yang sering tebar pesona."
"Aku nggak tebar pesona yang...tapi para wanita itu yang terpesona melihat ketampanan aku."Membanggakan diri meski di situasi yang tak tepat.Bella menggeram marah dengan tatap kesal.
"Keluar,atau aku tambahin jatah kamu menjadi tiga bulan,"geram Bella.
"Jangan dong yang, gimana kalau tiga hari saja."nego Aditya seraya mengangkat tiga jarinya.
Bella menghela nafasnya yang naik turun,"Kalau kamu banyak bicara aku tambahin lagi jadi empat bulan."
"Jangan dong yang.Ok,sebulan jangan di tambahin lagi."
"Ya sudah cepat keluar dan kamu hanya boleh tidur di sofa jangan tidur di kamar siapapun,kalau kamu melanggarnya jatah kamu aku tetapkan jadi empat bulan."
"Baiklah.."sahut Aditya pelan dan tak mau membantah, bisa-bisa si leher angsa jadi layu karena kelamaan nggak masuk kandangnya.
__ADS_1