Nikah Muda

Nikah Muda
Keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Setelah seharian menjalani ospek yang sangat melelahkan ,apalagi harus beraktifitas di bawah teriknya matahari membuat tubuh Bella mudah lelah.


Bella berjalan gontai ke kamarnya,tiba di dalam kamar Bella langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.Sungguh ia sangat lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak.Tidak lama Aditya datang ke kamar setelah memarkirkan mobilnya di bagasi mobil.


"Kok,malah tiduran.Bukannya tadi bilang ingin cepat-cepat mandi ya..."celetuk Aditya yang duduk sembari membuka sepatunya.


"Aku capek,Dit..."rengek Bella.


"Ya sudah, istirahat dulu sebentar dan habis itu langsung mandi"titah Aditya.


Bella hanya mengangguk,bahkan Bella malas bergerak dari kasur.sedangkan Aditya langsung memilih membersihkan diri.


Selesai dengan mandinya, Aditya gegas berpakaian karena hari ini dia harus jemput Fahri di rumah sakit.Rencananya Aditya dan Bella akan menginap di rumah Mama Dina,tapi sebelum itu harus menjemput Mama Dina dan Fahri dulu di rumah sakit.Tapi kini Bella malah asyik bergulung di atas kasur, Aditya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Bella...cepat bangun.Bukannya kita harus jemput Abang di rumah sakit.",tukas Aditya seraya menarik tangan Bella.


Dengan malasnya Bella harus bangun,tapi bukannya cepat bangun Bella malah merentangkan kedua tangannya ke depan.


"Gendong..."rengkek Bella kepada Aditya.


Aditya mendengus samar melihat tingkah Bella yang kadang seperti anak kecil.Aditya langsung menggendong Bella dan segera membawa ke kamar mandi.Dengan hati-hati Aditya menurunkan Bella sampai kakinya berpijak di lantai.


"Langsung mandi..."perintah Aditya.


"Iya..."jawab Bella malas.


Aditya keluar dari kamar mandi dan menyiapkan pakaian untuk Bella,setelah itu Aditya harus mengecek tugas kuliahnya .


Ceklek


Bella keluar menggunakan bathrobe dengan handuk tergulung di kepala Bella,sehingga leher jenjangnya terlihat sempurna.Dengan santainya Bella membuka bathrobe nya di depan Aditya dan Bella langsung memakai pakaian yang sudah di siapkan Aditya.Setelah itu Bella sedikit memoles wajahnya dengan makeup.


"Ayo,aku sudah selesai."ujar Bella sembari merapikan lagi rambutnya.

__ADS_1


"Oke.."sahut Aditya.


***


Mama Dina sedang membereskan semua barangnya,saat Aditya dan Bella datang untuk menjemputnya.


"Apa sudah beres ma."tanya Aditya yang melihat Mama Dina tengah memasukkan barang ke dalam tas.


"Kayanya udah semua." jawab Mama Dina.


"Kalau gitu ayo kita pulang, papa pasti sudah menunggu di rumah."ajak Aditya.


Mereka semua mulai meninggalkan ruang rawat itu dan berjalan beriringan.Sedangkan Fahri sejak tadi seperti orang gelisah,bahkan saat melewati setiap lorong rumah sakit Fahri pasti menengok ruangan itu dan berharap sang pujaan hatinya ada.


"Abang lagi cari siapa?"tanya Aditya seraya menepuk punggung Fahri.


"Nggak lagi cari siapa-siapa."balas Fahri tapi matanya bergerak ke sebuah ruangan yang pintunya sedekit terbuka.


"Abang jangan bohong,aku tau Abang mulai dekat dengan kak Sinta."cetus Aditya.


Aditya tertawa,"Sudahlah bang jangan mengelak lagi,orang yang sedang jatuh cinta itu matanya ngga bisa bohong."papar Aditya.


"Oke,Abang nggak bisa mengelak lagi dari kamu.Dan ya...Abang memang suka sama dokter Sinta."jujur Fahri.


" Kalau cinta,ungkapin dong ke kak Sinta."


"Rencananya juga seperti itu."


Akhirnya mereka tiba di pintu keluar,"Kalian tunggu di sini dulu,Adit ambil mobilnya dulu di parkiran."


Aditya gegas ke parkiran untuk mengambil mobilnya di loby rumah sakit,setelah menemukan mobilnya Aditya langsung menjalankan mobilnya ke pintu keluar tadi untuk menjemput keluarganya.


Mobil yang di kendarai Aditya sudah berhenti tepat di pintu keluar dan Aditya keluar dari mobil untuk memasuki semua barang bawaannya.

__ADS_1


Mama Dina dan Bella sudah duduk di dalam mobil,sedangkan Fahri duduk di depan.Setelah selesai memasukkan barang bawaannya dan semuanya sudah pada duduk di dalam mobil Aditya segera masuk ke dalam mobil dan duduk di belakan kemudi.


"Ma,benar tidak ada yang ketinggalan lagi?"tanya Aditya.


"Nggak ada,Dit." sahut Mama Dina.


"Tapi tadi Adit lihat ada yang kertinggalan."sambung Aditya kepada semuanya.


"Apaan yang ketinggalan?"Mama Dina tanya balik.


"Hatinya bang Fahri kertinggalan di sini."canda Aditya.


"Kirain apaan."timpal Mama Dina


Sedangkan Fahri hanya memutar bola matanya,dia lebih baik memilih diam dari pada harus membalas perkataan Aditya,kalau di tanggapi bisa panjang urusannya.


"Cepat jalan!."pinta Fahri dengan nada sedikit ketus.


"Iya..ya gitu aja marah."goda Aditya yang mulai menyalakan mobilnya dan meninggalkan kawasan rumah sakit.


Tring


Satu pesan masuk ke handphone Fahri dari Sinta.


Sinta.


*Maaf tadi nggak bisa antar kamu keluar dari rumah sakit,hari ini di UGD lagi banyak pasien yang ke racunan makan.


Me*.


Iya nggak papa,lagian aku juga sudah di jalan.Kalau sudah selesai dengan pekerjaan kamu nanti kamu kabari aku ya.


Sinta.

__ADS_1


Iya...


Senyum Fahri mengembang setelah berbalas pesan dengan Sinta,untung saja tidak ada yang memperhatikan Fahri tersenyum sendiri.


__ADS_2