Nikah Muda

Nikah Muda
Pesan singkat dari Fahri


__ADS_3

Saat semua orang tengah terlelap tidur untuk beristirahat karena seharian beraktivitas menguras tenaga,begitupun Aditya dan Bunda yang tengah terlelap dalam tidurnya.Tapi tidak untuk


Bella, Bella gelisah dan terus membolak-balikkan tubuhnya membuat Aditya yang tengah tidur di samping Bella terganggu.


"Kenapa sayang..."seloroh Aditya dengan suara serak khas bangun tidur.


"By..."rengek Bella yang memandang wajah Aditya .


"Hmm..."


"Bangun.."kata Bella menggoyangkan lengan Aditya.


Dengan terpaksa Aditya terbangun dan menatap netra Bella,"Ada apa?"


"By..aku kepengen nasi goreng super pedas,"pinta Bella dengan jurus puppy eyesnya.


Aditya melirik jam di pergelangan tangannya dan sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Oke,aku beliin tapi jangan yang super pedas ya."tukas Aditya.


"Ya deh.." sahut Bella mengalah.


Aditya turun dari brankar dan melangkah ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah itu Aditya mengambil handphonenya dan kunci mobilnya,


"Aku cari nasi goreng dulu ya."pamit Aditya.


Bella mengangguk sembari tersenyum.Aditya keluar dan mencari nasi goreng serta berharap masih ada yang buka.


Setelah cukup lama mencari nasi goreng, akhirnya Aditya menemukan penjual nasi goreng bahkan tempatnya sudah hampir mau tutup.Aditya segera turun dari mobil dan berharap nasinya masih ada.


"Bang,nasi gorengnya masih ada?"tanya Aditya


"Ada nggak.."tanya penjual ke salah satu temannya.


"Sebentar,ada tapi tidak terlalu banyak."timpal temannya.


"Bungkus satu tapi jangan terlalu pedas."pesan Aditya.


Segera pedagang nasi goreng itu membuatkan pesanan Aditya.Tak perlu menunggu lama pesanan pun sudah jadi lalu di berikan kepada Aditya.

__ADS_1


"Terima kasih Mang..."ucap Aditya seraya membayarnya.


"Iya, sama-sama."


Segera Aditya memacukan mobilnya kembali ke rumah sakit.Aditya melangkah masuk ke ruang rawat Bella tapi yang ada Bella malah tertidur.


"Huft..."Aditya menghela nafasnya saat melihat Bella tidur, Aditya mencoba membangunkan Bella.


"Bell..bangun,ini nasi gorengnya..."sembari menggoyangkan lengan Bella.


"Hmm.."


"Ayo bangun sayang..."ucapnya lembut.


Bella mengerjapkan matanya lalu pandangannya mengarah ke Aditya,"Apa?"tanya Bella bingung.


"Katanya mau nasi goreng,ini nasi gorengnya sudah aku belikan."sembari menunjukkan bungkusan nasi goreng.


Bella bangun dan duduk sedangkanAditya segera membuka bungkusan nasi goreng dan menyerahkan ke Bella,"Suapin.."ucap Bella manja.


Aditya menyuapi Bella dengan penuh kasih sayang,bahkan Bella makan dengan sangat lahap.Aditya tersenyum melihat Bella makan dengan begitu lahap dan berharap Bella cepat pulih.


"Sudah?"tanya Aditya dan Bella mengangguk.


Pada akhirnya Aditya lah yang menghabiskan nasi gorengnya,Sedangkan Bella kembali tertidur.Aditya memandang wajah damai Bella seraya mengelus rambut Bella.


"Cepat pulih ya sayang dan terima kasih sudah mau mengandung anakku.Maaf sudah membuat kamu susah makan karena hadirnya buah hati kita tapi yang jelas aku akan menjaga kalian bertiga dan akan selalu ada buat kamu sayang."ungkap Aditya seraya mengecup tangan Bella.


Aditya ikut bergabung dengan Bella lalu merengkuh tubuh Bella lalu Aditya mencium kening Bella."Semoga mimpi indah sayang."


***


Pagi-pagi sekali Fahri sudah berada di depan rumah Bunda Ratna,Fahri menunggu Sinta di depan rumah.


"Ayo berangkat..."ajak Sinta seraya mengulurkan tangannya agar Fahri menggenggam tangannya.


Dengan senang hati Fahri menerima uluran tangan Sinta dan menggenggamnya seraya melangkah ke arah mobil.


"Sayang,aku sudah bicara dengan kedua orang tuaku tentang rencana kita melangkah ke yang lebih serius."ucap Fahri seraya menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Terus orang tua kamu Setuju?"tanya Sinta sedikit ragu.


"Tentu saja,kedua orang tuaku sangat setuju dengan rencana kita dan orang tuaku menanyakan kapan aku akan melamarmu.Apa kamu juga sudah berbicara dengan orang tuamu?"tukas Fahri.


"Sudah"ucap Sinta cepat.


"Terus gimana pendapat orang tuamu?"


"Mereka sih setuju-setuju aja,bahkan orang tuaku sudah siap menyambut keluarga kamu datang."timpal Sinta memandang wajah Fahri yang teduh.


"Baiklah,kalau begitu kita tunggu Bella keluar dari rumah sakit.Semoga saja Bella di rawatnya cuma sebentar."sambung Fahri.


Sinta mengangguk setuju, perjalanan mereka menuju rumah sakit tempat kerja Sinta berasa sangatlah cepat,membuat Fahri merasa berat.


"Aku kerja dulu ya Mas..."seraya membuka seatbeltnya.


"Sini aku cium dulu."tukas Fahri lalu Fahri mencium pipi kanan Sinta.


"Kalau pagi,aku hanya bisa cium pipi dulu dan nanti pulang kerja baru cium yang lain."goda Fahri seraya mengelus pipi Sinta.


"Ya,,,"


Sinta turun dari mobil dan melambaikan tangannya,setelah mobil Fahri pergi Sinta menggelengkan kepalanya mengingat perkataan Fahri soal mencium yang lain.


"Dasar Mas Fahri.."gumam Sinta seraya tersenyum.


Lalu Sinta bergegas masuk dan memulai pekerjaannya yang sangat dia cintai.Saat akan membuka pintu ruang kerjanya sebuah pesan masuk ke handphonenya lalu Sinta membuka pesan tersebut dan ternyata dari Fahri.


Ada yang ketinggalan,yang.Aku Cinta Kamu....selamat bekerja dan jangan melirik lelaki lain selain aku.


Sinta tersipu membaca pesan dari Fahri, meski hanya sebuah pesan singkat mampu membuat hati Sinta di penuhi kupu-kupu.Sinta terus mengulum senyumnya betapa dia sangat bahagia bisa mendapatkan cinta Fahri walaupu Fahri lelaki yang posesif tapi tidak mengekangnya.


Tring


Satu pesan dari Fahri lagi.


Semangat bekerja sayangku😘😘.


Setelah membaca pesan dari Fahri, senyum Sinta semakin lebar dan membuat Sinta bersemangat menjalani pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2