Nikah Muda

Nikah Muda
Bertamasya


__ADS_3

Aditya dan Bella keluar dari ruangan itu lalu menemui Sigit dan juga Bang Edo yang sudah menunggunya dari tadi.


"Sudah datang rupanya.."ucap Aditya tanpa dosa.


Sigit mendengus menatap Aditya ,"Asik bener kalian berdua,dari tadi di panggil nggak nyaut-nyaut."ketus Sigit


Aditya hanya cengengesan menanggapi omongan Sigit seraya menggaruk kepalanya."Sorry..." Ucap Aditya yang menatap Sigit terlihat kesal terhadapnya.


Sedangkan Bang Edo, celingak-celinguk menatap pintu ruangan kerja Aditya.


"Bang Edo cari apa?"tanya Aditya merasa heran melihat Edo.


"Kata si Sigit,katanya kamu lagi ngisi daya si imun,si Imin,si iman dan si Imon.Sekarang mana mereka?"tukas Bang Edo.


Sigit tepuk jidatnya,sedangkan Aditya bingung bagaimana menjawabnya."Jawab Dit..."seloroh Sigit.Bella pun meringis mendengar ucapan bang Edo.


"Emm,anu bang...yang di maksud Sigit itu...gimana ya jelasinnya."jawab Aditya sembari menggaruk tengkuknya.


"Sudah lupakan,lagian nggak penting dan juga nggak ada si imun,si Imin atau si..siapalah."tukas Aditya yang langsung ikut duduk di samping Sigit.Sedangkan Bella mengambil kursi plastik yang tak jauh dari mereka.


"Jadi gimana?... kira-kira kapan kita akan membuka bengkelnya."ungkap Aditya.


"Kalau aku sih terserah kamu,Dit.Kan yang punya bengkel kamu."sahut Bang Edo seraya memiringkan badannya menghadap Sigit.


"Tapi kita juga harus rekrut orang yang mau bantu Lo bang,masa iya Bang Edo kerja sendirian."sambung Aditya.


"Ya juga sih.."sahut Bang Edo sembari mengusap jenggotnya.


"Untuk sementara aku bakal bantu bang Edo di bengkel,dari pada gue nganggur."sambung Sigit.


"Jadi kapan nih,kita mulai buka bengkelnya?"tanya bang Edo.


"Lusa gimana?"ungkap Aditya seraya memandangi Sigit dan Bang Edo bergantian.


"Aku sih oke-oke saja"lanjut Bang Edo,sembari menganggukkan kepalanya.


Bang Edo melirik Bella, sebenarnya dari tadi dia penasaran.Siapa wanita cantik yang begitu lengket dengan Aditya.


"Dit,dia siapa?"tunjuk Bang Edo dengan dagunya.

__ADS_1


"Oh,dia...kenalin dia Bella,istri aku."ucap Aditya.


Edo terkejut dengan ucapan Aditya yang ternyata sudah menikah,dia pikir wanita itu pacarnya Aditya tapi ternyata istrinya.


"Wih,masih muda sudah punya istri.cantik pula istrimu,bagi tips dong gimana cara menggaet cewek.Aku yang sudah dua puluh enam tahun masih jomblo terus."tutur Bang Edo.


"Jangankan Abang,aku aja yang masih muda dan ganteng ini masih jomblo."sambung Sigit yang menepuk-nepuk lutut Bang Edo.


"Sudahlah terima nasib kalian yang memang jones..."seloroh Aditya.


Akhirnya pembicaraan mereka berlanjut mengenai bengkel, sampai-sampai lupa waktu karena saking asiknya mereka mengobrol,sedangkan Bella sudah pindah tempat duduknya dan tertidur di sandaran Aditya.


Bang Edo melirik jam di ponselnya, ternyata waktu sudah sore."Balik yuk,Git sudah sore nih.Aku ada urusan lagi habis Maghrib."ucap Bang Edo.


"Ayo.."


"Dit,kita pulang duluan ya..."pamit Sigit.


"Ok, hati-hati di jalan."sahut Aditya yang tengah merengkuh Bella.


"Nyenyak bener istrimu tidur."cetus Bang Edo yang melihat Bella tertidur besandar ke Aditya dan di tanggapi Aditya dengan senyuman.


"Kita balik dulu..."sambung Bang Edo dan di jawab oleh Aditya dengan mengacungkan jempolnya.


"Bella sayang...bangun yuk,"menepuk-nepuk pipi Bella pelan."Bell...ayo bangun."sambung Aditya.


"Hmm..."


"Ayo bangun,kita pulang ini sudah sore."imbuh Aditya.


"Ya..."jawab Bella parau seraya mengerjapkan kedua matanya dan di sambut Aditya dengan senyum manisnya,tapi yang ada Bella kembali memeluk Aditya dengan manja.


"Nanti lagi manja-manjaanya, Sekarang kita pulang."ucap Aditya.


"Ya..."sahut Bella yang terpaksa melepaskan pelukannya.


"Ayo..."ajak Aditya yang menarik tangan Bella.


Aditya dan Bella meninggalkan ruko,dan pulang ke rumah.Setibanya di rumah Aditya dan Bella memilih langsung membersihkan diri bersama-sama.

__ADS_1


Bella melangkah mengambil pakaian untuk Aditya di lemari dan juga untuk dirinya,setelah mengenakan pakaian Aditya mengajak Bella rebahan di kasur dan Bella pun menurut.


Saat sedang menikmati kebersamaannya dengan Bella,hape Aditya berdering.


"Siapa..."tanya Bella saat Aditya mengambil hapenya di nakas.


"Mama..."jawab Aditya.


"Halo Ma...."


"Dit,Mama cuman mau kasih tau kalau paman Ito mau ngadain pesta pernikahan buat anaknya,si Puput."


"Kapan?.."


"Akhir bulan ini,kamu dan Bella harus ikut.Sekalian kita kenalkan sama si Mbah dan Abah."sahut Mama Dina.


"Ya,Ma....nanti Adit dan Bella akan ikut ke sana."sambung Aditya.


"Ya sudah,Mama cuma mau ngasih tau itu saja."imbuhnya.


"Iya...."


"Kenapa?..."tanya Bella saat Aditya mematikan sambungan teleponnya dengan Mama Dina.


Aditya kembali memeluk Bella posesif dan menghujami Bella dengan ciuman."Adit..."sentak Bella.


"Iya,,iya,,Mama ngajak kita pulang kampung ke kampung halaman Papa karena paman Ito mau ngadain acara dan sekalian kita jenguk si Mbah dan Abah."cetus Aditya.


"Kapan?.."


"Akhir bulan ini,kamu harus ikut..."ucap Aditya seraya menjepit hidung mancung Bella.


"Bell...."


'Hmm...kenapa."sahut Bella dan mendongakkan wajahnya untuk menatap Aditya.


"Aku mau nyicil lagi..."seloroh Aditya seraya tersenyum nakal.


"Kalau aku bilang nggak,pasti kamu maksa.Tapi jangan salahkan aku jika nanti ada yang bangun.."cetus Bella.

__ADS_1


"Kalau dia bangun ya...kamu buat dia tidur lagi, terserah bagaimana caranya."jawab Aditya.Bella mendelik mendengar jawabannya.


Sedangkan tangan Aditya sudah masuk ke dalam baju Bella untuk bertamasya dan berjalan-jalan Serta naik-naik ke puncak gunung.


__ADS_2