
Bella melirik jam yang menggantung di dinding, sudah larut malam Aditya belum pulang juga.Bella menghentak nafasnya kasar karena terlalu lama menunggu Aditya pulang.
" Lama banget sih, pulangnya."Bella bermonolog dengan rasa kesal.
Bella berjalan ke arah jendela untuk sekedar melihat apa mobil Aditya sudah terlihat atau belum.Tidak lama mobil Aditya pun datang dan langsung terparkir di garasi mobil.Bella tersenyum lega karena Aditya sudah pulang.
Ceklek
Pintu di buka dari luar kamar dan Aditya menautkan kedua alisnya melihat Bella tengah melipat tangannya di dada serta pandangannya tajam.Aditya masuk dan menutup kembali pintunya.
"Kenapa belum tidur?,"ucap Aditya yang langsung membuka sepatunya.
"Kenapa malam sekali pulangnya?."bukannya menjawab pertanyaan Aditya tapi Bella malah balik tanya.
Aditya melirik Bella yang masih menatapnya tajam," Maaf,tadi aku dan yang lainnya keasyikan ngobrol."jawab Aditya.
Bella mendengus dan langsung berjalan ke tempat tidur.Bella menjatuhkan badannya di kasur dengan kesal, sedangkan Aditya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bella yang sedang marah.Aditya memilih membersihkan diri dulu sebelum bergabung dengan Bella.
Tak membutuhkan waktu lama untuk membersihkan diri,kini Aditya sudah berganti pakaian dan langsung bergabung dengan Bell.
Aditya memeluk Bella dari belakang dan mencium pipi chubby Bella,sedangkan Bella berpura-pura tidur.
" Maaf,sudah membuatmu khawatir."ungkap Aditya yang semakin mengeratkan pelukannya.
" Kamu tau,sejak tadi aku menunggumu pulang.Ini tuh udah malam banget dan aku takut kamu kenapa-napa di jalan."tukas Bella mengungkapkan kekesalannya.
Begitulah seorang istri,jika suami pamit izin pergi dan sampai tengah malam tidak pulang-pulang pasti akan di landa cemas dan pasti berpikiran buruk.Tapi kadang suami yang di khawatirkan malah terkesan cuek saja.
" Iya,maaf.Aku janji nggak akan mengulanginya lagi."
Bella menghela nafasnya, berusaha menetralkan perasaan kesalnya,Bella membalikan badannya dan menatap netra coklat Aditya." Kamu tau,istri mana yang tidak mencemaskan suaminya jika suaminya sampai tengah malam belum pulang juga,berbagai pikiran buruk masuk ke dalam otakku.Takut terjadi apa-apa di jalan,bahayakan nggak ada yang tau,bahkan aku sudah menelepon kamu tapi hape kamu nggak aktif terus.Gimana aku nggak mencemaskan kamu, boro-boro bisa tidur jika yang kita tunggu belum pulang-pulang." ucap Bella mengungkapkan kekhawatirannya.
__ADS_1
" Iya,maaf ibu negara."sahut Aditya.
Bella langsung mendelik saat Aditya bilang ibu negara." Terus sebagai permintaan maaf,aku harus ngapain?."tanya Aditya.
" Gampang kok,yaitu jangan mengulanginya lagi dan satu lagi selalu kabarin aku jika kamu pulangnya terlambat."imbuh Bella.
" Siap...berarti Sekarang kita tidur."jawab Aditya yang langsung menarik selimutnya menutup tubuh mereka berdua.
"Selamat malam, sayang..."Aditya mencium bibi dan kening Bella lalu merengkuh tubuh Bella kedalam dekapannya.
***
Keesokan harinya saat sudah siap berangkat untuk ke sekolah yang hanya untuk mengisi absen harian.Bella mendapatkan pesan singkat dari grup WA yang berisi kejadian semalam yang dimana Nanda di grebeg.
Bella tercengang saat melihat isi pesan tersebut dan melihat Vidio Nanda dan lelaki tua tidak mengenakan pakaian.
" Dit..."teriak Bella.
Bella menunjukkan Vidio tersebut kepada Aditya."Apa ini benar?"tanya Bella dengan pandangan serius.
" Oh...ini.Iya benar itu si Nanda lagi berbuat senonoh dengan bapak-bapak itu."
" Apa kamu juga melihat secara langsung tubuh si ulet bulu itu?"tanya Bella yang memicingkan matanya.
" Iya..."goda Aditya, padahal sama sekali tak melihatnya langsung.
" Kamu tau,Bell.Ternyata tubuhnya si Nanda itu....beuh seperti gitar Spanyol dan juga bagain gunungnya sangat besar."Aditya sengaja memanasi Bella.
Bella langsung memukul Aditya dengan bantal."Pantesan semalam pulangnya terlambat,ternyata tengah menikmati pemandangan yang kurang hajar."sentak Bella yang masih terus memukul Aditya dengan bantal.
Rasa kesal yang semalam belum hilang dan sekarang di tambah lagi dengan apa yang sebenarnya terjadi membuat Bella semakin kesal dan bercampur marah.Bella melempar bantal ke sembarang arah lalu meninggalkan Aditya dengan menghentakkan kakinya.
__ADS_1
"Loh,kamu kenapa Bell? pagi-pagi sudah cemberut saja?"tanya Bunda Ratna.
" Tanya sana sama menantu kesayangan Bunda!."seru Bella dengan rasa kesal.
Bunda hanya menggelengkan kepalanya dan melanjutkan sarapannya.Tidak lama Aditya menyusul Bella ke meja makan,tapi Bella tak memperdulikan Aditya.
" Bell...Adit nggak di ambilin sarapannya?"tegur Bunda yang melihat Bella cuek.
" Adit kan punya tangan,dia bisalah ambil sarapannya sendiri."ketus Bella dan melirik sinis kepada Aditya.
" Bell ka---"
" Sudah nggak papa,Bun."potong Aditya.
Selesai dengan sarapannya, Bella langsung meninggalkan Aditya yang belum menyelesaikan sarapanya.Aditya yang melihat Bella melenggang pergi langsung mengentikan sarapannya dan langsung berpamitan kepada Bunda.
" Bell..tunggu.."
Bella berhenti dan menatap Aditya sinis."Apaan..."ketus Bella jutek.
" Jangan marah dong.."menoel dagu Bella.
" Ok,maaf.Soal ucapanku yang tadi bohong,aku Sama sekali nggak melihat tubuh Nanda secara langsung.Tadi itu hanya candaan aku saja,beneran."Aditya mengangkat dua jari nya ke atas.
" Candaan kamu nggak lucu."bentak Bella.
Aditya menggaruk kepalanya,niat hati hanya ingin menggoda Bella tapi yang ada malah panjang urusannya.
Tiiin Tiiiinnnnn.
Aditya terkejut mendengar bunyi klakson,Aditya mengelus dadanya dan berjalan ke mobil.Aditya masih melihat Bella dengan wajah marahnya.
__ADS_1
Seharusnya tadi aku nggak menggoda Bella dengan ngomong melihat tubuh si Nanda.Huh nyesel gue jadinya.batin Aditya