Nikah Muda

Nikah Muda
Mengalah


__ADS_3

Setelah melewati beberapa pemeriksaan,akhirnya Bella di izinkan pulang sama dokter.Dan betapa bahagianya Bella saat dirinya di perbolehkan pulang.


Bella yang begitu antusias akan pulang ke rumah,lain cerita dengan Aditya.Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter dan juga Bunda Ratna bahwa Bella tidak boleh di sentuh dulu selama dua bulan.Bukan tak senang Bella sudah di nyatakan sembuh tapi yang jadi permasalahannya Aditya tidak boleh menyentuh Bella selama dua bulan.Bayangkan saja,Aditya harus berpuasa selama itu,sedangkan Bella sudah menjadi candunya.Sehari tak menyentuh Bella saja rasanya seperti berhari-hari, apalagi ini selama dua bulan.Apakah sanggup tidak menyentuh Bella,rasanya tidak.


Aditya terus saja menekuk wajahnya,tak ada semangat seolah gairah hidupnya terbang entah kemana.Aditya menghela nafasnya kasar sampai berulang kali, Aditya melirik Bella yang tengah duduk di tepi ranjang dengan senyuman yang terus terpatri di wajahnya.


Sudah sejak tadi Bella sudah siap untuk keluar dari tempat terkutuk ini,tapi Bella tidak menyadari perubahan wajah Aditya yang murung.Karena saking senangnya dia akan pulang ke rumah.


" Adit..."seru Bella yang terus-menerus tersenyum.


" Hmm... kenapa?"tanya Aditya yang tak semangat.


" Bukannya sudah di izinkan pulang sama dokter,tapi kenapa kita masih di sini?"tukas Bella yang memandang Aditya.


Aditya mendengus samar,"Kita tunggu Bunda dulu,katanya Bunda mau jemput kita."Aditya melirik jam di pergelangan tangannya.


"Mungkin sebentar lagi Bunda sampai."ucap Aditya.


Tidak lama Pintu terbuka, menampakkan Bunda yang akan menjemput anak dan menantunya pulang ke rumah.


"Apa sudah siap?"tanya Bunda Ratna kepada Aditya yang terlihat lesu.


" Sudah,Bun."jawab Aditya.


" Kalau gitu ayo kita pulang."imbuh Bunda.


***


Kini mobil yang di kendarai oleh Aditya sudah memasuki halaman rumah.Bella tersenyum bahagia kerena sudah kembali ke rumah.


Mama Dina dan Fahri sudah menanti kedatangan Bella.Mama Dina tersenyum hangat saat melihat Bella keluar dari mobil.

__ADS_1


" Mama..."seru Bella yang langsung memeluk Mama Dina.


"Sudah lama menunggu,Bu."tanya Bunda Ratna.


"Belum,kita juga baru sampai."sahut Mama Dina yang melingkarkan tangannya di bahu Bella.


" Kalau gitu,ayo masuk."ajak Bunda Ratna.


Sedangkan Aditya menurunkan barang mereka dari bagasi mobil.Aditya yang melihat Fahri sedang memandangi Bella,hanya bisa berdecak sebal.Sampai sekarang pun Aditya tidak terima kalau Fahri terus saja mengusik kehidupan rumah tangganya bersama Bella.


"Gimana keadaan kamu sekarang."tanya Mama Dina.


" Baik,Ma..."jawab Bella.


Bunda datang membawa minuman dan juga cemilan."Silahkan di minum dulu,Bu Dina."seloroh Bunda Ratna.


"Iya,terima kasih.Padahal nggak usah repot-repot loh jeng."sahut Mama Dina.


" Nggak papa, masa ada tamu tidak di suguhkan apa-apa."cetus Bunda Ratna.


" Nak Fahri sudah punya pacar?"tanya Bunda.


" Belum Tante.."jawab Fahri cepat seraya melirik Bella yang tengah duduk di dekat Mama Dina.


Gimana mau punya pacar,kalau aku sukanya sama istri adikku sendiri.Batin Fahri.


Bunda hanya manggut-manggut mendengar jawaban Fahri.


Aditya datang setelah meletakkan barang bawaannya di kamar,kini Aditya ikut bergabung dengan mereka.


Aditya sengaja duduk di samping Bella dan melingkarkan tangannya di bahu Bella dan hal itu mengundang api cemburu Fahri.

__ADS_1


Fahri mencoba sabar dan terus sabar saat Aditya sengaja memanasi hatinya.


" Mau kemana?" tanya Aditya yang melihat Bella berdiri.


"Mau ke dapur dulu,mau ambil minuman."seloroh Bella yang sembari menunjukkan gelasnya yang kosong.


Bella melangkah ke dapur dan hal ini menjadi momen di mana Fahri bisa bicara berdua dengan Bella.


" Tante,toiletnya dimana ya?"tanya Fahri yang pura-pura tidak tahu letak kamar mandi.


" Di sana dekat dapur."tunjuk Bunda Ratna.


Fahri pun berjalan ke arah dapur dan melihat Bella sedang membuka kulkas.


" Bell..."seru Fahri.


Bella yang sedang serius melihat isi kulkas, terhenyak saat suara bariton Fahri memanggilnya.


"Ada apa,Bang?"tanya Bella.


" Sekarang kamu sudah tidak mengandung anak Adit lagi, bisakah kamu tinggalkan Adit dan memilih hidup dengan Abang.Abang janji akan selalu menjaga dan melindungi kamu sepenuh hati Abang,tidak seperti Adit."cetus Fahri.


Bella hanya menghela nafasnya kasar,Bella tidak tau lagi gimana caranya agar Fahri bisa melupakan perasaannya.


" Sekali lagi maaf,Bang.Bella nggak bisa begitu saja meninggalkan Adit,bagiku Adit adalah separuh jiwaku.Terserah Abang mau menilai apa,tapi yang jelas berhenti berharap sama yang tak pasti.Berat memang,tapi Abang harus mencoba mengikhlaskannya dan Abang juga harus bisa move on.Jangan hanya terpaku sama aku saja tapi Abang harus mencoba membuka hati Abang buat perempuan di luar sana.Bella yakin ada perempuan yang tulus mencintai Abang dengan segala kekurangan yang kita punya."jawab Bella.


"Apa Abang bisa?"sahut Fahri yang kecewa dengan penuturan Bella.


"Abang pasti bisa,ayo lah bang.Lupakan Bella,Bella sudah bahagia hidup sama Adit.Abang juga harus bahagia dengan hidup Abang meski bukan sama Bella."


"Baiklah,kali ini Abang mencoba mengalah demi kebahagiaan kamu.Ternyata susah memisahkan kalian berdua,Abang bisa apa?"pasrah Fahri dan mencoba melupakan Bella demi kebahagiaan yang Bella rasakan bersama Aditya.

__ADS_1


Ya..Fahri akan mencoba mengikhlaskan Bella buat Aditya,adik tersayangnya.Dia mengalah demi cintanya yang tak terbalas.Mungkin Bella memang bukan jodohnya,sekuat apapun dia mencoba mengganggu rumah tangga Aditya dan Bella tetap saja dia kalah.


Fahri balik menuju ke sofa dengan langka gontai,dia akan mencoba melupakan Bella.Meski sulit untuk di jalaninya.


__ADS_2