
Saat Bunda Ratna datang,Bella tengah duduk bersandar di brankar sedangkan Aditya tertidur di sofa.
"Nih siomaynya..."Bunda langsung meletakan siomaynya di pangkuan Bella.
Bella tersenyum sumringah melihat siomay,"Terima kasih Bundaku sayang..."ucap Bella tulus.
"Iya, sama-sama."timpal Bunda seraya mengacak rambut Bella.
Tanpa ba-bi-bu Bella langsung memakan siomaynya lahap,tapi tinggal sedikit lagi siomay yang di makannya mendadak perut Bella bergejolak dan ingin segera memuntahkannya.
Hoek
Bella menutup mulutnya,"Kenapa?"tanya Bunda Ratna.
Bella tak menjawab perkataan Bunda, mulutnya sudah dia bekap dan ingin segera memuntahkan apa yang dia makan.
"Di sini aja muntahnya,"Bunda mengambil kantong plastik dan memberikannya kepada Bella.
Bella membuka kantong plastik dan langsung mengeluarkan isi perutnya hingga terkuras abis,Bunda hanya bisa membantu memijat tengkuk Bella.
"Sudah..."tanya Bunda Ratna dan Bella hanya mengangguk pelan.Bunda mengambil kantong plastik tersebut dan mengikatnya lalu di buang ke tong sampah.
"Nih minum dulu.."ujar Bunda Ratna menyodorkan air minum kepada Bella dan Bella meminumnya sedikit.
"Pusing Bun..."rengek Bella.
"Iya,sini Bunda pijitin kepalanya."
Saat sedang memijat Bella suara ketukan pintu membuyarkan fokus Bunda dan munculah Mama Dina dan Papa Surya dari balik pintu.
"Jeng..."panggil Mama Dina yang melangkah mendekati Bella dan di ikuti oleh Papa Surya.
"Gimana keadaannya?"tanya Mama Dina kepada Bunda Ratna.
"Kata dokter Bella dehidrasi dan apa yang Bella makan pasti akan keluar lagi,jadi perut Bella selalu kosong dan itu yang menyebabkan Bella pingsan."ucap Bunda Ratna
"Kasihan sekali kamu nak..."ucap Mama Dina dan melihat Bella tengah menatapnya seraya tersenyum.
"Kamu yang kuat ya nak.."seloroh Papa Surya.
"Iya Pa..."balas Bella.
Papa Surya melangkah ke sofa yang sedang Aditya tiduri,"Bangun kamu..."seraya memukul lengan Aditya dan membuat Aditya terjaga.
"Papa..."
"Bukannya jagain Bella,kamu malah tidur."ketus Papa Surya.
__ADS_1
Aditya hanya menggaruk kepalanya saat Papa Surya mengomel padanya.
"Ngantuk Pa.."elaknya.
"Cih.."sahut Papa Surya sedangkan Aditya hanya nyengir kuda
***
Pada sore harinya, Aditya membantu Bella mengelap tubuhnya menggunakan air hangat sedangkan Bunda pulang dulu.
"Buka bajunya.." titah Aditya seraya membantu melepaskan kancing baju Bella.
Aditya mengelap tubuh Bella dengan penuh perhatian hingga tiba di depan dadanya, Aditya hanya bisa menelan Salivanya melihat gunung kembar Bella yang lebih berisi karena Bella tengah hamil.
Kalau tidak sedang sakit sudah aku tengok kedua anakku.
Selesai mengelap tubuh Bella, Aditya memakaikan bra kepada tubuh Bella,"By...sesak,"ucap Bella manja.
"Ya sudah nggak usah pakai bra."
Aditya membuka pengait bra dan melepaskannya, Aditya berusaha menahan diri melihat pemandangan gunung Bella dan itu membuat si leher angsa mulai menggeliat meminta di lepaskan dari sarangnya.Cepat-cepat Aditya memakaikan Bella baju dan mengancingkan nya.
"Aku ke kamar mandi dulu,"seloroh Aditya.
Bella kembali merebahkan tubuhnya di kasur sembari menunggu Aditya,"Kok Adit lama.."gumamnya.
"By....kok lama.."teriak Bella.
"Ya.. tunggu sebentar.."sahut Aditya dan saat itu juga si leher angsa mengeluarkan semburannya.
"Huft..akhirnya.."monolog Aditya.
Selesai dengan ritualnya dengan mbak LUX, Aditya keluar kamar mandi dan menghampiri Bella.
"Kok lama sih.."cecar Bella.
"Gimana nggak lama leher angsaku minta di tenangkan gara-gara kamu."tukas Aditya
Bella tertawa,"Jangan ketawa.."ketus Aditya yang ikut naik ke brankar lalu mendekap Bella.
"Iya.."ucap Bella masih dengan sisa tawanya.
"By.."
"Hmm.. kenapa?"
"Kapan pulang,aku sudah nggak betah berada di sini."cetus Bella.
__ADS_1
"Kita tunggu kata dokter ya,lagian keadaan kamu masih lemas gini.Aku nggak mau ambil resiko,kamu tau saat aku mendengar kamu pingsan di kamar mandi.Aku benar-benar menghawatirkan kamu,aku takut Bell.Takut seperti kejadian dulu lagi."ungkap Aditya.
"Aku sayang sayang kalian,"sambung Aditya serata mencium kening Bella.
"Kami juga sayang Papa."timpal Bella tersenyum hangat kepada Aditya.
"Aaah...Bell..sumpah demi apapun si leher angsa menggeliat lagi."rengkek Aditya merengkuh Bella.
"Sini aku tenangin"goda Bella sembari mengulum bibirnya.
Aditya melotot kepada Bella dan Bella akhirnya tertawa melihat ekspresi Aditya.
"Puas kamu.."kesal Aditya.
Tok tok tok
Aditya dan Bella melihat ke arah pintu,dan munculah Fahri dan Sinta.
"Hai.."sapa Sinta.
"Kak Sinta, Bang Fahri.."sahut Bella tersenyum.Aditya segera turun dari brankar.
"Gimana keadaan kamu?"tanya Sinta sembari meletakan buah tangannya di atas nakas.
"Ya seperti yang kakak lihat."timpal Bella.
"Semoga sebentar saja kamu di rawatnya..."
"Amin.."
Bella menengok apa yang di bawa oleh Sinta,"kakak bawa apa?"
"Cake,mau?"
Bella mengangguk,"Tapi dikit saja kak,takut keluar lagi apa yang aku makan."
"Iya,,"Sinta mengambil sepotong cake kepada Bella.
Bella memakan cake itu dan kali ini apa yang di makan Bella tidak membuat mual,Bella tersenyum sumringah karena apa yang di makannya tidak menyebabkan muntah.Akhirnya Bella meminta nambah cake lagi hingga Bella menghabiskan separuhnya.
Aditya tersenyum senang karena sekarang makanan yang di makan Bella tidak keluar lagi serta berharap apapun yang di makan Bella tetap masuk ke perut Bella dan tidak memuntahkannya lagi.
____
Mampir juga ke novelku yang baru.
Jangan lupa like nya ya...
__ADS_1