
Sebulan sudah berlalu,semenjak penangkapan terhadap Nanda.Kini Nanda dijerat hukuman penjara selama 2 sampai 3 tahun lamanya.
Hari ini,setelah di nyatakan lulus sekolah SMA.Aditya mengajak Bella ke suatu tempat,dimana Aditya akan memulai usahanya yang sudah di rencanakannya bersama Sigit.
" Kita mau kemana,Dit?."tanya Bella yang sedang di pakaikan helm oleh Aditya.
"Nanti juga kamu tahu."
Bella mencebikan bibirnya,dan segera naik ke motor.Sedangkan Aditya hanya tersenyum melihat Bella mencebikan bibirnya.
Hanya setengah jam waktu perjalanan ke tempat tujuan,kini motor Aditya sudah terparkir di sebuah ruko yang tidak terlalu besar.Bella hanya mengernyitkan dahinya saat sudah berdiri di samping motor.
"Kita ngapain ke sini?" tanya Bella sembari memandangi ruko yang ada di depan matanya.
"Nanti kamu juga akan tahu,ayo masuk."ajak Aditya yang langsung menggandeng tangan Bella.
Aditya membuka pintu ruko dan mempersilahkan Bella masuk ke dalam ruko.Bella tercengang dengan semua yang ada di dalam ruko." Bengkel..." Ucap Bella yang mendongakkan wajanhnya menatap Aditya.
"Iya,ini bengkel."jawab Aditya.
"Tapi,ini bengkel siapa?"tanya Bella bingung.
"Ini tuh be----"
Drrtt Drrtt.
"Sebentar.."tutur Aditya kepada Bella.
"Halo Bang Edo..."
" Kamu sudah sampai di bengkel.."sahut Bang Edo.
"Sudah,aku tunggu di bengkel ya.O..iya Sigit sudah datang belum untuk jemput Bang Edo."
"Sudah,ini baru nyampe anaknya.."sahut Bang Edo.
"Oke,aku tunggu ya..."tukas Aditya.
"Sip..."
Aditya mematikan sambungan teleponnya lalu memasukkan hapenya ke saku celananya.
__ADS_1
"Bang Edo tuh siapa?"tanya Bella yang meminta penjelasan.
"Teman,nanti aku kenalin.Ayo kita ke dalam."
Aditya menarik tangan Bella ke sebuah ruangan yang kusus buat pemilik bengkel alias ruang kerja Aditya.Bella langsung duduk di sofa panjang sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu lalu pandangannya berhenti kepada Aditya.
"Kamu belum jelasin,ini tuh bengkelnya siapa?"tanya Bella yang memandang Aditya lekat.
Aditya yang tadinya berdiri langsung berlutut di depan Bella.Aditya tersenyum memandang wajah Cantik Bella,wanita yang sangat dia cintai dan juga mampu menggetarkan hatinya.
"Ini adalah bengkel aku,Bell."ucap Aditya sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Bella.
"Bengkel kamu.." cicit Bella.
" Iya,aku ingin memulai usaha dari nol.Sebagai seorang suami sudah sepatutnya menafkahi istri dan selama kita menikah aku belum mampu memberimu nafkah lahir,maka dari itu aku minta dukungan dari kamu memberi aku semangat mengembangkan usaha ini."ucap Aditya.
" Terus kamu sudah merekrut orang yang mau membantu mengembangkan bengkel kamu."tukas Bella sembari mengusap pipi Aditya.
"Sudah ada,yang tadi nelpon aku.."jawab Aditya.
"Yang namanya Edo.."
"Yap,betul..."sembari menganggukkan kepalanya,"Dia yang akan menjadi montirnya,sekaligus membantu mengelola bengkelku."
"Aku juga ingin merasakan rasanya menafkahi kamu dari hasil usahaku sendiri tanpa bantuan orang tua kita.Dan juga aku ingin di nafkahi batin aku,Bell.."seloroh Aditya tersenyum nakal.
Bella memukul bahu Aditya sembari mendelik menatap Aditya."Belum waktunya.."cetus Bella.
"Kapan?...."rengek Aditya.
"Ya nanti,kalau sudah genap dua bulan."tukas Bella.
"Lama sayang..."sambung Aditya
Aditya mendengus,dia sudah berusaha menahan keinginannya untuk tidak menyentuh Bella.
"Kalau gitu nyicil dulu ya.."ucap Aditya ambigu
"Maksudnya nyicil gimana?"tanya Bella yang tak mengerti dengan perkataan Aditya.
"Kaya gini.."
__ADS_1
Aditya menarik tengkuk Bella dan menautkan bibirnya dengan bibir Bella,decapan suara ciuman mereka mengisi ruangan itu.Bella langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Aditya,sedangkan tangan Aditya yang berada di tengkuk Bella menekannya agar ciumannya semakin dalam.Lidah Aditya menerobos masuk ke mulut Bella dan saling membelit dengan lidah Bella.
"Nnggghh..."Leng*uhan Bella di sela-sela ciuman mereka.
"Adit..."seru Sigit yang mencari keberadaan Aditya.Sigit melangkah ke ruang kerja Aditya,tanpa permisi Sigit main masuk ke dalam.Sigit mematung menatap Aditya dan Bella tengah berciuman,Sigit memutar tubuhnya keluar ruangan itu dengan mukanya yang memerah.
...Mereka yang berciuman kenapa gue yang malu.Batin Sigit....
"Hufh...beginilah nasib jomblo hanya bisa menelan ludah saat melihat orang yang sedang berciuman."monolog Sigit sembari menghampiri Bang Edo yang tengah duduk di kursi panjang.
"Mana si Adit?..."tanya Bang Edo.
"Ada,lagi ngisi daya si Imin,si imun dan si iman dan satu lagi si Imon."Jawab Sigit.
Bang Edo menautkan kedua alisnya,bingung dengan penuturan Sigit yang menurutnya aneh.
"Emang mereka siapa?apa mereka yang akan membantu aku mengelola bengkel ini?.cetus Bang Edo.
"Mereka siapa?"tanya balik.
"Lah,kamu bilang si Adit lagi sama si Imin,si iman,si imun dan si Imon."tutur Bang Edo yang memandang Sigit serius.
Sigit tepuk jidat,dia lupa kalau Bang Edo lebih parah jomblonya.Jadi Bang Edo nggak tau istilah-istilah begitu.
" Sudah lupakan..."ucap Sigit seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
"Kenapa?..ayo jawab"kekeh Bang Edo.
"Aarrgh..ADIT CEPAT KELUAR..."teriak Sigit.
Bella yang mendengar ada orang yang memanggil nama Aditya, berusaha melepaskan ciumannya dengan Aditya.Tapi Aditya semakin memperdalam ciumannya.Bella memukul dada Aditya agar berhenti menciumnya,dengan terpaksa Aditya menghentikan ciumannya.
"Kenapa?..."tanya Aditya yang memang tidak mendengar suara Sigit Karen saking asiknya menciumi bibir Bella.
"Sigit manggil..."sahut Bella.
"Kok,aku nggak denger."cetus Aditya.
"Makanya,jangan hanya bibir saja yang bekerja.Telinga juga haru bekerja,jika ada orang manggil dengar..."imbuh Bella.
"Hmm..."sembari bangun dari posisi berlutut nya.
__ADS_1
"Ayo,temuin mereka."menarik tangan Bella.