
"Pagi ma...."sapa Fahri yang sudah rapih dengan setelan kantor.
"Pagi juga,nak."timpal Mama Dina yang sedang mengisi sarapan buat Papa Surya.
"Gimana kerjaan kamu di kantor."seloroh Papa Surya yang sedang menyesap teh hangat.
"Baik,pa...bahkan Abang sekarang naik jabatan menjadi manajer."sambung Fahri sembari menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.
Papa Surya manggut-manggut mendengar penuturan anak sulungnya itu.Meskipun Fahri tidak mau meneruskan usaha Papa Surya yang hanya pengusaha textile tapi Papa Surya bangga atas pencapaian putra sulungnya itu.
"Pagi...ma,pa,bang..."sapa Aditya dan langsung duduk di kursi bersama Bella.
Fahri melirik Bella yang pagi itu sangat cantik, pandangan Fahri meneliti setiap inci wajah Bella hingga pandangannya tertuju ke leher Bella, dimana ada tanda merah di leher Bella.Hati Fahri mencelos saat dia membayangkan seperti apa permainan mereka di atas ranjang.
Membayangkannya saja sudah membuat hati Fahri sakit tapi tak berdarah,sekuat apapun Fahri mencoba melupakan Bella tetap saja tidak bisa.
"Ma...Pa..aku berangkat dulu."pamit Fahri yang sebenarnya mau menghindar dari Bella.
"Ya..."sahut Mama Dina.
"Kalian nggak kemana-mana kan."tanya Mama Dina kepada Aditya dan Bella.
"Kalau Adit mau ke bengkel,ma..."ujar Aditya.
"Kalau kamu,Bell...?"tanya Mama Dina.
"Bella nggak ada rencana mau pergi."tukas Bella menatap manik Mama Dina.
"Bagus,kamu temani Mama ketemu teman arisan Mama,ya."pinta Mama Dina.
Bella menatap Aditya,"Gimana,boleh nggak?"izin Bella kepada Aditya.
"Boleh..."sambung Aditya yang meneruskan suapannya.
***
Fahri yang sudah sampai di kantornya langsung menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya.Fahri menekan interkom untuk memanggil sekretarisnya.
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk..."seru Fahri.
"Selamat pagi,Pak."sapa sekretaris Fahri yang bernama Neta.
"Apa jadwal hari ini?."tanya Fahri.
"Jam sepuluh nanti,Bapak harus ikut merekrut karyawan baru dan makan siang ada meeting dengan perusahaan XV group."ucap Neta.
"Baiklah,ingatkan saya jika sudah pukul sepuluh."ujar Fahri.
"Ya,Pak,kalau begitu saya permisi dulu."seraya menundukkan kepalanya.
"Hmm.."
Tanpa terasa waktu bergulir dengan cepat,kini langkah Fahri menuju tempat interview untuk merekrut karyawan baru.Saat sedang serius melihat data-data para karyawan yang akan dia rekrut, tiba-tiba terdengar sapaan halus dari seorang wanita.
"Permisi,pak.."sapanya.
Fahri mendongakkan kepalanya dan menatap wanita itu intens,seraya mengingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita itu.
"Loh,inikan mas yang waktu itu nolongin saya di cafe!."selorohnya.
"Siapa nama kamu?"tanya Fahri serius.
"Nama saya Dewi,Mas..eh,maaf maksud saya,Pak."ucap Dewi.Fahri hanya manggut-manggut tanpa berkata apapun.
"Pak Bagas, silahkan interview dia."ujar Fahri datar.
"Baik,Pak."
Selama interview berlangsung Dewi sesekali melirik Fahri yang terlihat serius dengan data-data yang sedang dia baca.
Kenapa dia sangat tampan sekali kalau lagi serius begitu,apa dia sudah punya pasangan.Oh Tuhan jika dia masih single dekatkan dia dengan hamba.Batin Dewi.
"Oke,Dewi interviewnya cukup sampai di sini.Nanti perusahaan akan hubungi kamu jika kamu di terima bekerja disini."cetus Pak Bagas.
"Ya Pak,kalau begitu saya permisi dulu."ujar Dewi seraya melirik Fahri yang tetap serius dengan kertas-kertas di tangannya.
Dewi melangkah keluar ruangan dan saat akan menutup pintu,Dewi sekali lagi menatap Fahri.Dewi mendengus karena Fahri tidak meliriknya sama sekali.
__ADS_1
Sepertinya susah menaklukkan hatinya.Batin Dewi yang merasa sedikit kecewa.
***
Seperti janjinya,Bella menani Mama Dina bertemu dengan teman arisannya.Mama Dina sangat senang karena dia bisa pamer kepada teman-temannya kalau dia sudah punya menantu.
"Maaf jeng saya terlambat."seloroh teman Mama Dina yang baru tiba.
"Nggak apa-apa,jeng santai aja!."timpal salah satu teman Mama Dina yang dandanannya paling mencolok.
"Ini siapa?"tanya teman Mama Dina yang baru tiba itu.
"Dia menantu saya,jeng."jawab Mama Dina yang memperkenalkan Bella.
"Oh,menantu kamu jeng,cantik ya."pujinya seraya berjabat tangan.
Selama acara arisan berlangsung,Bella sudah mulai bosan tapi mau gimana lagi,dia sudah berjanji menemani Mama Dina arisan.Bella bernafas lega karena acara arisannya selesai.
"Ma..pulang dari sini Bella mau mampir ke bengkelnya Adit."ungkap Bella.
"Ya.."sahut Mama Dina.
Bella dan Mama Dina berpisah di parkiran,Bella memilih naik taksi.Saat tiba di depan bengkel Bella langsung turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam bengkel, karena saking semangatnya kaki Bella tersandung dan hampir terjatuh.Tiba-tiba ada tangan kekar melingkar di pinggang Bella.
"Hati-hati kalau berjalan."imbuhnya.
Bella mendongakkan kepalanya untuk menatap siapa yang menahan tubuhnya yang hampir jatuh.Seketika pandangan lelaki yang menolong Bella terkesiap saat dia melihat wajah cantik Bella,bahkan lelaki itu memandang Bella tanpa berkedip.
Aditya yang melihat itu semua langsung terbakar cemburu,tapi Aditya berusaha tetap tenang.
"Sayang..."seru Aditya yang menghampiri Bella.
Bella menengok ke arah Aditya dan melihat Aditya berwajah masam.
"Terima kasih sudah menolong saya."tukas Bella kepada lelaki itu.
"Iya, sama-sama."
Bella kembali melangkah menghampiri Aditya dan tersenyum kepadanya.Sedangkan lelaki itu terus memperhatikan Bella dan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Cantik ungkapnya dalam hati seraya memandangi Bella.