Nikah Muda

Nikah Muda
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

"Kenapa dengan Bella?"tanya Bunda yang baru tiba di rumah.


"Bella tadi pingsan di kamar mandi,Bun."jawab Aditya sendu.


"Apa...?"


Bunda menatap Bella yang tengah memejamkan matanya dengan wajahnya yang pucat.


"Ayo kita bawa Bella ke rumah sakit."suruh Bunda.


Aditya segera membopong tubuh Bella dan membawa Bella ke mobil,Bunda membantu membukakan pintu mobil.Setelah Bella berada di dalam mobil Bunda segera masuk dan memangku kepala Bella.


Aditya segera mengendari mobilnya dan membawa Bella ke rumah sakit.Berkali-kali Aditya menengok ke belakang lewat kaca spion,hati Aditya merasa tak tenang dan juga khawatir dengan keadaan Bella yang lemas tak bertenaga.


Akhirnya mobil yang di kendarai Aditya tiba di depan UGD,para suster yang bertugas segera membawa Bella masuk ke dalam dan mendapatkan perawatan untuk Bella.


Sang dokter terus memeriksa keadaan Bella yang lemas.Suster sudah menanjabkan jarum infus di punggung tangan Bella.Setelah mendapatkan perawatan secara intensif,Bella langsung di bawa ke ruang rawat untuk Bella.


"Dok, gimana keada istri saya?"tanya Aditya.


"Istri anda mengalami dehidrasi dan juga kurangnya asupan makan yang membuat tubuh istri anda lemas,tapi sekarang sudah di bantu dengan cairan infus.Kita tinggal tunggu perkembangan lebih lanjut."tukas sang dokter.


Aditya mengangguk,meski hatinya belum sepenuhnya lega karena keadaan Bella masih lemas.Aditya masuk ke dalam kamar rawat Bella, Aditya langsung menghempaskan tubuhnya di kursi dan menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi seraya menatap Bella yang tengah terbaring di brankar.


"Dit, gimana kata dokter?"tanya Bunda Ratna yang baru keluar dari kamar mandi lalu ikut duduk di samping Aditya.


"Dehidrasi dan juga kurangnya asupan makanan."sahut Aditya sembari menatap Bella.


Bunda hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Aditya,lalu Bunda Ratna juga ikut memandangi Bella.Sekarang wajah Bella tidak pucat lagi tidak seperti saat di bawa ke rumah sakit.


"Haus..."ucap Bella lirih.


Aditya segera bangun dari duduknya dan mengambilkan air minum untuk Bella.Aditya membantu mendudukkan Bella lalu Aditya menyodorkan air minum itu.Bella menerimanya dan langsung meneguknya pelan-pelan.

__ADS_1


"Sudah.."tanya Aditya dan di balas anggukan oleh Bella.


"Gimana,apa masih pusing?"tanya Aditya.


Bella mengangguk dan langsung memeluk Aditya,Bella menyembunyikan wajahnya di dada Aditya.Aditya membalas pelukan Bella seraya mengelus punggung Bella, berharap bisa memberi kenyamanan untuk Bella.


"Apa sekarang nggak mual?"bisik Aditya seraya menundukkan kepalanya hanya ingin melihat wajah Bella. Aditya tau kalau dia di dekat Bella pasti Bella akan bilang bau dan pastinya akan langsung mual-mual.


Bella menggelengkan kepalanya di dada Aditya,Bella tengah menikmati hangatnya pelukan suaminya itu.Rasa bau yang sering Bella katakan menguap begitu saja dan di gantikan dengan kenyamanan saat berada di pelukan Aditya.


"By,aku lapar."lirih Bella seraya mendongakkan kepalanya menatap Aditya.


"Mau makan apa?" Sembari mencium pucuk kepala Bella.


"Siomay... boleh?"ungkap Bella ragu.


"Boleh dong,aku beliin sekarang ya."sahut Aditya sembari tersenyum menatap Bella.Tapi Bella malah mengerucutkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa?"tanya Aditya bingung.


"Loh kenapa?aku kan cuman mau beli siomay untuk kamu sayang, lagian di sini ada Bunda yang jaga kamu."tukas Aditya sembari mengelus pipi Bella.


"Nggak mau,,,, pokoknya kamu nggak boleh pergi!"tegas Bella.


"Iya,,iya,,aku nggak pergi."Aditya mengalah demi Bella.Bella benar-benar tak melepaskan pelukannya,dia ingin berlama-lama berada di pelukan Aditya.


"Ya sudah,biar Bunda saja yang belikan siomaynya."usul Bunda.Bunda Ratna tau Bella lagi ingin bermanja-manjaan sama Aditya maka dari itu biar Bunda yang membelikannya.


"Bun maaf.."ucap Aditya yang merasa tak enak hati.


"Nggak apa-apa,kamu urus Bella."sahut Bunda Ratna dan Bunda mengambil tasnya lalu bergegas mencari apa yang di inginkan oleh Bella.


"Lebih baik kamu tiduran lagi."titah Aditya.

__ADS_1


"Nggak mau!"tegas Bella.


"By..."


"Hmmm, kenapa?"


"Cium.."ungkap Bella seraya mendongakkan kepalanya menatap Aditya.


Aditya tersenyum menatap balik Bella,"Memang sekarang aku sudah nggak bau lagi?"Bella menggeleng cepat.


"Baiklah,sini.."Aditya menangkubkan kedua tangannya di pipi chubby Bella lalu Aditya mencium bibir Bella sebentar.


"Kurang lama.."rengkek Bella manja.


Aditya tersenyum lebar sembari mengacak-acak rambut Bella,"Kamu lagi sakit sayang,jadi sebentar saja.Kalau kamu sudah sehat aku akan melakukannya dengan senang hati."


Bella mencebikan bibirnya lalu melepaskan pelukannya dan Bella memilih tiduran sembari menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


"Sayang..."panggil Aditya seraya menggoyankan bahu Bella.


"Sana pergi,jangan dekat-dekat."sarkas Bella di balik selimutnya.


"Kok jadi marah sih,sayang..."


Bella bergeming dan menulikan pendengarnya,Bella marah sama Aditya karena tidak mau menuruti kemauannya.


Aditya menghela nafasnya samar melihat tingkah Bella yang merajuk padanya."Oke,sini aku cium lagi.."cetus Aditya.


"Nggak mau!"tegas Bella.


"Udah sonoh jauh-jauh,aku sebel sama kamu."sentak Bella.


Aditya hanya menggeleng dan memilih duduk di sofa membiarkan Bella dengan kekesalannya.Kalau terus merayu Bella yang ada Bella semakin mengeluarkan tanduknya dan pastinya akan semakin sulit menjinakkan hati Bella.

__ADS_1


Aditya mengambil handphonenya,dia lupa belum mengabari Mama Dina kalau Bella masuk rumah sakit.Aditya mengirim pesan singkat kepada Mama Dina dan memberi tahu keadaan Bella agar Mamanya tidak cemas dengan keadaan Bella.Setelah mengirim pesan ke Mama Dina Aditya memilih memejamkan matanya sambil menunggu Bunda datang membawa pesanan Bella.


__ADS_2