
Aditya, Bella dan Bunda Ratna sudah tiba di rumah, Mbak Ida menyongsong kedatangan tuan rumahnya.
"Neng Geulis,sudah sembuh?"tanya Mbak Ida lembut.
"Sudah Mbak."balas Bella seraya tersenyum.
"Neng Bella mau di buatkan apa sama Mbak."sambung Mbak Ida.
Bella menggeleng," Nggak ada,nanti saja."timpal Bella," Saya mau ke kamar dulu ya Mbak Ida,"pamit Bella.
"Ya neng,silahkan."cetus Mbak Ida.
"Ayo By..."ajak Bella dan Aditya melingkarkan tangannya di belakang bahu Bella.
Aditya membukakan pintu kamar seraya sedikit membungkukkan tubuhnya dengan satu tangannya di letakan di belakang.
"Silahkan tuan putri..."
Bella tersenyum melihat kelakuan Aditya," Terima kasih Pangeran..."canda Bella dengan senyum terus merekah menghiasi bibirnya.
Bella masuk lalu Aditya menutup pintunya.Hal pertama yang Bella rindukan di kamarnya adalah kasurnya,dengan langkah lebar Bella mendekati kasurnya dan langsung menjatuhkan diri ke kasur seraya memejamkan matanya,menikmati nyamannya kasur.
Aditya meletakan tasnya begitu saja dan kini Aditya tengah terduduk di tepi ranjang seraya memandang teduh wajah istrinya,wajah yang yang selalu menjadi candunya.
Bella membuka matanya dan kini mata mereka saling bertemu.
"Kenapa Hubby memandangku seperti itu."celetuk Bella.
"Karena kamu cantik sayang.."sahut Aditya.
"Aku memang sudah cantik dari lahir."tukas Bella dengan tingkat kepedean tinggi.
Aditya tersenyum lebar,"Tentu saja kamu sudah cantik dari lahir karena itu Tuhan menciptakan kamu menjadi tulang rusukku." sahut Aditya seraya mengelus pipi chubby Bella dengan pandangan teduh.
"Uuhh...membuat hati Neng meleleh."goda Bella seraya kedua tangannya berada di kedua pipinya dan mata Bella mengerjap-ngerjapkannya memandang Aditya.
Aditya menarik hidung Bella gemas lalu Aditya berbaring di samping Bella, merengkuh tubuh Bella seraya mencium kening Bella.
"Terima kasih sudah sedia berada di sisiku dan juga terima kasih sudah mau mengandung benih cintaku untuk kedua kalinya."ucap Aditya tulus.
__ADS_1
Bella menatap lekat wajah Aditya,kali ini Bella yang bergerak maju untuk mencium bibir Aditya lembut.Bella terus mencium bibir Aditya tapi Aditya tak membalas ciuman Bella,membuat Bella berhenti mencium bibir Aditya.
"Kenapa diam saja"bisiknya.
"Aku hanya ingin tau seberapa hebat istriku menciumku."tukas Aditya.
"Hubby meragukan kemampuanku..."cibirnya seraya memicingkan matanya.
"Ya..."
"Baiklah kalau begitu,aku akan membuktikannya dan menunjukkan betapa aku mampu menggoda suamiku."
Bella bangun dan naik ke tubuh Aditya,Bella membungkukkan tubuhnya dan bibirnya membungkam bibir Aditya.Bella terus mema*gut dan mel*umat bibir Aditya agar Aditya membalas ciumannya.
Bibir Bella bergerak ke rahang tegas Aditya lalu menuju dagu Aditya dan kembali ke bibir Aditya.Pada akhirnya Aditya menyerah dan mulai membalas ciuman Bella, Bella tersenyum di sela-sela ciumannya.
Hati Bella bersorak gembira karena Aditya tak akan tahan jika Bella lebih agresif,di dalam hati Bella menyeringai.Tangan Bella bergerak ke bawah mencari tepian baju Aditya dan tangannya masuk ke dalam baju Aditya.Suara decapan ciuman mereka terus terdengar semakin tak terkendali,bahkan Aditya sudah tak mampu lagi menahan has"ratnya.Tangan Bella bergerak naik ke atas dada Aditya dan mengelus dada Aditya serta menggodanya di setiap sentuhan yang Bella curahkan.
Aditya ingin menghentikan ciuman ini tapi Bella tak membiarkannya justru Bella semakin agresif mencium bibir Aditya.Aditya semakin frustasi saat si leher angsa sudah siap tempur di balik celananya, Aditya akan bangkit dan ingin segera mengungkung Bella tapi Bella menahan dan mendorong tubuh Aditya.Bella benar-benar menyiksa Aditya dengan aksinya, sehingga membuat Aditya kalang kabut di buatnya.
"Bell..."suara berat Aditya yang sudah tak mampu menahannya.
Ciuman Bella bergerak turun ke leher Aditya dan menyapunya dengan kecu*pan kecil.
"Aahhrgh..."era*Ngan maskulin Aditya terdengar di telinga Bella.
Bella semakin menyeringai di Lubuk hatinya,sedangkan tangan Bella terus mengelus dada bidang Aditya.Bibir Bella naik ke rahan tegas Aditya dan bergerak ke pipi Aditya lalu berlabuh kembali ke bibir Aditya.
Bella membuka matanya dan menarik diri dari wajah Aditya dan menatap netra Aditya dengan senyum tipisnya.Bella menegakkan tubuhnya, sedangkan Aditya menanti Bella membuka pakaiannya.
Bella turun dari tubuh Aditya lalu turun dari ranjang,"Mau kemana?"tanya Aditya seraya menahan tangan Bella.
"Sebentar,aku mau mengunci pintu dulu.Aku takut ada orang lain mengganggu kegiatan panas kita."ucap Bella meyakinkan Aditya dan Aditya percaya dengan perkataan Bella.
Bella berjalan ke arah pintu seraya menahan tawanya,Bella menekan handle pintu.
"Kok di buka yang..."seru Aditya yang sudah frustasi karena si leher angsa semakin tegang seperti kesetrum tapi bukan kesetrum listrik.
"Aku cuman mau mengecek saja takut ada orang yang mendengar suara merdu kita."ujar Bella dengan mimik serius.
__ADS_1
Bella membuka pintunya dan dengan cepat keluar dari kamar lalu menutup pintunya meninggalkan Aditya di dalam kamar.
"Yang..."teriak Aditya tapi Bella tak menyahutinya.
"BELLA..kamu mengerjai aku ya..."teriakan Aditya menggema.
"Aaaahhh...."pekik Aditya yang baru sadar telah di kerjain oleh Bella.
Sedangkan Bella yang sudah kabur terkiki-kikik sendiri di dapur,Bunda yang baru saja tiba di dapur terheran heran melihat Bella tertawa sendirian.
"Kamu kenapa ketawa sendiri?"tanya Bunda,Bella terkejut dengan suara Bunda Ratna.
"Nggak kenapa-napa,ada yang lucu aja tadi."elak Bella dan Bunda pergi meninggalkan Bella di dapur.
Bella mengambil gelas dan mengisi air minum lalu Bella meneguknya.
"BELLA..."teriak Aditya.
Byurr
Bella yang sedang minum menyemburkan air minumnya dan Bella terbatuk-batuk karena tersedak air minum.
Nafas Aditya naik turun memandang Bella dengan tatapan tajam,Aditya mendekati Bella sedangkan Bella melangkah mundur menghindari Aditya.
Aditya terus melangkah maju dan Bella melangkah mundur hingga tubuh Bella berhenti karena terpentok dinding.Bella menyengir kuda menatap Aditya,sedangkan tatapan Aditya semakin menghunus Bella.
"Mau kemana lagi,hmm."ucap Aditya dingin.
Bella berusaha mencari celah agar bisa kabur dari hadapan Aditya,Bella bergerak ke sisi kanan masih dengan nyengir kudanya.Sedangkan Aditya memperhatikan gerak-gerik Bella yang akan kabur.Saat ada sedikit celah,Bella akan berlari tapi sayang Aditya sudah menangkap tubuh Bella.
"Mau lari kemana kamu.."ancam Aditya yang sudah menangkap tubuh Bella.
"Nggak kemana-mana kok.."sahut Bella berusaha melepaskan diri dari Aditya.
"Dasar istri nakal,kamu harus bertanggung jawab menenangkan si leher angsaku."timpal Aditya.
Bella gusar si buatnya,Bella menatap Aditya dengan tatapan memelas.Tapi Aditya tak terkecoh dengan permainan Bella,Bella harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah di perbuatnya.
Aditya membopong tubuh Bella dan membawa Bella kembali ke kamarnya dan tak akan melepaskan Bella begitu saja.Akhirnya Bella pasrah dengan apa yang akan di perbuat Aditya terhadapnya.
__ADS_1