
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Sinta sudah rapih dengan setelan kerjanya.Berkali-kali Sinta menatap dirinya di depan cermin hanya untuk memastikan penampilannya,bahkan Sinta Sampai beberapa kali ganti warna lipstiknya.Sinta pun merapikan rambutnya yang menurutnya berantakan,setelah itu barulah Sinta keluar dari kamarnya.
Demi bisa bertemu dengan pujaan hatinya, Sinta bahkan melewati sarapan pagi.Sinta ingin secepatnya bertemu dengan Fahri dan melihat kondisinya sekaligus mengeceknya.
Kini tibalah Sinta di rumah sakit dan langsung menuju ruangannya dengan senyum terus mengembang di bibirnya.Suster Ana yang selalu menemani Sinta datang ke ruangannya dan memberi tahu jadwal pasien yang di tangani oleh Sinta.
Pagi itu Sinta memulai rutinitasnya seperti bias, mengontrol para pasien hingga tiba dimana Sinta mengontrol keadaan Fahri.
"Huft..."Sinta membuang nafasnya pelan dan berusaha merilekskan diri sendiri.Jujur saja Sinta sedikit tegang bertemu dengan Fahri, apalagi dengan mamanya.
"Selanjutnya pasien Fahri Saputra,dok?"ungkap suster Ana yang sejak tadi selalu setia menemaninya.
"Iya,ayo..."ajak Sinta melangkah lebih dulu.
Tok tok tok
Suster Ana mengentuk pintu lalu membukanya lebar."Permisi,hari ini ada pemeriksaan."ujar suster Ana yang melangkah mendekati Fahri di ranjang.
Sinta menyusul masuk sembari kedua tangannya di masukan ke saku jas seraya tersenyum kepadaku Mama Dina.Lalu pandangannya kini tertuju kepada Fahri,dan dia juga tengah memandangnya.
"Gimana sekarang,apa ada keluhan?"tanya Sinta sembari mengeluarkan stetoskopnya dari sakunya, lalu Sinta memulai pemeriksaan keadaan Fahri.Sinta juga mengecek tangan dan punggungnya yang cidera, selesai memeriksa keadaan Fahri.
"Cuman di bagian punggung yang terasa sakit."ungkap Fahri.
"Cidera di bagian punggung lumayan parah,tapi untungnya tidak sampai patah tulang.Jadi masih aman."tukas Sinta menjelaskan.
"Kalau gitu, saya permisi dulu."pamit Sinta kepada Fahri.
"Iya,dok.Terima kasih."
Sinta hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum,dan keluar dari ruang rawat Fahri,di ikuti oleh suster Ana.
__ADS_1
Saat sedang berjalan beriringan dengan suster Ana,Mama Dina memanggil Sinta.
"Dokter Sinta..."panggil Mama Dina.
Sinta memutarkan tubuhnya dan melihat Mama Dina tengah berjalan mendekatinya.
"Ada apa,Bu?" tanya Sinta ramah.
"Boleh kita ngobrol tapi jam makan siang,bisa?"tanya Mama Dina.
"Bisa Bu,emang ada perlu apa ya?"balas Sinta yang menatap wajah cantik Mama Dina meski sudah tak muda lagi.
"Sebenernya tidaklah penting,tapi nanti saja."ucap Mama Dina.
"Kalau gitu,saya permisi dulu."undur Sinta dari hadapan Mama Dina.
"Iya, dok..."
***
"Jadi,ibu mau ngomongin soal apa,ya?"tanya Sinta memandang serius wajah Mama Dina.
"Dokter sudah punya pacar?"tanyanya langsung ke intinya.
"Belum..."kata Sinta seraya menggelengkan kepalanya.
"Kalau dokter tidak keberatan,dokter mau tidak saya jodohkan dengan anak saya Fahri."bagaikan beribu kupu-kupu terbang di hatinya,saat orang terdekat dari pujaan hatinya akan menjodohkan dirinya dengan Fahri.Tapi Sinta berusaha untuk tenang,meskipun hatinya sedang berbunga-bunga.
"Gimana ya?"ucapnya malu,mana mungkin dia bilang mau secara lantang.
"Saya harap dokter mau saya jodohkan dengan anak saya,Fahri.Dan tolong di pikirin omongan saya ini,soalnya saya serius."
__ADS_1
"Iya Bu," jawab Sinta.
Selesai dengan makan siang,Sinta dan Mama Dina kembali ke rumah sakit.Sinta berjalan ke arah ruangannya dengan senyum terus mengembang saking bahagianya dia di jodohkan langsung oleh ibunya Fahri.
***
Pada malam harinya Aditya dan Bella,tengah bercengkrama di ruang tv bersama Bunda.Setelah seharian bekerja dan tadi mampir ke rumah sakit,kini Aditya tengah bersantai-santai di rumah.
"Dit, gimana keadaan Fahri?"tanya Bunda Ratna.
"Kondisi Abang sudah lebih baik,bahkan kak Sinta yang menangani bang Fahri."jawab Aditya yang mulai merebahkan diri di sofa dan meletakkan kepalanya di atas paha Bella.
"Syukurlah kalau keadaannya mulai membaik, Bunda senang mendengarnya.Tapi bunda belum sempat menjenguk Fahri di rumah sakit."ujar Bunda Ratna.
"Nggak apa-apa Bun,yang penting Adit minta doanya semoga Abang Fahri cepat sembuh."timpal Aditya.
Tidak lama Sinta datang setelah mengucapkan salam."Tumben jam segini baru pulang?"tanya Bella.
Sinta langsung menghempaskan bokongnya di sofa dekat bunda Ratna."Iya, sebenarnya tadi sudah mau pulang tapi karena tadi ada korban kecelakaan yang harus segera mendapatkan pertolongan."ungkap Sinta seraya menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa.
"Kamu sudah makan?"tanya Bunda Ratna menepuk lutut Sinta.
"Sudah tadi di jalan Tante..."
" Lebih baik kamu bersih-bersih sana..."suruh Bunda Ratna.
"Iya,Tante.Kalau gitu Sinta ke kamar dulu."Sinta bangkit dan gegas ke kamarnya untuk membersihkan diri.
______
Maaf kalau banyak typo nya.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like.
Salam sayang 😘😘