
Saat ini Mama Dina tengah menata sarapan di meja di bantu oleh ARTnya.Setelah semuanya sudah kumpul mereka segera sarapan.
"Ma,Pa..."panggil Fahri di tengah sarapan mereka.
Kedua orang tuanya menatap Fahri bersamaan,"Kenapa?"tanya Papa Surya.
"Abang ingin segera meresmikan hubungan Abang sama Sinta,Pa."ungkap Fahri memandang wajah sang Papa.
"Abang tau,hubungan Abang sama Sinta masih baru bahkan baru sebulan Abang dekat sama Sinta tapi Abang ingin segera meresmikan hubungan Abang sama Sinta.Abang ingin segera menikahi Sinta Ma,Pa!"sambung Fahri menatap kedua orang tuanya gantian.
" Papa sih tidak keberatan karena yang akan menjalaninya itu kamu.Papa cuman berharap keputusan yang kamu ambil sudah benar dan sudah di pikirkan dengan matang sama kamu."ucap Papa Surya.
"Abang sudah sangat yakin dengan keputusan Abang yang ingin mempersunting Sinta,bahkan Abang ingin menikahi Sinta sebelum Bella melahirkan.Karena kalau Bella sudah melahirkan pasti sangat repot dengan bayinya Bella dan Adit."tukas Fahri.
"Jadi gimana?"tanya Fahri lagi.
"Kalau Mama terserah kamu,kamu mau melamar Sinta kapan?"timpal Mama Dina.
"Lagian kita sebagai orang tua hanya bisa memberi dukungan dan juga restu, Mama nggak akan melarang kamu menikahi Sinta karena Mama merasa dia baik anaknya dan juga rendah hati."ungkap Mama Dina.
"Terima kasih Ma,Pa atas restu dari kalian,Fahri senang dengarnya."
"Ya,jadi kapan kamu akan melamar Sinta kepada orang tuanya?"tanya Papa Surya.
"Nanti Fahri akan membicarakan dulu dengan Sinta."jelas Fahri seraya tersenyum sumringah.
***
"Sayang,kamu nggak apa-apa aku tinggal kuliah?"tanya Aditya yang memandangi Bella yang berada di atas ranjang dengan wajah yang sedikit pias akibat morning sickness yang di alami Bella.
Setiap makanan yang masuk ke perutnya pasti akan kembali Bella muntahkan, sehingga membuat Bella lemas dan hanya bisa tiduran.
"Nggak apa-apa,lagian di rumah ada mbak Ida terus Bunda juga nanti siang pulang dari toko kue nya."ucap Bella seceria mungkin seraya tersenyum agar Aditya tidak mencemaskan dirinya.
Aditya hanya bisa menghela nafasnya, sebenarnya berat ninggalin Bella di rumah meski ada yang nemenin tapi mbak Ida pasti tidak akan selalu ada di samping Bella.
__ADS_1
"Kalau butuh sesuatu sesegera mungkin panggil mbak Ida."sambung Aditya yang berat ninggalin Bella di rumah.
"Iya,sudah sana berangkat kuliah."suruh Bella.
"Iya,aku berangkat ya.Tutup hidung kamu,aku mau cium kamu, bolehkan?"
Bella mengangguk dan langsung menutup hidungnya, dengan segera Aditya mencium kening Bella.
"Aku berangkat dulu ya sayang, anak-anak Papa tolong jangan susahkan Mama kalian."cetus Aditya sembari mencium perut Bella.
Dengan berat hati Aditya melangkah keluar kamar meninggalkan Bella di rumah,seandainya hari ini tidak ada kelas dan dosennya bukan yang killer Aditya akan memilih menemani Bella di rumah.
"Mbak Ida...."panggil Aditya yang sudah berdiri di dekat meja makan.
"Iya,Mas Adit."seru Mbak Ida dari arah laundry.
"Aku mau berangkat kuliah,jadi tolong Mbak jagain Bella di rumah,kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya Mbak!"pinta Aditya.
"Siap Mas Adit,Mbak pasti akan menjaga Neng Bella."sambung Mbak Ida yakin.
Mbak Ida mengangguk mantap dan Aditya pun meninggalkan Mbak Ida.Sedangkan Mbak Ida kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda yaitu mencuci pakaian.
Sedangkan Bella hanya bisa memejamkan matanya,tubuhnya lemas dan tak bertenaga.Lama Bella tiduran di kamar tapi perutnya merasakan lapar, akhirnya Bella memilih bangun dari tidurannya.Dengan langkah gontai berjalan ke arah dapur,Bella terdiam memikirkan apa yang akan dia makan untuk mengganjal perutnya.
Karena bingung,Bella memilih mengganjal perutnya dengan memakan sepotong roti tawar yang di campur dengan selai coklat.Bella berusaha menghabiskan roti tersebut meski rasa mual kembali menyerangnya,tapi pada akhirnya Bella tak mampu meneruskan memakan roti tersebut karena rasa mual semakin menjadi.
Bella berlari kecil ke kamar mandi dan kembali muntah,sedangkan Mbak Ida sedang berada di belakang rumah tengah menjemur pakaian.
Hoek Hoek Hoek
Bella terus memuntahkan isi perutnya sampai tak ada lagi yang keluar dari mulutnya,keringat dingin bercucuran dari dahinya,tiba-tiba rasa pusing semakin berat serta kepalanya berasa berputar-putar dan Bella pingsan di kamar mandi.
"Selesai juga..."gumam Mbak Ida seraya membawa kembali ember kosong ke dalam rumah dan meletakan ember itu di dekat mesin cuci.
"Aduh,ingin pipis lagi..."monolog mbak Ida.
__ADS_1
Bergegas Mbak Ida ke kamar mandi dan segera menuntaskan buang air kecil,baru saja melangkah masuk ke dalam kamar mandi Mbak Ida di kejutkan dengan Bella yang tergeletak di dekat closet.
"Astaghfirullah..Neng Bella.."teriak Mbak Ida dan segera mengangkat kepala Bella ke pangkuannya.
Mbak Ida menepuk-nepuk pipi Bella seraya memanggilnya namanya,rasa cemas dan panik langsung Mbak Ida rasakan.Bingung sudah pasti,tapi Mbak Ida berusaha tetap tenang dan dia teringat pesan Aditya yang harus segera menelponnya.
Mbak Ida merogoh hapenya di saku celananya dan segera menekan nomor Aditya.panggilan yang ke empat baru Aditya mengangkat telpon dari mbak Ida.
"Halo Mas Adit..."pekik Mbak Ida.
"Iya, kenapa?"tanya Aditya yang mendengar suara Mbak Ida cemas.
"Mas,ini Neng Bella pingsan di kamar mandi.."seru Mbak Ida.
"Apa..?,terus sekarang Bella sudah sadar belum?"tanya Aditya yang mulai cemas menghawatirkan Bella.
"Belum,ini masih di kamar mandi."sahut Mbak Ida.
"Ya sudah aku langsung pulang."
Aditya segera berlari ke parkiran mobil dengan berlari sekencang yang dia bisa,untung saja tidak ada kelas lagi jadi Aditya bisa segera pulang dan membawa Bella ke rumah sakit.Rasa cemas dan khawatir tidak bisa Aditya tutupi,ingin rasanya dia cepat sampai ke rumah.
Aditya mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia tidak peduli dengan umpatan para pengendara tapi yang jelas dia ingin cepat sampai ke rumah.Kini mobil yang di kendarai Aditya sudah terparkir di depan rumah dan segera Aditya keluar dari dalam mobil.
Aditya berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah dan menatap Bella tengah terbaring di atas sofa depan tv di temani oleh Mbak Ida yang sedang memijat kening Bella.
"Sayang.."panggil Aditya yang langsung menghampirinya.
"Hmm..."sahut Bella.
"Siapa yang membawa Bella ke sini?"tanya Aditya kepada Mbak Ida.
"Kebetulan tadi ada bapak-bapak scurity lewat pas saya sedang mencari bantuan ke depan."jawab Mbak Ida.
"kenapa dengan Bella?"
__ADS_1