Nikah Muda

Nikah Muda
ATC. Season 2. Ep 24


__ADS_3

Haikal mengerutkan kedua keningnya saat sosok laki-laki keluar dari kamar. Memintanya untuk menjauhkan tangannya dari Marsya. Apa Haikal mendengarnya? Tidak, Haikal tidak menggubrisnya.


"Ada apa denganmu? Kamu seperti suaminya saja" ujar Haikal menatap Ansel yang ekspresi wajahnya sudah tak bersahat lagi.


"Ada apa ini?" tanya Neon yang tiba-tiba keluar dari apartemen. Pria itu menatap koper Marsya. Lalu menatap pemiliknya. "Marsya, kamu mau ke mana Sayang? Kenapa membawa koper" tanya Neon.


"Senior, aku harus kembali ke rumah. Aku pasti rindu kalian, jangan abaikan aku saat kita di sekolah nanti ya" jelas Marsya yang nampak sedih.


"Sudah pasti Sayang. Kita akan tetap menjadi teman" kata Neon tersenyum lebar pada Marsya.


"Ayo pulang" kata Ansel. Perlahan menarik tangan istrinya.


"Sampai jumpa besok kakak.. Maria.." teriak Marsya saat Ansel melangkah begitu cepat.


Ansel menekan tombol disamping Lift, lift terbuka, Ansel dan Marsya bergegas masuk ke dalam. Di dalam, Ansel terus diam dan tak mau mengajak istrinya berbicara.


"Kamu tidak sakit kan?" tanya Marsya melihat ekpresi suaminya yang berbeda dari biasanya.


"Aku baik-baik saja" balas Ansel dengan santai namun dengan ekspresi yang sama.


Lift terbuka, Ansel dan Marsya bergegas ke luar. Ansel terus melangkah tanpa membantu istrinya. Hal membuat membuat Marsya kesal namun ia tetap membawa kopernya yang lumayan berat.


"Dia memintaku pulang dan dia juga yang tidak mau membantuku" ketus Marsya.


Ansel menghentikan langkahnya. Pria itu berbalik menatap istrinya sejenak lalu mengambil koper istrinya dan kembali meninggalkan istrinya.


"Kamu kenapa? Kenapa kamu seperti ini" tanya Marsya berusaha berjalan di samping suaminya. Jujur saja, Marsya bingung dan tak tahu apa yang membuat suaminya berbeda.


Ansel tak menggubris pertanyaan istrinya hingga mereka berada di parkiran apartemen. Dengan santai dan masih tetap diam, Ansel membuka bagasi mobil lalu memasukan koper istrinya. Kemudian ia pun masuk ke dalam mobil tanpa membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Marsya membuka pintu dan masuk tanpa menatap suaminya. "Dia yang memintaku pulang tapi dia juga yang mengabaikan aku" batin Marsya menatap jauh keluar jendela.


Mobil perlahan bergerak meninggalkan area apartemen. Hening, itulah suasana dalam mobil.


-----


Rumah

__ADS_1


Pasangan suami istri telah sampai di rumah.


Ansel turun dari mobil berjalan membuka bagasi lalu mengambil koper istrinya. Dan bergegas masuk ke dalam rumah tanpa mengajak sang istri.


Marsya hanya bisa menatap kepergian suaminya. Wanita itu bergegas masuk dan merebahkan tubuhnya di sofa. Memejamkan mata dengan pikiran yang melayang entah kemana.


BAMM!!!


Suara pintu yang ditutup dengan kuat membuat Marsya membuka mata. Namun wanita itu tak menghiraukan Pria yang mengabaikannya. Dan kembali memejamkan matanya untuk sesaat.


"Pria yang aneh. Aku mengikuti kemauannya dan dia mengabaikanku" batin Marsya lalu tersenyum.


Marsya beranjak dari sofa dan masuk ke dalam kamar suaminya. Ia melihat suaminya tengah berbaring di atas tempat tidur. Dengan santai, Marsya naik ke atas tempat tidur. Lalu merebahkan tubuhnya di sana.


Ansel yang tadinya berbaring kembali beranjak bangun, dan turun dari ranjang tanpa menyapa istrinya. Sikapnya itu membuat wanita yang tadi diam kembali naik pitam.


"Apa maumu!!" hardik Marsya.


Ansel menghentikan langkahnya dan berbalik menatap istrinya sejenak. "Tanyakan pada dirimu" balas Ansel lalu keluar dari kamar.


"Mau ke mana kamu!!" seru Ansel.


"Mau ke rumah Nene. Aku muak dengan sikapmu yang aneh" balas Marsya tanpa menatap suaminya.


"Marsya berhenti ...!!" Ansel berteriak sekuat tenaga membuat Marsya menghentikan langkahnya.


"Apa maumu? Belum cukup sehari kita damai dan membuat kesepakatan. Sekarang, coba kamu lihat, kamu mengabaikan aku! Apa kamu lupa dengan ucapanmu sebelum kita menikah, kamu berkata padaku. Aku bisa pacaran dengan pria lain, aku bebas melakukan apa saja" hardik Marsya, ia mengepal kedua tangannya dan menatap tajam suaminya.


Ansel mengusap wajahnya dengan kasar lalu berjalan menghampiri istrinya. Meraih tangan istrinya yang kini terkepa. "Maafkan aku, aku tidak suka melihatmu bersama Haikal maupun Neon" ujar Ansel, menatap sayu istrinya.


"Kamu tinggal memberitahuku, bukan cuek seperti tadi. Aku benci sikapmu yang seperti itu" ujar Marsya.


"Aku akui kesalahanku, maafkan aku. Jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak mau tinggal sendirian di sini" kata Ansel lalu memeluk istrinya.


Marsya tak membalas pelukan suaminya juga tak menolaknya. Ia membiarkan suaminya memeluknya sesuka hati. Biar bagaimana pun, Ansel sudah mengakui kesalahannya.


"Ayo kita tidur, aku sangat mengantuk" kata Ansel lalu menuntun istrinya ke kamar.

__ADS_1


"Aku mau tidur, jangan ganggu aku" kata Marsya, ia membuka jaket yang ia kenakan lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur, menarik selimut menutupi tubuhmya dari ujung kaki sampai ujung rambut lalu tidur membelakangi suaminya.


Ansel tersenyum melihat gaya tidur istrinya. Ia pun ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri. "Sya, aku minta izin" ujar Ansel.


"Hmmm" hanya itu balasan yang keluar dari mulut Marsya. Ia mulai mempelajari sifat suaminya jika kata izin sudah keluar dari mulutnya.


Ansel menyunggingkan senyum. Ia menarik selimut lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Aku tidak yakin kalau kamu sudah tidur" ujar Ansel.


"Ansel, bagaimana dengan Karina. Aku yakin, dia pasti akan menjahatiku di sekolah nanti" kata Marsya, sejujurnya ia hanya berpura-pura memejamkan mata.


"Setahu aku, istriku ini kasar dan sangat jahat. Kenapa sekarang dia terlihat lemah seperti ini" ujar Ansel. "Jangan bahas Karina lagi, aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu" lanjutnya.


"Ansel, bagaimana jika aku jatuh cinta padamu sedang perjanjian perceraian kita sudah di depan mata?" tanya Marsya, ia berbalik mengganti posisi tidurnya. Menatap lekat manik mata suaminya.


"Kita batalkan perceraian kita. Dan jika hari itu sudah tiba namun kamu masih tetap belum ada rasa untukku maka aku siap menerima keputusanmu" balas Ansel.


"Ayo tidur" kata Ansel.


-----


Pukul 06:09 AM


Marsya mengerjap lalu tersenyum melihat wajah suaminya. "Ganteng, tapi play boy" gumam Marsya. Ia menyentuh bibir suaminya menggunakan jari telunjuknya. "Bibir ini yang suka mencium anak orang" lanjutnya.


Marsya memindahkan tangan suaminya. Belum sempat Marsya turun, Ansel menariknya hingga Marsya terjatuh di atas tubuh Ansel. Tanpa disengaja, bibir keduanya menyatu, membuat Marsya membulatkan mata.


"Ini yang kedua kalinya bibirku bersentuhan dengan bibir Ansel" gumam Marsya.


Ansel membuka mata, menyunggingkan senyum saat mendapati wajah istrinya yang begitu dekat dengan wajahnya. "Apa kamu sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan?" tanya Ansel menggoda.


"Tidak! Aku mau bangun dan kamu menarik tanganku hingga aku jatuh dan----" Marsya tak melanjutkan kalimatnya.


"Dan aku menciummu" sambung Ansel tersenyum kecil.


Marsya menelan salivanya dengan susah payah. "Tidak, aku tidak menciummu" elak Marsya. Ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2