
Sekitar satu jam yang lalu kedua orang tua Fahri sudah tiba di ruang rawat Fahri,keduanya sangat mencemaskan keadaan Fahri dan untungnya semuanya tidak terlalu parah cuma beberapa luka dan cidera di bagian tangan serta punggung.
Sekarang waktunya jam pulang kerja bagi Sinta tapi sebelum pulang Sinta mampir dulu melihat keadaan Fahri,Sinta masuk setelah mengetuk pintu dan melihat Fahri tengah makan malam di suapi oleh sang Mama.
"Permisi.."sapa Sinta.
Sintapun menyapu pandangannya ke sekeliling dan melihat Bella tengah tertidur di dada Aditya sedangkan Papa Surya tengah memainkan gawainya.
"Eh, Dokter---?"
"Sinta Bu.?jawab Sinta cepat.
"Ya,dokter Sinta,apa mau meriksa Fahri?"tanya Mama Dina seraya bangkit dari kursinya.
"Tidak,Bu.Saya cuma mau menjenguk saja dan kebetulan jam kerja saya sudah selesai."sambung Sinta agak canggung.
"Dit..."sapa Sinta tersenyum."
"Ya,kak.."
"Bella tidur ya?"pertanyaan bodoh yang di lontarkan Sinta,sudah tau Bella tidur tetap bertanya, sebenarnya Sinta merasa sangat canggung di antara keluarga Fahri.
Lalu Sinta mengalihkan pandangannya ke Fahri yang juga tengah menatapnya.
"Hai.."Sinta tak tau harus ngapain,dia bingung memilih kata yang pas.
"Hai juga.."timpal Fahri tersenyum tulus.
"Silahkan duduk di sini dok."seloroh Mama Dina sembari menarik tangan Sinta untuk duduk di kursi.
"Kalian ngobrol saja, Mama mau ke papa dulu."
"Terima kasih Tante..."ucap Sinta.
"Iya..."seraya mengelus punggung Sinta.
Hening,tidak ada pembicaraan di antara Sinta dan Fahri,hingga Fahri terlebih dulu bertanya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah merawat dan mengobatiku."seloroh Fahri.
"Ah..itu sudah jadi tugasku sebagi dokter,untung saja tidak ada luka yang serius.Aku doakan semoga kamu cepat sembuh ya."sambung Sinta.
"Amin,,,"
Sinta melirik jam di pergelangan tangannya,"Kalau gitu,aku permisi dulu,besok aku cek lagi."Sinta berdiri dan tersenyum kepada lelaki yang tengah terbaring itu.
"Kok, buru-buru dok."tanya Fahri.
"Aku nggak buru-buru,emang niatku cuman sebentar dan kamu juga harus banyak istirahat."
"Sampai bertemu besok."timpal Sinta.
"Tante,om,Adit..saya permisi dulu."pamit Sinta.
"Sudah mau pulang toh,terima kasih ya sudah menjenguk Fahri,dok."sambung Mama Dina seraya bangkit mendekati Sinta.
***
"Ma..aku sama dia nggak ada hubungan apa-apa!"jengah Fahri seraya memutarkan kedua matanya.
"Kamu jangan bohong sama Mama."tukas Mama Dina.
"Fahri nggak bohong,ma..."kekeh Fahri frustasi melihat sang Mama yang tak percaya padanya.
Sedangkan Mama Dina hanya mencibir Fahri yang menurutnya tak jujur mengenai sinta.
"Baiklah,kalau kamu nggak mau mengakuinya.Mama akan mencari tau sendiri."cetus Mama Dina sembari memutarkan tubuhnya.
"Yakin nggak ada hubungan apa-apa?"tanya Mama Dina sedikit memutarkan badannya ke Fahri.
"Iya ma...."kesal Fahri.
"Kenapa sih, ribut-ribut."celetuk Bella yang baru bangun tidur.
"Biasalah Mamamu,lagi interogasi Fahri."timpal Papa Surya yang hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya tidak mempercayai anaknya.
__ADS_1
"Emang kenapa?"tanya Bella memandang papa Surya.
"Tadi tuh ada Kak Sinta ke sini, jengukin Abang."sambung Aditya.
"Kebetulan kalian berdua kenal sama dokter Sinta,cepat katakan Sinta itu siapanya Fahri?"
"Maksud Mama?kak Sinta pacaran gitu sama bang Fahri?"
Mama hanya mengangguk pelan,sembari membenarkan duduknya."Setau Bella, mereka baru bertemu beberapa hari yang lalu.Tapi kalau Mama mau jodohin kak Sinta sama bang Fahri, Bella setuju."
"Kak Sinta itu orangnya baik dan juga nggak neko-neko terus orangnya humble pula."papar Bella sekalian ngehasut Mama Dina agar Mama Dina setuju dengan Sinta.
Mama Dina sepertinya termakan omongan Bella tentang dokter Sinta yang menurutnya Sinta cantik dan memang kelihatan orangnya baik dan seorang dokter pula.
Sedangkan Fahri yang menjadi sasarannya hanya mendengus,saat Bella menjodohkannya dengan Sinta.Fahri bisa melihat kalau Mama Dina bakal setuju dengan apa yang di katakan Bella.
"Sudah..sudah..sudah...urusan jodoh itu di tangan Tuhan dan Abang yang akan menjalaninya,jadi semuanya serahkan kepada yang bersangkutan."sela Papa Surya.
"Adit,Bella lebih baik kalian pulang dan istirahat di rumah."tukas Papa Surya.
"Iya,pa...."sahut Aditya.
"Ayo kita pulang."ajak Aditya seraya menarik tangan Bella.
"Nanti dulu,tasku mana?"tanya Bella mencari tasnya.
"Itu bukan tas kamu?"tunjuk Mama Dina di atas kulkas mini.
"Biar aku yang ambil."Aditya langsung mengambil tasnya Bella dan mereka berdua pamit pulang.
Sepanjang perjalanan melewati lorong rumah sakit Bella terus membicarakan tentang Sinta dan Fahri.Berharap Fahri dan Sinta berjodoh,sedangkan Aditya hanya menanggapinya biasa saja.Berbeda dengan Bella yang terlihat sangat bersemangat menjodohkan mereka berdua.
____
Maaf baru UP, jangan lupa like ya.
salam sayang 😘😘
__ADS_1