No Exit

No Exit
Acara pekan olahraga


__ADS_3

Keesokan paginya


Terlihat Mikaila tengah melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kelasnya dengan langkah kaki yang perlahan, kemudian mengambil duduk di dekat Allen. Allen yang melihat kedatangan Mikaila lantas langsung menatap ke arahnya karena bingung akan ekspresi wajah Mikaila yang kali ini sedikit lebih segar berbeda dengan hari hari biasanya.


"Tumben muka mu segar sekali?" ucap Allen yang lantas membuat Mikaila langsung mendongak menatap ke arahnya.


"Tentu saja segar karena semalam Rini tidak pulang ke asrama dan itu artinya yang tentu saja tidak menganggu tidur malam ku." ucap Mikaila dengan raut wajah yang berbinar.


Sedangkan Allen yang mendengar ucapan dari Mikaila barusan tentu saja seperti bingung sekaligus heran, bukan tanpa sebab pasalnya sulit sekali mendapatkan ijin pulang di sekolah ini jika bukan ada urusan yang sangat mendesak sekali. Jika mendengar dari ucapan Mikaila hari ini dan beberapa hari belakangan, Mikaila selalu mengatakan bahwa ia jarang sekali melihat Rini pulang, seakan akan teman sekamarnya itu bebas keluar masuk dari asrama tanpa perlu ijin atau semacamnya.


"Apa kamu yakin teman sekamar mu itu benar benar manusia Kai?" tanya Allen kemudian yang langsung membuat Mikaila mengernyit ketika mendengar ucapan Allen barusan.


"Jangan bercanda Al... kakinya napak kok meski agak sedikit aneh." ucap Mikaila dengan tersenyum garing.


"Tidak semua hantu melayang kali Kai... ada beberapa hantu yang juga napak dengan tanah." ucap Allen lagi menimpali.


"Tapi itu...." ucap Mikaila namun terhenti ketika suara Friska terdengar sangat memekakkan telinga.

__ADS_1


Pembicaraan Allen dan juga Mikaila lantas langsung terhenti seketika di saat mendengar suara cempreng milik Friska mulai menyapa telinga keduanya, yang sedari tadi sedang terlibat pembicaraan yang serius tentang teman sekamar Mikaila saat ini. Mikaila menatap ke arah Friska dengan tatapan yang bertanya, ketika melihat Friska melangkahkan kakinya dengan terburu buru mendekat ke arah keduanya seperti hendak menyampaikan sesuatu kepada Mikaila dan juga Allen saat ini.


"Apa kalian tahu kabar terbaru di sekolah ini?" ucap Friska kemudian yang lantas membuat Allen dan juga Mikaila saling pandang satu sama lain ketika mendengar pertanyaan tersebut keluar dari mulut Friska.


Mendengar pertanyaan tersebut Allen dan juga Mikaila lantas menggeleng dengan spontan tanda tidak mengerti akan berita yang di maksud oleh Friska, membuat Friska lantas langsung menghela nafasnya dengan kesal kemudian menatap ke arah keduanya secara bergantian.


"Kalian tahu? ternyata Vanya kemarin ijin pulang ke rumahnya karena orang tuanya yang sedang sakit jadi mengharuskannya untuk pulang." ucap Friska yang tentu saja membuat Allen dan juga Mikaila kembali saling pandang satu sama lainnya ketika mendengar berita dari Friska barusan.


Ada sedikit perasaan tidak percaya dari Mikaila ketika mendengar ucapan Friska barusan, karena kepulangan Vanya tepat ketika mereka tengah mencoba menyelidiki tentang pembunuhan yang terjadi pada Lita dan tentu saja hingga kini baik Allen dan Mikaila sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan Lita.


Sebuah pemikiran negatif tiba tiba saja terlintas di benak Mikaila, ketika mendengar ucapan dari Friska barusan. Entah mengapa Mikaila benar benar yakin bahwa ada sesuatu yang di ketahui Vanya akan pembunuh Lita, sehingga menyebabkan dirinya terkena imbasnya karena mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya ia ketahui.


"Minta perhatiannya sebentar anak anak..." teriak Zaki yang baru saja memasuki ruang kelas 12 A.


Beberapa siswa yang mendengar teriakan Zaki, lantas langsung menghentikan aktifitas mereka dan mulai duduk dengan tenang sambil memperhatikan guru di depan.


"Baiklah, kedatangan bapak ke sini hanya untuk menyampaikan kabar gembira tentang pekan olahraga yang akan di adakan minggu depan, semua siswa bisa berpartisipasi untuk menambah nilai akademis kalian, sedangkan khusus untuk outbond kalian boleh mengirimkan minimal 2 orang untuk bergabung dalam acara ini dan tentunya bersifat wajib, jika ada salah satu kelas yang tidak mengirimkan perwakilan mereka, maka kelas itu akan menerima hukuman sesuai dengan peraturan sekolah. Bapak harap kalian mempertimbangkannya dengan matang matang, terima kasih atas perhatiannya... selamat berembuk dan juga membuat keputusan terbaik karena 2 jam pelajaran ke depan kalian free." ucap Zaki panjang kali lebar kemudian setelah itu berlalu pergi meninggalkan ruang kelas tersebut.

__ADS_1


Setelah kepergian Zaki dari sana, suasana kelas mendadak hening tanpa pembicaraan atau bahkan suara berisik para siswanya yang membahas tingkah konyol sesama. Raut wajah teman teman sekelas Mikaila benar benar berubah masam, membuat Mikaila yang tidak tahu apa apa lantas langsung di buat bingung akan reaksi teman teman sekelasnya termasuk juga Friska dan juga Allen yang nampak sangat khawatir dan tegang tepat setelah pemberitahuan itu berlangsung.


"Apa yang terjadi?" ucap Mikaila dalam hati bertanya tanya sambil menatap ke arah sekitaran di mana teman temannya terlihat murung dan juga berwajah masam.


Ketika semua orang tengah terdiam seakan tengah menyelami pikiran mereka masing masing, tanpa di duga duga seorang laki laki dengan name tag Putra di dadanya, berdiri dari tempatnya dan mengatakan sesuatu yang lantas membuat semua orang langsung menatap ke arah Mikaila dengan spontan.


"Mengingat ini adalah sebuah tradisi, itu artinya yang harus maju untuk mengikuti outbond minggu depan adalah Mikaila, mengingat ia adalah siswa baru di kelas ini." ucap Putra dengan tiba tiba sambil menunjuk ke arah Mikaila, membuat Mikaila lantas langsung mengerut karena agak terkejut dengan arah tunjuk Putra yang tiba tiba.


Sedangkan Friska yang mendengar Mikaila di tunjuk, lantas langsung tidak terima dan ikut bangkit dari tempat duduknya hendak protes, yang malah semakin membuat Mikaila kebingungan akan situasi yang sedang terjadi saat ini.


"Kamu gak bisa gitu dong Put! acara outbond itu memerlukan kekuatan fisik, akal, logika dan juga kecerdasan. Okelah dalam aspek yang lainnya Mikaila menang, namun untuk kekuatan? apa kau sudah gila membiarkan Mikaila pergi begitu saja?" ucap Friska dengan kesal karena Putra seenaknya saja dalam menunjuk.


"Cih kekuatan katamu? kau kira kami para pria mau bersukarela mengikutinya begitu saja walaupun kami kuat? tentu saja jawabannya tidak!" ucap Putra yang lantas di balas anggukan kepala yang lainnya tanda setuju akan ucapan Putra barusan.


"Jika kamu tidak mau, kalian pikir kami para wanita mau melakukannya? tentu tidak!" pekik Friska dengan kesal yang lantas membuat Putra emosi dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Friska.


"Sudahlah... ada apa dengan kalian? bukankah itu hanya outbond? mengapa kalian sampai bersikap seperti ini?" ucap Mikaila kemudian yang lantas membuat semua mata menatap ke arahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2