No Exit

No Exit
Dasar bodoh!


__ADS_3

Salsa yang terkejut akan suasana lampu perpustakaan yang tiba-tiba mati, lantas harus kembali di kejutkan dengan sebuah tarikan tangan seseorang. Salsa yang mulai ketakutan tanpa sengaja mulai membuka mulutnya dan berteriak. Namun detik berikutnya Mikaila yang tidak ingin ketahuan oleh Zaki dan juga Rahmat dengan spontan membekap mulut Salsa agar membuatnya terdiam dan tidak lagi berteriak.


"Diam lah ini aku Mikaila!" bisik Mikaila kemudian tepat di telinga Salsa.


Mendengar sebuah suara yang tak asing di pendengarannya lantas membuat Salsa perlahan-lahan mulai menganggukkan kepalanya, seakan mengiyakan perkataan dari Mikaila barusan yang menyuruhnya untuk diam dan tidak bersuara. Mikaila yang melihat Salsa sudah mulai tenang lantas perlahan-lahan mulai menurunkan tangannya dari mulut Salsa. Ditatapnya raut wajah Salsa dalam keadaan ruangan yang gelap gulita tersebut.


"Dengarkan perkataan ku dengan seksama, ada dua orang pria yang mengincar dan menginginkan mu menjadi korban selanjutnya. Jika kamu ingin selamat dari mereka ikuti aba-aba dari ku, mengerti?" ucap Mikaila dengan nada yang berbisik yang lantas di balas Salsa dengan anggukan kepala.


Mikaila yang melihat Salsa mengangguk dengan perlahan lantas mulai mengajak Salasa mengambil melangkah secara hat-hati memutari setiap rak-rak buku di perpustakaan tersebut untuk keluar melalui jalur belakang dimana Ebra tengah menanti keduanya di sana. Ketika langkah kaki keduanya secara perlahan hampir sampai menuju ke arah pintu belakang, sebuah suara seperti benda logam yang diseret membuat Mikaila dan juga Salsa lantas langsung terhenti di tempatnya dengan seketika.


Mikaila yang benar-benar tahu suara apa barusan lantas mengisyaratkan kepada Salsa untuk diam dan terus melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan suara yang terdengar begitu nyaring dan juga memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya.


"Lanjut jalan Sal, jangan berhenti!" ucap Mikaila mengkomando yang lantas di balas Salsa dengan anggukan kepala.


Keduanya kemudian lantas melangkahkan kaki mereka selangkah demi selangkah menuju ke arah pintu belakang dimana Ebra telah menunggu mereka di sana. Sampai kemudian ketika Mikaila sudah melihat bayangan Ebra yang sedang melambaikan tangannya ke arah mereka berdua, sebuah suara benda jatuh yang begitu keras lantas terdengar dan mengejutkan keduanya. Tangan Salsa yang semula memegang erat pundak Mikaila, mendengar suara benda jatuh tersebut lantas membuatnya terkejut dan langsung berlarian pergi meninggalkan Mikaila dan juga Ebra yang sudah menunggu sedari tadi di pintu belakang perpustakaan.


"Aaaa" teriak Salsa sambil berlarian menjauh dari Mikaila.

__ADS_1


"Tunggu Sal... Hei!" ucap Mikaila dengan nada setengah berbisik namun sama sekali tidak digubris oleh Salsa yang sudah berlarian menjauh dari mereka berdua.


Ebra yang melihat kepergian Salsa barusan lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Mikaila berada dengan langkah kaki yang bergegas.


"Bagaimana sih kamu Kai? Harusnya kan cegah Salsa jangan sampai pergi!" ucap Ebra yang baru saja datang sambil berusaha menyalahkan Mikaila karena membiarkan Salsa pergi dari sini.


"Bisakah kamu diam dan fokus kejar Salsa sekarang juga? Lagi pula tidak ada untungnya kamu mengomel disini sekarang!" ucap Mikaila kemudian dengan nada yang kesal karena Ebra hanya menyalahkannya saja sedari tadi.


"Iya juga ya? Kenapa kamu gak ngomong dari tadi sih!" ucap Ebra kemudian seakan baru mendapat pencerahan yang lantas membuatnya langsung bergerak dengan seketika.


Mikaila yang melihat Ebra berlalu pergi meninggalkannya begitu saja, lantas hanya menepuk jidatnya dengan spontan karena Ebra selalu saja melakukannya tanpa berpikir dua kali terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukannya. Sambil menghembuskan napasnya dengan kasar Mikaila mulai mengusap raut wajahnya dengan kasar saat ini.


***


Sementara Ebra dan juga Mikaila tengah sibuk mengejar Salsa yang berlarian pergi ketika mendengar suara benda yang jatuh, di sudut lorong kelas terlihat Allen tengah sibuk mengawasi gerak-gerik Zaki yang terlihat melangkahkan kakinya dnegan perlahan menuju ke suatu arah.


"Mau kemana dia?" ucap Allen bertanya-tanya sambil terus mengikuti langkah kaki Zaki yang entah akan membawanya kemana.

__ADS_1


Dengan langkah kaki yang perlahan Allen terus melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Zaki yang terus membawanya melipir ke samping sekolahan. Sambil terus bertanya-tanya akan kemana langkah kaki Zaki membawanya pergi saat ini. Sampai kemudian langkah kaki Allen yang sedari tadi mengikuti langkah kaki Zaki, lantas terlihat terhenti ketika Zaki sampai di suatu tempat yang Allen sendiri tidak tahu ia sedang berada di mana saat ini.


"Apa yang ia lakukan di tempat seperti ini?" ucap Allen bertanya-tanya pada diri sendiri.


Hingga beberapa menit kemudian seorang pria yang terlihat mengendarai sebuah sepeda motor, nampak terlihat menghentikan laju motornya tepat di dekat Zaki, membuat Allen lantas bertanya-tanya apa yang sedang keduanya lakukan di sana saat ini.


Dari kejauhan Allen melihat pengemudi motor tersebut seperti memberikan kantung kresek kepada Zaki yang Allen sendiri tidak tahu apa isi dari kantung kresek tersebut. Lantas hanya bisa menatap ke arah keduanya dengan tatapan yang bertanya-tanya. Sampai kemudian Allen yang melihat keduanya mulai berpisah lantas terlihat menatap keduanya dengan tatapan yang bingung hendak mengikuti Zaki atau pengemudi sepeda motor tersebut.


Melihat keduanya kian mengambil arah yang berlawanan, membuat Allen lantas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian menarik napas panjang secara perlahan. Allen yang melihat pengemudi motor itu kian menjauh dari posisinya, sambil berdecak dengan kesal Allen kemudian mulai mengambil langkah berlari dan mengejar pengemudi motor tersebut.


"Ah sial, mengapa aku malah mengejar pengemudi motor itu? Bodoh kau Len!" pekik Allen merutuki kebodohannya namun masih sambil berlari dan mempercepat langkah kakinya mengejar si pengemudi motor tersebut.


Allen yang melihat si pengemudi motor tersebut kian menjauh dari dirinya, lantas langsung menghentikan langkah kakinya sejenak. Diusapnya rambut Allen dengan kasar ke arah belakang kemudian menatap ke arah sekita sambil mencoba mencari jalan pintas untuk mengejar si pengemudi motor tersebut. Allen yang tahu ia harus melangkahkan kakinya kemana setelah Allen menemukan jalan alternatif disekitaran sana, lantas langsung kembali melangkahkan kakinya berlari dari sana dan mecoba untuk kembali mengejar si pengemudi motor tersebut.


Dengan langkah kaki yang dipercepat Allen kemudian mulai mengambil jalan pintas dan memotong untuk mengejar laju sepeda motor tersebut. Hingga ketika jarak diantara keduanya kian mendekat. Allen yang muncul tepat di hadapan si pengemudi sepeda motor tersebut kemudian lantas menghentikan laju motor tersebut, yang tentu saja langsung membuat si pengemudi motor tersebut terkejut bukan main ketika mendengarnya.


"Berhenti!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2