
Malam harinya
Ebra yang tidak bisa tidur malam itu, lantas terlihat bangkit dari posisinya kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah balkon kamarnya untuk melihat suasana malam hari di Resort ini.
Sambil menatap ke arah langit langit malam dan menikmati hembusan angin malam itu, pikirannya melayang jauh membayangkan banyak hal yang telah ia lalui hingga sampai ke detik ini, sampai beberapa menit kemudian ketika Ebra sedang memikirkan kilas balik perjalanannya hingga sampai ke Resort ini, Ebra baru menyadari ada yang aneh dari sikap Mikaila kepada Allen lantas mulai berpikir dengan keras apa alasannya.
"Iya juga ya? Mengapa aku baru menyadarinya sekarang, tentang perubahan sikap Mikaila kepada Allen? apa aku tanya langsung aja kali ya? Tapi kalau Mikaila sudah tidur bagaimana?" ucap Ebra pada diri sendiri seakan sedang menimang nimang keputusannya.
Setelah berkutat dengan pemikirannya sendiri selama beberapa detik, Ebra kemudian memutuskan untuk bertanya langsung kepada Mikaila. Dengan langkah yang perlahan Ebra mulai melangkahkan kakinya ke luar dari kamarnya dan mulai membawa langkah kakinya menyusuri setiap ruangan Resort menuju ke arah kamar Mikaila. Suasana yang gelap malam itu, entah mengapa menambah kesan horor bagi Ebra ketika melewati sudut masing masing ruangan di mana hanya ada cahaya bulan yang menembus cahaya dinding kaca sebagai penerangan langkah kakinya karena lampu di seluruh ruangan sudah di matikan kala itu.
"Mengapa aku malah merasa seperti sedang uji nyali di sini?" ucap Ebra bergidik ngeri sambil terus melangkahkan kakinya menyusuri area Resort.
Ebra menatap ke arah sekeliling dengan tatapan yang ngeri sambil sesekali mengusap tengkuknya yang terasa merinding ketika melewati setiap ruangan menuju ke arah kamar Mikaila. Hawa dingin perlahan lahan menerpa tubuhnya membawa kesan tidak enak semakin melekat dan memenuhi hati Ebra, seakan akan Ebra merasa seperti ada yang mengawasi setiap gerakannya ketika melintasi ruangan tersebut.
Ebra.... hihihi
Mendengar suara samar barusan membuat langkah kaki Ebra langsung terhenti seketika, sambil menelan salivanya dengan kasar Ebra mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar. mencoba mencari tahu tentang suara barusan namun ia juga tidak berharap menemukan sesuatu di sana.
"Siapa di sana?" ucap Ebra dengan spontan begitu mendengar suara tawa perempuan yang memanggil namanya.
__ADS_1
Hihihi
Mendengar suara tawa itu kembali, membuat Ebra semakin di buat takut dan kembali mengedarkan pandanganya ke sekitar mencoba mencari sumber suara tawa tersebut, namun anehnya semakin di cari sumber dari tawa tersebut tidak kunjung Ebra temukan, membuat Ebra langsung mempercepat langkah kakinya agar segera sampai ke kamar Mikaila dan tentunya terhindar dari suara tawa yang membuat bulu kuduknya berdiri.
Tok tok tok
Diketuknya pintu kamar Mikaila dengan spontan, ketika langkah kakinya berhenti tepat di hadapan pintu kamar Mikaila. Sambil menoleh ke arah kanan dan kiri, Ebra terus mengetukkan tangannya ke pintu kamar Mikaila berharap Mikaila segera membuka pintu kamarnya dan ia bisa langsung masuk ke dalam.
"Kemana sih Mikaila? Lama sekali? Tinggal di buka doang..." ucap Ebra dengan kesal karena Mikaila yang hingga kini tidak kunjung membuka pintu kamarnya juga.
Beberapa menit Ebra berada di luar, membuat pikiran Ebra berkeliaran kemana mana dan semakin membayangkan yang tidak tidak, apalagi ketika angin berhembus dengan kencang yang semakin membuat tengkuknya meremang, membuat Ebra pada akhirnya kemudian langsung membuka pintu kamar Mikaila begitu saja tanpa ijin terlebih dahulu dan langsung masuk ke dalam kamar Mikaila karena takut sesuatu akan muncul di hadapannya jika Ebra terlalu lama di luar.
Bruk...
Khhhhh.... akhhh...
Suara erangan pelan yang hampir mirip seperti orang tengah mengorok mendadak terdengar di telinganya, membuat Ebra yang baru saja merasa lega lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah seluruh ruangan kamar Mikaila. Perasaan Ebra benar benar tidak enak saat ini, ia bahkan terus terusan merutuki kebodohannya karena malah melangkahkan kakinya keluar dari pada menunggu kantuknya datang menyapanya di kamar.
"Ah sial!" ucap Ebra dengan nada yang kesal dan terus merutuki kebodohannya di dalam hati.
__ADS_1
Ebra yang mulai merasa ketakutan lantas langsung berlarian ke arah ranjang Mikaila dan loncat ke atas kasur Mikaila berharap Mikaila akan bangun dan membebaskannya dari semua kejadian aneh yang menimpanya saat ini, hanya saja ketika Ebra naik ke atas ranjang Mikaila yang terjadi bukannya Mikaila bangun, Mikaila lantas malah terlihat seperti orang kejang dengan tubuh yang kaku membuat Ebra terkejut bukan main ketika melihat keadaan Mikaila yang seperti itu.
Melihat hal tersebut Ebra kemudian lantas langsung mendekat ke arah Mikaila dan mencoba mengguncang guncang tubuh Mikaila beberapa kali berharap dengan melakukan hal tersebut akan membuat Mikaila bangun, namun ternyata tidak semudah dugaan Ebra karena getaran tubuh Mikaila kian kuat ketika Ebra berada di dekatnya sambil berusaha menyadarkan Mikaila.
"Kai sadar jangan membuat ku takut... Kai.. sadar Kai..." ucap Ebra sambil terus mengguncang tubuh Mikaila.
Hingga pada detik berikutnya sebuah suara teriakan lantas terdengar menggema memenuhi ruangan kamar Mikaila, di susul dengan kelopak mata Mikaila yang tiba tiba terbuka dengan posisi melotot hingga membuat Ebra terkejut seketika.
"Rini!" pekik Mikaila dengan spontan.
Bruk...
Suara pintu yang di buka dengan keras membuat Ebra dan juga Mikaila yang baru saja tersadar, lantas ikut terkejut dan terdiam di posisinya dengan jantung yang berdebar kencang. Sesosok pria yang tak asing di pandangan keduanya lantas terlihat berlarian mendekat ke arah ranjang Mikaila, yang membuat Mikaila dan juga Ebra langsung mengelus dadanya karena suara dobrakan pintu barusan berasal dari Allen yang terkejut ketika mendengar suara teriakan Mikaila.
"Apa ada sesuatu Kai? Mengapa kamu berteriak?" ucap Allen dengan nafas yang memburu karena ia langsung bangkit dari tidurnya dan berlarian ke sini sehingga menyebabkan matanya sedikit berkunang kunang ketika sampai di kamar Mikaila, hingga Allen bahkan tidak menyadari kehadiran Ebra di kamar Mikaila saat ini.
Mikaila yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja ikut bingung karena ia sendiri pun baru bangun dari mimpi buruknya dan tiba tiba sudah melihat Ebra di sebelahnya sedangkan Allen yang tiba tiba masuk ke dalam kamarnya, bagaimana Mikaila tidak bingung coba ketika mendapati hal tersebut?
Sedangkan Allen yang melihat gelengan kepala dari Mikaila langsung memijat pelipisnya pelan kemudian menatap ke sebelah dan kembali terkejut ketika melihat seseorang yang sama sekali tidak ia lihat kehadirannya sebelumnya.
__ADS_1
"Kau!"
Bersambung