
Malam harinya
Mikaila yang baru selesai mandi dan bersih-bersih, lantas langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah ranjang favoritnya. Dimana ia bisa meletakkan tubuhnya dan berbaring di sana menuju ke pulau impian, diliriknya sekilas ranjang milik Rini yang terlihat kosong sedari kemarin. Sambil menerka-nerka kepergian Rini, Mikaila lantas mengernyit dengan tatapan yang bingung sambil terus menatap ke arah ranjang Rini.
Semakin Mikaila menatap ke arah ranjang Rini, entah mengapa ada perasaan seperti rasa penasaran dalam diri Mikaila ketika melihat dan merasakan keanehan dalam diri Rini selama ini. Mikaila kemudian menarik memorinya mundur ke belakang, dimana ketika pertemuan pertama Mikaila dan juga Rini saat itu yang tanpa disengaja dan terasa begitu aneh bagi Mikaila. Hanya saja Mikaila yang tidak terlalu berpikir negatif ataupun curiga lantas mengacuhkan begitu saja setiap gerak-gerik serta tingkah laku Rini yang aneh.
Mikaila terdiam di tempatnya memikirkan setiap tingkah aneh yang dilakukan oleh Rini selama ini baik ketika ia berada di lingkungan Sekolah, lingkungan asrama, maupun ketika kemunculan Rini yang tiba-tiba di suatu hutan kala itu di mana Rini menunjukkan kepada Mikaila tentang keadaan Arhan kala itu.
"Ada sesuatu yang aneh dalam diri Rini dan sayangnya aku tidak tahu apa itu." ucap Mikaila sambil bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
Disaat Mikaila tengah fokus dengan pemikirannya sendiri, sebuah bunyi seperti layaknya alarm namun dengan suara yang tidak terlalu keras terdengar di ruangannya, membuat Mikaila lantas langsung membuyarkan lamunan. Mendengar ada sebuah panggilan masuk yang berasal dari Smartwatch buatan Ebra, membuat Mikaila kemudian langsung bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah meja belajarnya untuk mengambil arloji tersebut.
Mikaila yang melihat ada panggilan suara gabungan, lantas langsung menekan tombol berwarna hijau pada Smartwatch tersebut sambil melangkahkan kakinya duduk kembali pada ranjang empuk kesayangannya tersebut.
"Tumben di jam segini? Ada apa nih?" ucap Mikaila kemudian begitu sambungan teleponnya terhubung dengan yang lainnya.
__ADS_1
Mendengar suara Mikaila yang sudah bergabung dalam panggilan tersebut, membuat Arhan yang memang adalah seseorang yang memulai panggilan tersebut lantas mulai mengajak ketiganya untuk berbicara lebih serius. Baik Mikaila, Allen, dan juga Ebra yang mendapat panggilan tersebut dari Arhan tentu saja langsung membuka telinganya lebar-lebar dan menanti hal apa yang akan dibahas oleh Arhan kali ini.
Beberapa detik kemudian barulah Arhan mulai membuka ceritanya, dengan perlahan-lahan Arhan memulai menceritakan segala hal yang terjadi kepadanya belakangan ini. Dimulai dari ia yang tanpa sengaja bertemu dengan Riko dan mencurigainya secara tidak langsung melakukan sesuatu, Arhan yang tak ingin terlalu bercerita panjang kali lebar lantas berusaha untuk mempersingkatnya. Didalam ceritanya Arhan juga mengatakan sesuatu tentang Vanya yang berhasil ia temukan, namun detik berikutnya nada suara Arhan berubah menjadi sendu ketika mengatakan bahwa kondisi Vanya sedang tidak baik saat ini.
"Apa kau yakin ia adalah Riko? Pasalnya aku juga tidak sengaja mendengar Riko mengatakan sesuatu tentang Vanya, mungkinkah ini semua berhubungan?" ucap Mikaila kemudian yang sudah terlalu penasaran dan tanpa sadar memotong pembicaraan Arhan yang saat ini masih menceritakan tentang Riko dan juga Vanya.
"Aku rasa keduanya masih terhubung, apalagi ketika mendengar Riko terus mengatakan bahwa Vanya beruntung karena Riko menemukannya terlebih dahulu, jika sampai seseorang menemukannya maka Vanya mungkin tidak akan selamat. Sayangnya entah siapa yang tengah dibicarakan oleh Riko aku sendiri sama sekali tidak tahu akan hal itu." ucap Arhan kemudian menanggapi pertanyaan dari Mikaila barusan.
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Allen kemudian setelah mendengar cerita dari keduanya.
"Apa yang dikatakan oleh Ebra barusan ada benarnya juga, untuk urusan Vanya kalian tidak perlu khawatir karena Vanya sudah aman berada bersamaku saat ini." ucap Arhan kemudian dengan nada yang sedikit menenangkan teman-temannya agar tidak terlalu khawatir untuk saat ini.
Setelah pembicaraan tentang Vanya dan Riko berakhir keempatnya kemudian memutuskan melanjutkan pembahasan mereka pada rencana selanjutnya. Cukup banyak mereka berdiskusi tentang rencana yang mereka susun dengan serapi mungkin. Hingga kemudian ketika waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB barulah mereka memutuskan untuk mengakhiri panggilan gabungan tersebut dan melanjutkan pembahasan mereka kembali esok harinya.
Mikaila yang baru saja menyelesaikan panggilannya lantas langsung merebahkan tubuhnya pada ranjang empuk favoritnya. Dihirupnya napas dalam-dalam kemudian membuangnya kembali. Sambil menatap ke arah langit-langit malam Mikaila mulai membayangkan segala hal dan juga beberapa masalah yang batu saja ia bahas bersama yang lainnya. Ternyata perasaannya tentang Vanya kala itu memang benar adanya, Mikaila bahkan bersyukur karena ternyata Vanya masih hidup meski keadaannya begitu memprihatinkan.
__ADS_1
"Aku sungguh lega Vanya sudah ketemu." ucap Mikaila sambil masih menatap langit-langit kamarnya saat ini.
Hening beberapa saat di area kamar Mikaila membuat Mikaila perlahan-lahan mulai mengantuk dan hendak pergi menuju ke pulau impiannya. Namun sayangnya ketika Mikaila hendak terbang ke pulau impiannya, lampu kamarnya mendadak mati hidup mati hidup selama beberapa kali. Membuat Mikaila langsung membuka matanya dengan lebar dan bangkit dari tempat tidurnya. Melihat keadaan sekitar yang mati dan hidup secara berulang kali, membuat perasaan merinding tiba-toba menyeruak di dalam diri Mikaila. Mikaila mengusap tengkuknya yang terasa meremang sambil terus menatap ke area sekitar.
"Ada apa ini? Apa lampu di kamar ku rusak?" ucap Mikaila bertanya-tanya.
Tak ingin hanya berdiam diri dalam keadaan yang seperti ini, Mikaila kemudian lantas merogoh area ranjangnya untuk mencari Smartwatch yang akan ia gunakan sebagai senter untuk menerangi keadaan sekitar. Mikaila meraba dan terus meraba area kasurnya, hingga kemudian ketika Mikaila merasa tangannya menyentuh Smartwatch miliknya. Entah mengapa tiba-tiba Smartwatch tersebut tiba-tiba saja bergeser dan terjatuh di kolong meja seakan seperti ada seseorang yang sengaja menjatuhkannya ke kolong tempat tidur.
"Ah benar-benar sial!" gerutu Mikaila yang kesal karena Smartwatch nya malah terjatuh.
Mikaila yang menyadari Smartwatch nya jatuh lantas langsung berdecak dengan kesal. Dengan gerakan yang perlahan Mikaila mulai mencoba mengambil Smartwatch tersebut dengan posisi bagian atas tubuhnya menggantung sedangkan bagian pinggang ke bawah berada di tempat tidur.
Sambil bersusah payah Mikaila lantas terlihat menggapai Smartwatch tersebut. Hingga kemudian ketika lampu mulai kembali menyala dengan normal Mikaila yang semula bisa bernapas dengan lega, sampai ketika ia melihat ke arah kolong meja sebuah penampakan yang sama sekali tidak ingin Mikaila lihat lantas mendadak merangkak dan bergerak cepat ke arahnya, membuat Mikaila menjadi terkejut seketika.
"Aaaaaa"
__ADS_1
Bersambung