
Linda yang mendengar ucapan Allen barusan, semakin di buat serba salah. Ini tentu adalah sebuah keputusan yang sulit bagi Linda, mengingat Allen memiliki tempat tersendiri di hatinya.
"Aku... aku memilih jalan ini Al... terima kasih selama tiga tahun ke belakang ini kamu dengan telaten membimbing ku. Aku tidak tahu apa kamu mengetahuinya atau tidak, yang jelas aku mencintaimu Allen..." ucap Linda sambil tersenyum dengan manisnya.
Perlahan tapi pasti setelah mengatakan hal tersebut Linda mulai melangkahkan kakinya mundur ke belakang, berniat untuk ke luar dari lingkaran itu tanpa perlawanan sama sekali. Allen yang mengetahui dengan pasti apa yang akan di lakukan oleh Linda saat ini, lantas berusaha untuk menghentikan langkah kaki Linda agar tidak sampai keluar dari lingkaran.
"Berhenti dan jangan main main dengan ku Lin, ini tidaklah lucu!" pekik Allen sambil berusaha meraih tangan Linda agar menghentikan langkah kakinya.
Sayangnya sekuat apapun Allen berusaha menghentikan langkah kaki Linda, nyatanya kaki Linda sebelah kiri sudah keluar dari garis lingkaran, yang lantas membuat Allen dengan spontan berteriak dan menghebohkan semua peserta yang ada di sana ketika sebuah hal tak terduga terjadi di depan matanya.
"Linda!" teriak Allen yang membuat semua peserta lantas dengan spontan menoleh ke arah sumber suara.
"Aku mencintai mu Allen!" ucap Linda dengan bahasa isyarat tanpa suara.
Jleb...
Tepat setelah Linda mengatakan hal tersebut tiga buah anak panah sekaligus yang entah datangnya dari mana, langsung menancap tepat di area jantung Linda dan membuatnya jatuh ke tanah dengan bersimbah darah. Melihat pemandangan tersebut semua peserta tentu saja terkejut bukan main sekaligus tidak menyangka jika keluar dari garis lingkaran tersebut yang artinya adalah kematian.
**
Sementara itu tak jauh dari posisi Allen dan juga Linda. Melihat kematian Linda yang secara tragis seorang peserta perempuan yang berpasangan dengan Andi, mendadak langsung menendang tubuh Andi ke luar garis ketika ia sama sekali belum bersiap dan tidak terlalu fokus, sehingga mengakibatkan dirinya langsung jatuh dan berguling keluar garis lingkaran tersebut. Andi yang terkejut dirinya berada di luar lingkaran lantas langsung berusaha bangkit dari posisinya.
__ADS_1
"Sialan kau!" pekik Andi ketika tubuhnya tiba tiba saja di dorong dalam posisi yang tidak siap.
Dor dor dor...
Suara tembakan sebanyak tiga kali terdengar menggema di pendengaran mereka, begitu peluru besi menembus tepat di kepala Andi dan langsung membuatnya tewas di tempat detik itu juga. Melihat kematian Andi peserta perempuan itu nampak tersenyum dengan puas seakan merasa senang bahwa ia berhasil menyingkirkan Andi walau kini tubuhnya penuh dengan muncratan darah milik Andi.
"Sempurna" ucapnya dengan senyum yang mengembang.
**
Di saat perempuan itu menikmati kemenangannya, berbeda dengan yang lainnya di mana mereka langsung terduduk dengan lemas ketika melihat dua orang peserta mati sekaligus di hadapan mereka.
"Hei hei hei... apa kau takut?" ucap Fatur yang lantas langsung membuat Mikaila dengan spontan menatap ke arah Fatur yang kini terlihat berwajah santai itu.
Mikaila mengangguk dengan pelan ketika mendapat pertanyaan dari Fatur barusan, jika di situasi seperti ini berbohong pun tidak akan bisa menyelamatkan mu, hanya ada dua pilihan dalam permainan ini yaitu di dorong atu mendorong dan Mikaila sama sekali tidak bisa melakukan keduanya, Mikaila benar benar belum siap akan kedua hal itu.
Seulas senyuman kembali terlintas dalam raut wajah Fatur, ketika melihat keringat dingin nampak mulai bercucuran membasahi dahi Mikaila, entah mengapa rasanya bagi Fatur Mikaila masih terlihat begitu cantik walau wajahnya sudah tidak lagi bersih dan terdapat beberapa noda tanah maupun kotoran lumpur di area baju dan juga celananya, benar benar sama sekali terlihat seperti bukan Mikaila.
Sejak awal Allen membawa Mikaila untuk bergabung dalam tim ini, Fatur bahkan sudah merasa bahwa Allen pasti hanya akan menyelamatkan nyawa gadis ini di banding yang lainnya. Fatur sendiri tidak tahu mendapat pikiran dari mana sehingga ia bisa memikirkan hal tersebut, hanya saja semua sudah terlihat dengan jelas tepat ketika Allen mengatakan bahwa ia ingin ikut berpartisipasi dalam event tahunan ini untuk menemani seorang murid baru di kelasnya.
Memang tidak ada yang salah dari keinginan Allen untuk mengikuti event kali ini, hanya saja sikap ketertarikannya pada murid baru di kelasnya lah yang terasa aneh bagi orang lain, padahal sebelumnya Allen jelas jelas tidak pernah tertarik dengan siswi lainnya bahkan dengan Vanya sekalipun yang notabennya adalah murid terpopuler di sekolahannya.
__ADS_1
"Apa yang kamu takutkan? tidakkah kamu mengerti akan satu hal? Allen meninggalkan mu karena ingin menyelamatkan mu. Harus ada yang di korbankan jika ingin menyelamatkan satu orang sekalipun." ucap Fatur dengan tertawa renyah, membuat Mikaila menatap dengan tidak mengerti ke arahnya.
"Apa maksud ucapan mu? jangan bermain teka teki bersama ku karena saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bermain." ucap Mikaila dengan nada yang datar.
"Tim ini... kelompok ini... sebenarnya hanyalah sebuah cangkang untuk mencari tahu dalang di balik kematian semua siswi di sekolah kita. Sebenarnya kami tidak pernah benar benar berlatih beladiri seperti nama club kita, yang kita lakukan setiap harinya hanya meneliti dan meneliti tanpa lelah walaupun kami tahu itu pasti akan mustahil, karena nyatanya sekeras apapun kami berjuang setiap saat selalu saja ada murid yang meninggal, bukankah kerja kami terasa sia sia saja?" ucap Fatur yang mulai bercerita.
Mikaila yang mendengar ucapan Fatur barusan lantas terdiam sejenak. Sebenarnya tanpa di jelaskan oleh Fatur sekalipun Mikaila sidah mulai curiga kepada Allen, semua informasi yang selalu tepat tentang beberapa peristiwa di sekolahan, menambah daftar panjang Mikaila yang semakin mendorong rasa penasarannya akan seorang Allen.
"Lalu?" ucap Mikaila dengan raut wajah yang penasaran menunggu cerita Fatur berlanjut.
"Aku rasa Allen melihat sesuatu dalam dirimu yang mungkin bisa membawanya menyelesaikan teka teki yang tersimpan dalam sekolah ini. Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak, yang jelas semua itu jawabannya ada pada Allen." ucap Fatur lagi.
"Aku? apa yang spesial dari ku hingga Allen malah memilih mengorbankan kalian dan menyelamatkan aku?" ucap Mikaila yang masih tidak mengerti akan satu persatu ucapan yang keluar dari mulut Fatur barusan.
"Aku tidak tahu apa? yang jelas aku berharap keputusan yang di ambil oleh Allen adalah benar dan aku percaya akan hal itu." ucap Fatur dengan tersenyum begitu cerah, membuat Mikaila langsung tertegun seketika di saat melihat senyuman milik Fatir barusan.
Setelah mengatakan hal tersebut Fatur mulai mengambil langkah kaki mundur hingga tanpa sadar keluar dari garis lingkaran dan yang terjadi berikutnya..
Dor dor dor
Bersambung
__ADS_1