No Exit

No Exit
Bermain?


__ADS_3

Allen yang melihat semak semak yang terletak di hadapannya nampak bergoyang goyang, lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah semak semak tersebut, Allen yang penasaran akan alasan semak semak tersebut bergoyang kemudian langsung menyibaknya karena penasaran akan apa yang ada di dalamnya hingga dari luar nampak seperti terkena angin topan.


Hanya saja Allen yang baru saja menyibak semak belukar di hadapannya, lantas menjadi terkejut bukan main ketika melihat Mikaila yang sedang memiting seorang pemuda sebayanya padahal tubuh pemuda itu gempal dan juga berwajah sangar, namun malah bisa bisanya ketakutan ketika bersama dengan Mikaila. Seakan akan pemuda tersebut hanyalah seorang bayi besar bagi Mikaila.


"Apa yang sedang terjadi?" ucap Allen kemudian sambil menatap tak percaya ke arah pemandangan yang tersaji di hadapannya itu.


Baik Mikaila maupun pemuda itu langsung dengan spontan menoleh ke arah sumber suara, begitu mendengar pertanyaan dari Allen barusan. Mikaila yang melihat Allen datang dan memergokinya, lantas langsung dengan spontan melepaskan pitingannya dan memperbaiki posisinya sambil tersenyum garing ke arah Allen, membuat Allen langsung menatap ke arah Mikaila dengan tatapan yang menelisik sambil bersendekap dada, seakan akan masih tidak percaya bahwa yang baru saja ia lihat adalah Mikaila.


"Kau berhutang penjelasan kepadaku Kai!" ucap Allen dengan nada yang penuh penekanan, membuat Mikaila hanya bisa menunduk seakan tidak berani menatap ke arah Allen yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang tajam.


Sementara itu Ebra yang sedari tadi juga berputar putar ikut mencari keberadaan Mikaila, lantas terlihat menghentikan langkah kakinya begitu melihat punggung Allen yang berada di tengah tengah semak belukar yang rimbun, Ebra yang penasaran akan apa yang kini tengah di lakukan oleh Allen, perlahan lahan mulai melangkahkan kakinya ke arah di mana Allen berada dan langsung menepuk bahu Allen dengan pelan.


"Apa terjadi sesuatu Al?" tanya Ebra dengan raut wajah yang penasaran ketika berhenti tepat di belakang punggung Allen.


"Iya, mereka berdua tertangkap basah di dalam semak semak!" ucap Allen dengan santainya sambil melangkahkan kakinya keluar dari semak semak itu dengan raut wajah yang tidak enak.


Ebra yang mendengar perkataan dari Allen barusan tentu saja terkejut bukan main, perkataan Allen yang ambigu membuat Ebra berpikir yang tidak tidak akan ucapan Allen barusan padanya, hingga Ebra langsung terdiam seketika dengan raut wajah yang terlihat tegang sekaligus terkejut akan ucapan Allen. Sedangkan Mikaila yang tahu dengan pasti Ebra tengah berfantasi dengan liar, lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ebra dan menepuk pundak Ebra cukup keras, yang lantas membuyarkan segala imajinasi liarnya itu.

__ADS_1


"Jangan coba coba berpikir yang aneh aneh Ebra! kau tidak tahu apapun." ucap Mikaila dengan nada yang kesal kemudian melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Allen yang sebelumnya sudah melangkahkan kakinya terlebih dahulu meninggalkan ketiganya di sana.


Ebra mengelus pundaknya yang terasa nyeri akibat tepukan Edrea yang terlalu kuat. Di tatapnya dengan lekat tubuh Edrea dari atas hingga bawah, kemudian beralih menatap ke arah pemuda dengan badan gempal di hadapannya itu dengan tatapan yang aneh dan menelisik.


"Saya Andi kak..." ucap pemuda tersebut yang langsung membuat Ebra memutar bola matanya dengan jengah ketika mendengar ucapan dari pemuda barusan.


"Bodo amat!" ucap Ebra sambil ikut melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Andi di sana dan menyusul langkah kaki Allen dan juga Mikaila yang sudah lebih dulu melangkahkan kakinya pergi dari sana.


**


Mikaila yang melihat Allen melangkahkan kakinya pergi, lantas langsung mempercepat langkah kakinya menyusul kepergian Allen. Sedangkan Allen yang melihat Mikaila menyusulnya hanya melirik ke arah Mikaila sekilas kemudian membuang mukanya, membuat Mikaila lantas menatap dengan bingung ke arah Allen karena tingkah Allen yang aneh itu.


"Ada apa dengan mu sih Al? mengapa aneh sekali?" ucap Mikaila dengan raut wajah yang penasaran menanti jawaban dari Allen.


"Kau pikir saja sendiri, aku bahkan hampir gila karena tidak menemukan mu tadi! tapi kau... kau malah asyik bermain dengan dia, bagaimana aku tidak kesal?" ucap Allen dengan nada yang sedikit meninggi.


Mendengar ucapan Allen barusan membuat Mikaila langsung terdiam seketika, Mikaila benar benar tidak menyangka bahwa Allen akan mengatakan hal barusan kepadanya. Mikaila kira Allen marah karena sesuatu hal yang penting namun ternyata hanya karena masalah ini, bukankah itu sedikit menjengkelkan?

__ADS_1


"Aku tidak lah bermain... apa kau tidak lihat tadi dia hampir membunuh ku?" ucap Mikaila dengan raut wajah yang terkejut ketika mendengar tuduhan dari Allen barusan.


"Oh ya? mengapa aku tidak melihat apa yang kau katakan ya? apa kau kira event ini adalah ajang main main?" ucap Allen dengan nada yang kesal.


Entah mengapa Allen merasa kesal ketika melihat Mikaila yang malah terlihat bermain main dengan pemuda tadi, padahal Allen sudah mencari kesana kemari keberadaan Mikaila dengan penuh kekhawatiran, namun ternyata Mikaila malah berada di semak semak dengan pemuda tadi.


"Kau..." ucap Mikaila tercekat tidak tahu lagi harus berkata apa kepada Allen yang terlihat menyebalkan itu.


**


Sedangkan Ebra yang niatnya ingin menyusul keduanya, ketika sampai di dekat Allen dan juga Mikaila bukannya bersiap untuk bersembunyi, yang Ebra lihat malah pertengkaran keduanya yang entah di mulai dari mana Ebra juga tidak tahu.


Melihat pertengkaran keduanya dengan langkah kaki yang malas Ebra kemudian lantas mendekat ke arah Allen dan juga Mikaila, hanya saja ketika langkah kaki Ebra yang bergerak menuju ke arah Allen dan juga Mikaila, mendadak Ebra seperti melihat sebuah benda tajam yang terbang di tengah kegelapan malam. Ebra yang terkejut akan benda tersebut lantas langsung berlarian ke arah Allen dan juga Mikaila kemudian menarik keduanya untuk merunduk, namun karena Allen dan juga Mikaila yang terkejut akan gerakan tiba tiba dari Ebra barusan, bukannya merunduk ketiganya malah terjatuh dalam posisi tumpang tindih, di mana Ebra yang terlihat menindih tubuh Allen dan juga Mikaila di bawahnya.


"Gila lo... apa yang kau lakukan sih?" teriak Allen dengan kesal karena gerakan Ebra yang tiba tiba itu.


"Ssstttt" ucap Ebra sambil menunjuk ke arah benda tajam yang terlempar tak jauh dari tempat mereka terjatuh, membuat Allen dan juga Mikaila dengan spontan langsung saling pandang satu sama lain ketika melihat hal tersebut.

__ADS_1


"Bukankah itu..."


Bersambung


__ADS_2