No Exit

No Exit
Sesuatu yang tanpa sengaja terdengar


__ADS_3

"Apa kau sudah gila? Bukankah aku sudah mengatakannya secara berulang kali bahwa aku belum menyempurnakan obat tersebut. Aku bahkan masih menggunakannya untuk hewan, bagaimana bisa kamu memberikannya kepada seorang gadis? Kau benar-benar tidak waras ya?" ucap Dokter tersebut yang tak sadar bahwa Arhan mendengar segala ucapannya.


Arhan yang mendengar ucapan dokter tersebut tentu saja lantas langsung terdiam seketika. Gerakan tangannya bahkan terhenti dan tidak jadi masuk ke dalam ruangan praktek Dokter itu. Arhan lantas tertegun ketika mendengar Dokter tersebut malah membahas tentang sebuah obat yang Arhan sendiri tidak tahu obat apa yang sedang dibahas oleh Dokter tersebut.


Dalam keadaan yang bertanya-tanya Arhan nampak terus mendengarkan setiap perkataan yang keluar dari mulut Dokter tersebut dengan seseorang di telpon. Meski Arhan tidak terlalu paham akan pembicaraan keduanya di telpon, namun jika Arhan menarik kesimpulan kasus yang tengah dibicarakan keduanya hampir mirip dengan yang dialami Vanya saat ini.


"Kenapa kamu terus berputar-putar seperti itu sih? Aku sama sekali tidak paham akan apa yang kamu bicarakan saat ini, cobalah untuk mengatakan lebih jelas lagi." ucap sebuah suara seseorang di seberang sana.


"Kau itu bodoh atau bagaimana? Aku jelas tahu jika kau menggunakan obat racikan ku kepada seorang gadis belia, bukan? Jangan kira aku tidak mengetahuinya." ucap Dokter tersebut dengan nada yang kesal karena seseorang yang ia telepon sama sekali tidak menangkap arah dari pembicaraannya sedari tadi.


Mendengar perkataan dokter tersebut membuat suara seseorang di sebelah sana lantas langsung terdengar hening seketika, pikirannya seakan tiba-tiba melayang entah memikirkan apa. Hingga kemudian ketika sebuah nama yang disebutkan oleh Dokter tersebut, lantas langsung membuat seseorang di sana menjadi terkejut seketika. Bukan hanya hanya orang tersebut saja yang terkejut, Arhan yang sedari tadi memang dalam posisi yang tengah menguping, lantas langsung mematung di tempatnya ketika nama Vanya disebut oleh Dokter tersebut.


Arhan yang mulai merasa ada yang tidak beres dengan Dokter itu lantas langsung beranjak pergi dari sana menuju ke arah ruang perawatan Vanya untuk segera membawa Vanya pergi dari sana karena Arhan merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi kepadanya jika Vanya tidak segera pergi dari Rumah sakit ini.

__ADS_1


Arhan terlihat melangkahkan kakinya melewati koridor Rumah Sakit dengan langkah kaki yang bergegas, ia benar-benar tidak bisa membiarkan segalanya terjadi tepat di depan matanya. Hingga ketika ia melangkahkan kakinya dan hampir sampai ke ruang perawatan Vanya, Arhan yang bertemu dengan Ardi lantas langsung menghentikan gerakan kakinya tepat di hadapan Ardi. Membuat Ardi yang melihat raut wajah tegang milik Arhan, lantas langsung menatap bingung ke arah Arhan seakan mencoba untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi kepada Arhan.


"Kita harus membawa Vanya pergi dari sini Pak, sekarang juga!" ucap Arhan dengan nada yang tergesa-gesa membuat Ardi yang mendengar hal itu, lantas langsung mengernyit dengan seketika karena bingung tidak mengerti akan arah dari pembicaraan Arhan kali ini.


"Tunggu sebentar, ada apa sebenarnya ini nak Arhan? Coba jelaskan secara perlahan kepada Bapak, agar Bapak mengerti apa yang sedang kamu bicarakan saat ini." ucap Ardi dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Arhan.


Arhan yang mendapat pertanyaan dan juga raut wajah bingung milik Ardi, lantas mulai mencoba menjelaskan inti dari permasalahan ini kepada Ardi. Ardi yang memang tidak tahu-menahu dengan apa yang telah terjadi lantas terlihat mendengarkan dengan seksama perkataan Arhan kali ini.


Ada sedikit perasaan terkejut dari Ardi sekaligus tidak menyangka bahwa ternyata Dokter Rumah Sakit ini bekerjasama dengan pihak Sekolahan atau siapapun itu yang jelas Ardi benar-benar terkejut ketika mengetahui keduanya berhubungan.


Baik Ardi maupun Arhan kemudian lantas bergerak dengan langkah kaki yang bergegas menuju ke ruang perawatan Vanya untuk mengajaknya pergi dan mengurus administrasi Rumah sakit tersebut sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan Rumah sakit ini.


***

__ADS_1


Jam istirahat


Setelah guru mata pelajaran kala itu keluar dari kelas, Mikaila nampak menatap ke arah sekeliling di mana terlihat beberapa teman-temannya nampak berdiri dan beranjak dari kelas hendak menuju ke arah kantin dan juga tempat-tempat lainnya. Ketika Mikaila sudah tidak melihat siapapun berada di kelas kecuali dirinya dan juga Allen, Mikaila lantas mendekatkan tubuhnya lebih dekat lagi ke arah Allen, membuat Allen yang melihat tingkah Mikaila seperti itu. Lantas langsung menatap Mikaila dengan tatapan yang penasaran sekaligus bingung akan tingkah Mikaila saat ini.


"Apa kau tahu tadi? Ketika aku ke taman dan tanpa sengaja mendengar sesuatu yang tidak disangka-sangka akan aku dengar kala itu." ucap Mikaila sambil menatap ke arah Allen dengan tatapan manik mata yang membulat, membuat Allen lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang penasaran ke arah Mikaila.


"Memangnya apa yang kau dengar tadi?" ucap Allen dengan nada yang bertanya-tanya.


Mendapat pertanyaan tersebut, membuat Mikaila lantas mulai menceritakan segala yang ia dengar di taman tadi. Dimulai dari ketika ia mencari keberadaan Arhan di taman, Mikaila yang kemudian bertemu dengan Riko dan bersembunyi, sampai dengan Mikaila yang tanpa sengaja mendengar perkataan Riko yang mengatakan dan membahas tentang Vanya. Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Allen terkejut seketika karena baik Allen maupun Mikaila, keduanya sama-sama mengetahui bahwa menghilangnya Vanya di lingkungan Sekolah karena Vanya ada urusan keluarga yang mengharuskannya untuk pulang ke kuranya saat itu.


Allen yang mendengar setiap perkataan dari Mikaila barusan, tentu saja langsung terdiam seketika. Satu-persatu memori tentang kejadian kala itu mulai Allen kumpulkan menjadi satu untuk menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang kini tengah berputar di kepalanya. Jika memang benar Vanya yang didengar oleh Mikaila tadi di taman adalah Vanya temannya, maka menghilangnya Vanya dari lingkungan sekolah ini bukan karena urusan keluarga, melainkan karena sesuatu hal yang Allen sendiri tidak tahu tentang apa itu.


"Jika memang Vanya yang Riko maksud ketika di taman adalah Vanya teman kita, maka ada sesuatu yang terjadi kepada Vanya dan kita harus segera menyelidiki hal itu secepatnya." ucap Allen kemudian dengan raut wajah yang serius membuat Mikaila langsung mengangguk dengan seketika disaat mendengar perkataan Allen barusan.

__ADS_1


"Kau benar Al dan aku setuju dengan perkataanmu barusan." ucap Mikaila kemudian sambil mengangguk dan mengiyakan perkataan Allen barusan.


Bersambung.


__ADS_2