
"Sudah selesai!" pekik Ebra kemudian membuat Mikaila dan juga Allen lantas langsung menatap ke arahnya.
Mikaila yang mendengar perkataan Ebra barusan, lantas langsung bangkit dari posisinya dan mendekat ke arah dimana Ebra berada untuk melihat apa yang Ebra katakan baru saja.
"Apanya yang berhasil?" tanya Mikaila kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Mikaila tersebut kemudian lantas membuat Ebra tersenyum dengan seketika.
"Diam dan dengarkanlah apa yang akan terjadi sebentar lagi." ucap Ebra dengan senyum yang mengembang membuat Allen dan juga Mikaila yang mendengar jawaban dari Ebra barusan lantas kembali saling pandang antara satu sama lain.
Sampai kemudian sebuah suara yang terdengar dari lapangan berdenging cukup kuat dan menghentikan suara musik yang tadinya terdengar menggema hingga ke dalam ruangan kelas tersebut. Baik Allen maupun Mikaila yang penasaran akan apa yang tengah terjadi saat itu, lantas terlihat bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu kelas untuk melihat apa yang terjadi.
**
"Sudah saatnya kita melakukan ritual itu, malam ini harus ada yang mati agar Rini ku bisa tetap bahagia...." ucap sebuah suara yang ketiganya yakin bahwa itu adalah Viona.
"Baik Bu, saya akan memulainya dari daftar nama teratas..." ucap Rahmat yang langsung menyetujui perintah dari Viona barusan.
__ADS_1
Beberapa siswa yang mendengar perkataan dari sebuah vidio yang terputar pada layar yang berada di atas panggung tentu saja terkejut. Seseorang yang berbicara tersebut jelas-jelas adalah Viola dan Rahmat, namun pembicaraan mereka yang aneh lantas membuat suasana mendadak menjadi hening dan mencekam.
Disaat situasi mendadak berubah menjadi panas mendadak vidio yang terputar di sana berganti posisi dimana saat ini terlihat Zaki tengah melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan kepala sekolah sambil membawa satu guci yang mereka sendiri tidak tahu apa itu.
"Ini adalah darah persembahan untuk putri mu..." ucap Zaki sambil melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Viola berada saat itu.
Tanpa mengatakan apapun lagi Viola lantas mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Zaki berada dan menerima guci tersebut. Sambil memasang senyuman yang cerah Viola nampak tersenyum sambil menatap ke arah guci tersebut.
Suasana di tengah-tengah lapangan terasa begitu aneh dan mengerikan ketika melihat vidio tersebut memutar tentang Viola yang tampak melakukan sebuah ritual dengan menggunakan darah yang diberikan oleh Zaki tadi.
Sambil membacakan beberapa mantra yang mereka sendiri tidak tahu mantra apa itu, Viola terlihat mengoleskan darah tersebut ke beberapa bagian di dinding tembok ruangannya membuat beberapa siswa yang melihat hal itu lantas langsung saling menatap antara satu sama lain.
Video rekaman tak sampai hanya berhenti di sana saja, setelah menampilkan beberapa siswa yang mati karena terinjak-injak oleh binatang buas tersebut. Video selanjutnya menampilkan tentang gambaran suasana keadaan hutan yang tiba-tiba menjadi gaduh dan juga rusuh, setelah sebuah bom meledak di area tepi sungai. Mereka semua lantas terkejut melihat kejadian demi kejadian yang tersaji di dalam rekaman video itu, hingga di akhir penutupan terdapat sebuah tulisan yang berisi fakta mengejutkan bagi semua orang yang ada di sana.
Kita semua telah di tipu dengan penumbalan yang berkedok Sekolah terbaik. Apa kalian tidak pernah memikirkan mengapa setiap saat terjadi beberapa pembunuhan dan juga siswa hilang di lingkungan Sekolah ini? Kalian pasti sudah tahu jawabannya bukan melalu vidio ini? Untuk itu kalian perlu keluar dari Sekolah ini sebelum kalian lah yang akan menjadi korban selanjutnya!
"Aaaaaa" teriak beberapa siswa yang lantas membuat lainnya ikut berteriak.
__ADS_1
Suasana gaduh mendadak terjadi di lingkungan tersebut, beberapa siswa yang percaya akan semua hal yang ada di dalam rekaman vidio tersebut lantas membuat mereka langsung berlarian hendak keluar dari Sekolah terkutuk ini hingga membuat beberapa pihak keamanan dan juga guru lantas kewalahan menenangkan para siswa dan mengatakan bahwa semuanya adalah kebohongan. Hanya saja sayangya semua siswa yang lebih percaya dengan apa yang mereka lihat dan terjadi di sekitar mereka lantas sama sekali tidak memperdulikan himbauan para guru yang ada di sana.
Disaat semua guru tengah sibuk menenangkan para siswanya, Manda yang memang menunggu saat-saat ini terjadi lantas hanya terdiam sambil menatapi suasana sekitar. Setidaknya apa yang ia harapkan kepada Mikaila, Allen dan juga Ebra benar-benar terjadi dan membuahkan hasil. Manda berharap dengan ini baik Viola maupun Zaki akan sadar jika apa yang mereka lakukan semuanya salah.
"Aku yakin mereka pasti berhasil..." ucap Manda sambil menatap ke arah sekitar memperhatikan setiap hal yang terjadi saat itu.
Sampai kemudian ketika Manda, Allen, Mikaila dan juga Ebra sudah tersenyum dengan puas karena telah membongkar segalanya termasuk keberadaan mayat Rini yang di tanam pada tembok ruangan Viola. Siapa menyangka bahwa kemenangan yang mereka idam-idamkan berubah menjadi malapetaka ketika sebuah suara tembakan peluru yang berasal dari pintu ruang guru mengenai salah satu murid yang tengah berlari hendak memanjat pagar Sekolah untuk bisa kabur dari sana.
Dor...
Tubuh siswa itu langsung jauh ke tanah menimpa teman sebayanya dimana seragam berwarna putih abu-abu berubah menjadi kemerahan karena terkena noda darah siswa yang terkena tembakan tersebut.
"Aaaaaa"
Semua murid termasuk guru dan juga staf nampak terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Keringat dingin mulai membasahi semua orang di sana. Apa yang kali ini terjadi benar-benar dilakukan secara terang-terangan dihadapan semua orang. Sedangkan Mikaila, Allen dan juga Ebra yang baru saja melihat apa yang terjadi baru saja lantas terlihat mundur secara perlahan dari tempatnya. Ketiganya seakan seperti terkejut akan apa yang baru saja terjadi, tadinya ketiganya pikir setelah mereka bertiga mengungkap segalanya baik Viola dan komplotannya akan mengaku dan menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib, namun nyatanya semua sama sekali berbanding terbalik dengan pemikiran mereka bertiga.
"Apa yang terjadi? Me...mengapa jadi seperti ini?" ucap Mikaila pada diri sendiri sambil menatap lurus ke arah depan.
__ADS_1
Bersambung