No Exit

No Exit
Putar mobilnya


__ADS_3

Situasi saat itu benar-benar kacau dan tidak lagi terkendali, tepat setelah penembakan tersebut terdengar semua siswa langsung terdiam di tempatnya tanpa ada yang bergerak sedikitpun dari sana.


Dari arah ruang guru Rahmat nampak melangkahkan kakinya dengan bangga mendekat ke arah tengah lapangan sambil membawa pistol di tangannya.


"Tidak ada yang boleh keluar dari Sekolah ini sebelum kalian semua dinyatakan lulus oleh para guru! Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh keluar dari sini." ucap Rahmat dengan nada yang berteriak agar di dengar oleh semua orang di sana.


Mendengar perkataan Rahmat barusan membuat seorang siswa pria yang berpostur tubuh tinggi tegap nampak melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rahmat, membuat Rahmat lantas mengernyit dengan tatapan yang bertanya akan apa yang hendak dilakukan oleh siswa tersebut.


"Kami mohon pak biarkan kami keluar dari sini, kami janji kami tidak akan membocorkan kepada pihak luar tentang apa yang terjadi di sini." ucap siswa pria itu dengan nada yang memelas.


"Bukankah sudah ku katakan tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini? Apa kalian semuanya tuli!"pekik Rahmat kembali.


"Tapi ini sungguh tidak adil bagi kami pak, apa salah kami sebenarnya?" ucap salah seorang siswi yang lainnya.


"Salah kalian adalah tidak pernah bisa diam dan selalu saja mencari tahu hal-hal yang tidak seharusnya kalian ketahui?" ucap Rahmat dengan nada yang kesal.


"Tapi pak..." ucap siswi itu lagi namun terpotong ketika sebuah pelatuk menembus tepat ke area jantungnya.


Dor


Suara tembakan kembali terdengar di tengah lapangan tersebut, membuat semua siswa yang melihat aksi penembakan kembali lantas berhamburan menyelamatkan diri mereka masing-masing dan berpencar dari sana. Dimana hal tersebut membuat keadaan di sekolah kian kacau dan tidak dapat ditenangkan kembali.


"Berhenti kalian semua!" teriak Rahmat sambil menembakkan pistolnya ke sembarang arah hingga membuat beberapa siswa langsung jatuh dan bergelimpangan.

__ADS_1


Reno dan juga Zaki yang melihat tingkah Rahmat sudah tidak terkendali lantas mendekat ke arah Ramat berusaha untuk menghentikan Rahmat.


"Apa yang kau lakukan ha? Apa kau sudah gila!" teriak Zaki di tengah kebisingan suara langkah kaki para murid yang berhamburan menyelamatkan diri dari Rahmat.


"Kau yang gila! Tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari sini dengan membawa rahasia besar sekolah ini yang sudah ditutup sejak lama!" ucap Rahmat dengan tatapan yang tajam.


"Tapi tidak harus seperti ini, apa kau ingin membunuh semua murid yang bersekolah di sini?" teriak Zaki dengan nada yang kesal.


Sedangkan Rahmat yang mendengar teriakan tersebut langsung terdiam seketika, pikirannya yang kacau di tambah dengan rahasia yang tiba-tiba terungkap membuat Rahmat tidak lagi bisa berpikir. Ketiadaan Viola disini membuatnya gelap mata dan memutuskan segalanya secara sepihak tanpa berunding terlebih dahulu.


"Setidaknya kita tunggu sampai bu Viola pulang terlebih dahulu, cobalah untuk bersikap tenang dan tidak gegabah!" ucap Zaki lagi mencoba untuk mengamankan keadaan.


Hanya saja Zaki yang berharap dengan begitu Rahmat akan lebih tenang dan tidak lagi memakan korban, nyatanya Rahmat malah menepis tangan Zaki dengan kasar kemudian menatapnya dengan tatapan yang tajam.


"Kau jangan gila!" ucap Zaki mencoba untuk menggagalkan tindakan Rahmat, namun sepertinya hal itu tidak akan pernah berhasil.


"Jika kau tidak ingin melakukannya pergilah sejauh mungkin dan jangan sampai aku menemukan mu, dan untuk mu Ren... Jalan mana yang akan kau pilih tentukan lah dari sekarang!" ucap Rahmat dengan nada penuh penekanan.


Reno yang mendapat pertanyaan tersebut lantas terdiam sejenak seakan menimbang keputusan apa yang hendak ia ambil saat ini. Sampai kemudian setelah berpikir cukup lama pada akhirnya Reno mengangguk dengan mantap yang lantas membuat Zaki mengernyit dengan seketika begitu melihat jawaban dari Reno saat ini.


"Apa kah sudah gila Ren?" pekik Zaki dengan tatapan yang tidak mengerti.


"Jika aku tidak menghabisi semua siswa itu maka setelah ini aku akan masuk penjara dengan percuma. Kau pikir setelah ini semua akan baik-baik saja? Tentu saja tidak! Berita tentang kebobrokan Sekolahan ini sudah menyebar ke luar aku yakin dalam 2 x 24 jam polisi akan datang kemari dan meringkus kita semua, kau kira alasan Viola tidak ada di sini itu untuk apa? tentu saja kabur lah! Tidakkah kau pernah berpikir?" ucap Reno dengan nada yang mantap membuat Zaki langsung terdiam seketika.

__ADS_1


"Kau sudah tahu bukan jawabannya, jadi minggir dan jangan menghalangi jalan ku!" pekik Rahmat sambil mendorong dengan kuat tubuh Zaki agar beranjak dari hadapannya.


Setelah mengatakan hal tersebut keduanya kemudian lantas melangkahkan kakinya meninggalkan Zaki seorang diri dengan raut wajah penuh keterkejutan. Betapa bodohnya Zaki yang sama sekali tidak memikirkan segalanya sampai ke arah sana. Zaki nampak begitu kesal dan tidak tahu lagi harus berbuat apa disaat-saat seperti ini.


"Argg sial!" pekik Zaki sambil menjambak rambutnya dengan kasar.


"Aku tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini, aku harus melakukan sesuatu!" ucap Zaki kemudian yang baru menyadari bahwa ada hal penting yang harus ia lakukan sekarang sebelum segalanya terlambat dan Zaki akan menyesali semuanya.


***


Sementara itu di sebuah hutan dimana tempat tersebut menjadi jalan utama untuk bisa sampai ke Sekolah Enigmatis High School terlihat sebuah mobil tengah melintasi area tersebut untuk menuju ke arah kota. Mobil yang di kemudikan oleh Ardi terlihat melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan dimana kanan dan kirinya hanya berisi pepohonan dan juga semak belukar.


Dengan perasaan yang cemas dan juga khawatir Arhan yang duduk di kursi penumpang tampak menatap ke arah luar kaca jendela mobil melihat suasana rimbunnya pepohonan dan juga beberapa rumput liar di sana. Pikirannya kali ini benar-benar melayang membayangkan apa yang bisa saja terjadi kepada teman-temannya saat ini.


"Menurut bapak, kapan kemungkinan tercepat polisi akan sampai ke Sekolahan pak?" tanya Arhan kemudian membelah keheningan yang terjadi diantara keduanya.


"Mungkin kurang lebih 2 x 24 jam karena ada beberapa hal yang masih membutuhkan proses dan tidak bisa secara langsung mengambil tindakan." ucap Ardi kemudian yang lantas membuat bola mata Arhan membulat.


Arhan yang mendengar jawaban dari Ardi barusan tentu saja terkejut, waktu 2 x 24 jam sangatlah lama dan pasti akan banyak hal yang terjadi selama kurun waktu tersebut. Arhan yang semakin khawatir akan keadaan teman-temannya setelah mendengar penjelasan dari Ardi barusan lantas kemudian membuat keputusan yang menurutnya sudah seharusnya ia lakukan sejak tadi.


"Bisakah bapak memutar mobilnya dan kembali ke Sekolahan? Saya harus menyelamatkan teman-teman saya pak!" ucap Arhan kemudian yang lantas membuat Ardi terkejut seketika disaat mendengarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2