No Exit

No Exit
Mencari jalan keluar


__ADS_3

Mikaila, Allen dan juga Ebra yang melihat situasinya begitu kacau saat ini lantas terlihat terkejut akan apa yang tengah terjadi. Ketiganya bahkan benar-benar tidak menyangka bahwa Rahmat malah berbuat gila dan menembaki beberapa siswa yang di temuinya ketimbang menyerahkan diri dan berakhir dengan damai.


Mikaila menatap ke arah Allen dan juga Ebra dengan tatapan yang terkejut sekaligus bertanya. Bukankah apa yang terjadi saat ini benar-benar di luar ekspetasi ketiganya? Tidak hanya Mikaila saja yang terlihat begitu terkejut akan sikap dan juga langkah yang diambil oleh Rahmat, baik Allen maupun Ebra juga merasakan hal yang sedemikian rupa.


"Lalu kita harus apa sekarang? Apa kita hanya akan diam saja seperti ini?" ucap Mikaila kemudian sambil menatap ke arah Allen dan juga Ebra secara bergantian.


"Sebaiknya kita..." ucap Allen hendak mengatakan sesuatu namun sebuah bunyi kaca pecah yang begitu nyaring lantas mengejutkan ketiganya.


Cetar....


Beberapa kaca jendela nampak pecah di beberapa sisi akibat dari benturan para siswa yang tertembak dan menimpa kaca ruang kelas. Mendengar hal tersebut baik Allen, Mikaila maupun Ebra dengan spontan mulai mengambil posisi menunduk dan bersembunyi di bawah kolong meja takut salah satu di antara mereka terkena sasaran amukan peluru milik Rahmat yang berterbangan dimana-mana.


"Sebaiknya kita segera mencari tempat persembunyian yang aman dan mengumpulkan strategi untuk melawan kegilaan Rahmat dan juga yang lainnya." ucap Allen memberikan ide sambil terus merunduk namun dengan sesekali mengintip situasinya melalui celah-celah.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, hanya saja kita pergi lewat mana? Jika pintu depan kelas ini bahkan sudah di kepung oleh beberapa siswa yang berlarian hendak menghindari kejaran Rahmat yang tampak sedang menggila itu." ucap Ebra kemudian dengan raut wajah yang bingung mencari jalan keluar lain agar ketiganya bisa keluar dari ruang kelas tersebut.


Allen yang mendapat pertanyaan tersebut dari Ebra barusan, lantas terdiam sejenak seakan ikut memikirkan cara yang pas agar dirinya bisa keluar dari ruangan tersebut. Sampai kemudian pandangannya tertuju pada jendela ruang kelas tersebut di mana di sebelah kiri yang berbatasan langsung dengan area belakang kelas. Membuat Allen yang melihat hal tersebut lantas mendapat sebuah ide yang mungkin akan bisa mereka gunakan untuk lolos dari sini.


"Kita lewat sana saja!" ucap Allen kemudian yang lantas membuat Ebra dan juga Mikaila langsung menoleh dengan spontan ke arah tunjuk Allen barusan.

__ADS_1


"Apa kau yakin Reno ataupun Rahmat gila itu tidak akan menanti kita di sana?" tanya Mikaila kemudian dengan raut wajah yang penasaran akan ide yang baru saja Allen katakan.


"Tidak ada salahnya jika kita mencobanya bukan? Jika kita terus bersembunyi di sini aku yakin tak lama lagi Rahmat ataupun Reno akan menemukan kita di sini." ucap Allen lagi yang lantas di balas Ebra dengan anggukan kepala.


Sedangkan Mikaila yang mendengar perkataan dari Allen barusan pada akhirnya mau tidak mau lantas mengikuti cara yang diberikan oleh Allen, lagipula bukankah mereka tidak ada pilihan lain selain melakukan hal tersebut?


Setelah sepakat keluar melewati jendela bagian kiri ruangan kelas tersebut, ketiganya kemudian perlahan-lahan mulai bangkit dari tempatnya secara perlahan dan dengan hati-hati sebisa mungkin ketiganya bergerak secara pelan agar tidak menimbulkan suara yang berisik dan memancing Rahmat untuk datang ke tempat ini.


Sambil mencoba untuk membuka kaca jendela agar bisa memudahkan ketiganya keluar dari sana, Allen kemudian terlihat membantu Mikaila dan juga Ebra untuk melewati jendela tersebut setelah kaca jendela berhasil dibuka oleh Allen. Dengan gerakan secara perlahan Mikaila mulai naik dan keluar dari ruang kelas tersebut, baru setelah itu disusul oleh Ebra dan yang paling terakhir keluar dari sana adalah Allen.


"Kita berhasil, selanjutnya kita ke area gudang belakang." ucap Allen dengan nada yang berbisik.


"Cari seseorang yang ada di sini, jika kalian menemukannya langsung habisi di tempat!" ucap sebuah suara yang berasal dari Reno.


"Baik..." jawab beberapa orang secara bersamaan.


Baru setelah perintah tersebut terdengar menggema di ruangan tersebut sebuah suara langkah kaki yang begitu ramai membuat Allen, Ebra dan juga Mikaila semakin merasa ketakutan bahwa posisi mereka saat ini akan diketahui oleh mereka. Allen yang melihat situasi semakin tidak kondusif lantas mulai memberikan kode kepada Ebra dan juga Mikaila untuk mulai bergerak menjauh dari tempat ini.


"Jika kita maju sekarang, bagaimana jika mereka melihat kita? Kita bisa mati Al...." ucap Ebra dengan nada yang berbisik.

__ADS_1


"Di saat-saat seperti ini kita harus berani mengambil tindakan, jika kita hanya berdiam diri di sini semuanya akan habis sekarang juga." ucap Alen kemudian dengan nada penuh penekanan namun sambil berbisik.


"Sudah jalan saja Eb... Tidak ada salahnya juga bukan?" ucap Mikaila yang kesal karena Ebra bukannya langsung bergerak malah tawar menawar sedari tadi.


Ketika ketiganya sedang sibuk memutuskan sesuatu sebuah suara yang mengarah ke tempat mereka lantas dengan spontan menghentikan perdebatan mereka bertiga. Ketiganya langsung menutup mulutnya dengan rapat agar tidak lagi mengeluarkan suara yang mungkin akan memancing beberapa orang untuk datang ke tempat mereka saat ini.


"Sepertinya ada yang sudah kabur dari sini, lihatlah kaca jendela itu terbuka..." ucap sebuah suara sambil menunjuk ke arah kaca jendela, yang lantas membuat Reno dan lainnya langsung menatap ke arah tunjuknya.


Mendengar hal tersebut membuat Allen, Ebra dan juga Mikaila langsung menelan salivanya dengan kasar. Jantung mereka kini bahkan sudah berdebar dengan kencang saat ini ketika beberapa langkah kaki mulai terdengar mendekat ke arahnya.


"Apa kau yakin mereka masih ada di sana?" ucap Reno kemudian namun sambil terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah jendela itu untuk mengecek apa yang ada di sana.


Mendapat pertanyaan dari Reno barusan membuat pria itu lantas dengan spontan mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari Reno barusan. Membuat Reno yang melihat jawaban tersebut lantas langsung mempercepat langkah kakinya menuju ke arah jendela itu untuk melihat apakah memang ada seseorang di sana atau tidak.


Perlahan tapi pasti Reno dan yang lainnya lantas terlihat melangkahkan kakinya semakin dekat dan semakin dekat ke arah kaca jendela itu. Sampai kemudian ketika langkah kakinya sudah mendekat ke arah sana, Reno yang sudah penasaran akan apakah ada seorang di sana atau tidak lantas langsung menengok ke arah bawah di mana posisi jendela itu berada.


"Apa-apaan ini ha!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2