
Enigmatis high school
Setelah menyelesaikan makannya sambil menceritakan segala kejadian tentang yang dialami oleh Mikaila semalam. Keduanya kemudian lantas melangkahkan kaki mereka menuju ke arah kelas. Keheningan kembali terjadi diantara keduanya apalagi ditambah tatapan para siswi perempuan yang terlihat tidak suka ketika Mikaila berjalan beriringan dengan Allen saat itu.
Di saat Mikaila mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari beberapa pasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang sinis, seorang siswa dari arah tak jauh dari posisi keduanya nampak mendekat ke arah Mikaila dan juga Allen yang lantas menghentikan langkah kaki keduanya.
"Ada yang mencari kalian berdua di taman." ucap siswa tersebut dengan nada yang berbisik.
Mendengar ucapan siswa tersebut baik Allen maupun Mikaila tentu saja langsung saling pandang satu sama lainnya seakan bertanya-tanya siapa yang tengah mencari mereka di taman.
"Siapa?" tanya Mikaila kemudian dengan penuh rasa penasaran menatap ke arah siswa tersebut.
"Aku tidak tahu siapa, tapi dia minta agar kalian merahasiakan ini dan jangan terlihat mencurigakan." ucap siswa tersebut lagi sambil memberikan sepucuk surat kepada Allen, yang langsung Allen genggam dengan erat agar tidak ada yang curiga pada pembicaraan ketiganya. Sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya pergi dari sana meninggalkan Allen dan juga Mikaila dengan raut wajah yang masih penasaran.
Keduanya nampak terdiam sejenak sambil mencoba berpikir apakah mereka berdua akan pergi menemui seseorang tersebut atau tidak. Mikaila yang tak kunjung melihat Allen bergerak, lantas melirik sekilas ke arah Allen seakan seperti tengah menanti keputusannya untuk pergi atau tidak, hingga beberapa saat kemudian barulah Allen membuka suaranya.
"Jangan terus menatap ku seperti itu aku tengah berpikir saat ini." ucap Allen namun tanpa melihat ke arah Mikaila, membuat Mikaila lantas tersenyum dengan garing ketika ternyata Allen mengetahuinya.
"Lalu sekarang bagaimana? Apa kamu sudah selesai berpikir?" tanya Mikaila kemudian dengan raut wajah yang penasaran.
"Kita temui dia." ucap Allen kemudian yang di balas Mikaila dengan anggukan kepala.
***
__ADS_1
Taman
Dari arah koridor kelas terlihat Allen dan juga Mikaila tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah taman sekolah tepatnya di labirin, dimana tidak akan ada seseorang yang bisa menemukan mereka ataupun berlalu lalang di sana sesuai dengan keinginan seseorang yang ingin menemui Mikaila dan juga Allen di sana.
Sambil menatap ke arah kanan dan kiri, Allen dan juga Mikaila mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam labirin mengikuti surat yang di berikan oleh siswa tadi. Selangkah demi selangkah Mikaila dan juga Allen ambil, hingga ketika langkah kaki keduanya sampai di akhir petunjuk. Baik Allen maupun Mikaila lantas terlihat mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari siapa orang yang ingin menemui mereka berdua di sini.
"Apa kamu melihat seseorang?" tanya Allen kepada Mikaila yang tentu saja langsung di balas Mikaila dengan gelengan kepala karena memang Mikaila tidak melihat siapapun di sana.
Sret... sret...
Sebuah langkah kaki yang di seret mulai terdengar pada pendengaran keduanya, membuat Mikaila dan juga Allen lantas saling pandang satu sama lainnya sambil mencoba mencari tahu di mana sumber suara langkah kaki tersebut berada.
Dari arah pintu masuk menuju bagian inti labirin, terlihat seorang bapak-bapak yang tak asing di ingatan mereka tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Allen dan juga Mikaila berada saat ini, membuat keduanya yang melihat langkah kaki bapak-bapak tersebut kian mendekat hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang bingung sekaligus penasaran tentang alasan bapak-bapak tersebut ingin bertemu dengan keduanya.
Mendapat pertanyaan tersebut bapak-bapak itu nampak tersenyum sambil terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah di mana Allen dan juga Mikaila berada saat ini.
"Saya Ardi" jawab bapak-bapak tersebut.
"Ada apa bapak ingin menemui kami berdua?" tanya Allen kemudian sambil menatap penuh dengan penasaran kepada Ardi begitu pula dengan Mikaila.
Ardi yang kembali mendengar sebuah pertanyaan dari Allen barusan tidak langsung menjawabnya malah memberikan Allen sebuah tas selempang kecil, yang tentu saja semakin membuat keduanya bingung akan maksud dari pemberian Ardi kepada Allen.
"Di sana terdapat beberapa hal yang kalian butuhkan, Arhan sudah memberitahukan semuanya kepada saya dan saya percaya bahwa kalian berdua akan bisa menyelesaikan segalanya." ucap Ardi sambil menggenggam tangan Allen membuat Allen kian menjadi kebingungan.
__ADS_1
"Bapak tahu Arhan?" tanya Mikaila kemudian dengan nada yang terkejut.
"Saya tahu semuanya termasuk tentang kamu yang memberikan minuman kepada saya hingga saya diare waktu itu. Namun terlepas dari itu semua saya sama sekali tidak mempermasalahkannya yang jelas satu pesan saya, jauhi Viola dan juga Rahmat. Dua orang itu benar-benar ular, sisanya tergantung kepada kalian berdua. Kalian tentu bisa menilainya sendiri bukan?" ucap Ardi memberikan pesan sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan Mikaila dan juga Allen di sana.
Ketika Ardi melangkahkan kakinya hendak meninggalkan keduanya, sebuah perkataan dari Allen lantas menghentikan langkah kakinya sehingga membuat Ardi kembali berbalik badan dan menatap ke arah keduanya.
"Jika anda kembali tolong katakan kepada Arhan untuk memeriksa saku bawah bagian kiri celananya karena terdapat lubang besar di sana." ucap Allen kemudian yang lantas membuat Mikaila dan juga Ardi mengernyit dengan ucapan Allen barusan.
***
Sementara itu di sebuah kosan.
Terlihat Arhan tengah terduduk sambil mengusap sudut bibirnya yang terdapat sedikit noda darah yang sudah mengering akibat pukulan dari Baskara tadi pagi. Arhan tidak menyangka jika ia akan langsung di usir begitu saja oleh Baskara karena mengira Arhan kabur dari sekolahannya.
Arhan berdecak dengan kesal ketika ia tidak bisa meminta tolong kepada siapapun untuk menyelamatkan teman-temannya dari sekolahan itu. Arhan terlihat mondar-mandir di kamarnya sambil terus memikirkan cara bagaimana ia bisa membantu teman-temannya tanpa harus kembali ke sekolahan tersebut. Hingga ketika sebuah ketukan pintu terdengar menggema dari dalam kamar kosnya, membuat Arhan lantas mengernyit sekaligus bertanya-tanya siapa si pengetuk pintu.
Arhan yang penasaran akan tamu yang berkunjung di kamar kosannya, lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu depan untuk melihat siapa yang datang.
Ketika Arhan sampai tepat di depan pintu depan, perlahan Arhan mulai memutar handel pintu dan membukanya dengan lebar.
"Bapak?" ucap Arhan yang sedikit terkejut akan kehadiran seseorang yang mendadak berkunjung ke kosannya, padahal biasanya Arhan lah yang akan mampir ke sana jika ada sesuatu.
Bersambung
__ADS_1