
"Mau pergi kemana dia? Bukankah Villa untuk persinggahan para staf sekolah ada di area utara? Untuk apa dia melangkahkan kakinya menjauh dari lingkungan Sekolah?" ucap Arhan bertanya-tanya sambil terus mengikuti langkah kaki pria tersebut yang terus melangkahkan kakinya menjauh dari lingkungan Sekolahan.
Arhan yang semula hendak melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah parkiran dan menemui Ardi di sana, ketika melihat Riko melangkah dengan langkah kaki yang mengendap-endap menjauh dari lingkungan Sekolah. Membuatnya semakin curiga sekaligus penasaran akan tingkah laku Riko saat ini, Arhan yang ingin mengetahui apa yang tengah dilakukan oleh Riko. Lantas mulai mengikuti langkah kaki Riko secara perlahan dan juga mengendap-endap di belakang Riko berharap Riko tidak bisa mengetahuinya.
Perlahan tapi pasti Arhan terus mengikuti langkah kaki Riko yang kian masuk ke dalam hutan dan menjauh dari lingkungan Sekolah. Ditatapnya area sekitar mencoba untuk melihat apa yang tengah Riko cari sedari tadi karena entah mengapa Arhan merasa sikap Riko begitu aneh dan juga mencurigakan. Hingga ketika langkah kaki Arhan sampai kepada sebuah bangunan dengan model pondokan yang memiliki ukuran tidak terlalu luas namun terlihat gelap dari luar. Membuat Arhan sedikit mengernyit seakan bingung tempat apa yang tengah didatangi oleh Riko saat ini.
Arhan yang melihat Riko mulai membuka pintu ruangan tersebut, lantas diam di tempatnya dan bersembunyi. Riko terlihat menatap ke arah kanan dan kiri mencoba untuk memastikan bahwa tidak ada siapa-siapa yang mengikuti langkah kakinya hingga kemari, tanpa sadar bahwa Arhan sudah mengikutinya sedari lingkungan sekolah hingga ke tempat ini.
"Benar-benar mencurigakan." ucap Arhan dengan nada yang lirih sambil terus menatap ke arah Riko.
Tidak berapa lama Riko nampak masuk ke dalam pondokan tersebut, membuat Arhan yang melihat Riko sudah masuk ke dalam pondokan itu. Lantas mulai melangkahkan kakinya secara perlahan mendekat ke arah pondokan tersebut, untuk melihat dan mengecek ruangan apa sebenarnya yang saat ini tengah didatangi oleh Riko dengan gerakan yang mengendap-endap seperti pencuri.
Dengan langkah kaki yang perlahan Arhan mulai melipir ke arah samping ruangan yang berbentuk pondokan atau gubuk kayu tersebut dengan langkah kaki yang mengendap-endap, sambil menatap ke arah sekeliling takut ada seseorang yang mengetahuinya. Ketika sampai di area samping Arhan mencoba melipir dan mencari celah-celah ventilasi ataupun jendela agar ia bisa melihat kebagian dalam ruangan berbentuk gubuk tersebut atau setidaknya bisa masuk ke dalamnya.
__ADS_1
Hingga kemudian pandangannya terhenti kepada jendela dengan ukuran kurang lebih setengah meteran sambil menggerakkan sedikit jendela tersebut dengan gerakan yang pelan, Arhan mulai mencoba untuk membuka jendela tersebut. Arhan yang berhasil membuka jendela itu, lantas mulai membukanya secara perlahan dan masuk ke dalamnya dengan posisi yang hati-hati takut akan menimbulkan suara dan membuat Riko curiga ada seseorang yang mengikutinya sedari tadi.
Ketika arhan masuk ke dalamnya suasana saat itu terasa sangat gelap tanpa penerangan cahaya apapun, hanya berbekal dari celah-celah ventilasi yang terkena cahaya sinar rembulan yang menerangi ruangan tersebut, Arhan mulai membawa langkah kakinya masuk menyusuri bangunan pondokan tersebut. Hingga ketika Arhan mendengar sebuah suara pembicaraan seseorang, membuat langkah kaki Arhan lantas berhenti dan langsung bersembunyi di sudut lemari yang berada tidak jauh dari posisinya saat ini.
"Apa kau sudah menungguku lama sayang?" ucap Riko dengan nada yang lembut sambil mendekat ke arah ranjang, dimana tengah berbaring seorang wanita yang Arhan sendiri tidak tahu siapa itu karena suasana di ruangan tersebut sangat gelap.
Wanita itu nampak memalingkan wajahnya ketika suara Riko menyapa telinganya, membuat Arhan sedikit mengernyit akan tingkah laku dari wanita tersebut. Hingga sebuah suara yang tanpa diduga-duga oleh Arhan tiba-tiba terdengar di pendengarannya, membuat Arhan lantas terkejut seketika di saat mendengar suara tersebut.
"Lepaskan aku Riko, kumohon... Semua orang pasti tengah mencari ku saat ini." ucapannya dengan nada yang memelas namun masih dalam posisi yang berbaring, membuat Arhan menjadi terkejut seketika di saat mendengar suara tersebut berasal dari Vanya barusan.
Sedangkan Riko yang mendengar perkataan dari Vanya barusan, tentu saja langsung marah dan mencengkram dagu Vanya dengan erat. Ditatapnya manik mata Vanya dengan tatapan yang tajam meski dalam keadaan ruangan yang gelap gulita saat itu. Vanya meringis ketika mendapat perlakuan tersebut, membuat Arhan menjadi kasihan akan keadaan Vanya saat ini.
"Jaga cara bicaramu! Beruntung aku yang datang menemui mu terlebih dahulu, jika sampai laki-laki itu yang menemui mu maka ku pastikan kau sudah mati dan tidak berada di sini lagi." ucap Riko dengan nada yang meninggi ke arahnya.
__ADS_1
"Laki-laki? Siapa yang dia maksud?" ucap Arhan dalam hati sambil terus mendengarkan ucapan dari keduanya.
Riko yang kesal karena sikap Vanya yang tidak kunjung berubah juga, lantas langsung menghempaskan dagu Vanya begitu saja. Kemudian bangkit dari posisinya dan memunggungi Vanya, sedangkan Vanya yang melihat sikap Riko seperti itu hanya bisa diam saja sambil menahan isak tangisnya agar tidak keluar dan sampai terdengar oleh Riko saat ini. Riko yang sudah terlanjur kesal akan tingkah Vanya yang seperti itu, lantas hanya melirik sekilas ke arah Vanya kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah meja dan mengambil sebuah piring. Riko meletakkan semacam makanan ke atas piring tersebut setelah itu Riko kembali melangkahkan kakinya mendekat ke arah Vanya dan meletakkan makanan tersebut ke atas ranjang tepat di sebelah Vanya.
"Makan itu dan rubah sikapmu! Aku harap besok pagi sikapmu sudah lebih baik dari ini, belajarlah jangan terus seperti ini karena aku tidak menyukainya." ucap Riko dengan nada penuh penekanan menatap ke arah Vanya, sedangkan Vanya yang mendengar itu hanya bisa terdiam tanpa bisa menanggapi ataupun mengiyakan ucapan dari Riko barusan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Riko lantas melangkahkan kakinya meninggalkan Vanya begitu saja di ruangan tersebut tanpa kembali menatap ke arah Vanya ataupun sekedar menghentikan langkah kakinya. Sedangkan Arhan yang melihat kepergian Riko dari sana, mulai menatap ke arah kepergian Riko dengan tatapan yang intens. Setelah memastikan bahwa Riko benar-benar telah pergi dari sana barulah Arhan melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Vanya berada saat ini.
Dengan langkah kaki yang perlahan Arhan mulai mendekat ke arah ranjang dimana Vanya berada saat ini, hingga ketika jarak diantara keduanya semakin dekat barulah arhan memanggil nama Vanya secara lirih, berharap Vanya akan langsung bangkit dan mendekat ke arahnya. Namun nyatanya setelah panggilan ke berapa kalinya Vanya tidak kunjung bangkit juga dan malah menatapnya dengan tatapan yang bingung.
"Apa yang kau lakukan Vanya? Ayo cepat pergi dari sini!" ucap Arhan lagi.
"Aku tidak bisa menggerakkan kaki ku!" ucap Vanya kemudian yang lantas membuat Arhan terkejut ketika mendengar ucapannya.
__ADS_1
"Apa?"
Bersambung.