
Keesokan harinya
Ketika semua peserta tengah tertidur pulas setelah pesta pora yang di adakan semalam, sebuah suara semacam terompet yang melengking dan memekakkan telinga, lantas langsung mengejutkan beberapa siswa yang tengah tertidur dengan lelapnya.
Mikaila yang kala itu juga dalam posisi yang tertidur, lantas langsung bangkit dari posisinya ketika mendengar suara bunyi barusan. Mikaila yang penasaran akan bunyi apa itu, lantas langsung keluar dari tendanya hendak mencari tahu asal sumber suara namun langkah kakinya terhenti ketika Allen datang dan menghampirinya.
"Persiapkan dirimu karena pertarungan sebentar lagi akan di mulai!" ucap Allen memberikan peringatan kepada Mikaila.
Mendengar ucapan Allen barusan, membuat Mikaila langsung tertegun seketika kemudian memegang tangan Allen dengan erat.
"Apa kau yakin kita akan berhasil?" tanya Mikaila sekali lagi mencoba memastikannya.
Jika hari ini adalah hari terakhirnya menginjakkan kaki di bumi yang fana ini, tentu saja Mikaila tidak akan pernah siap karena selama ini ia masih menjadi anak yang durhaka dan belum membahagiakan orang tuanya. Sedangkan Allen yang melihat wajah khawatir Mikaila lantas langsung menepuk pundak Mikaila pelan berusaha untuk menenangkannya.
"Percaya lah kepada ku Kai, kamu ingat pesan ku bukan?" ucap Allen yang langsung di balas Mikaila dengan anggukan kepala. "Kalau begitu bersiaplah karena sebentar lagi kita pasti akan di kumpulkan sebelum pada akhirnya permainan akan di mulai." ucap Allen lagi yang lantas di balas Mikaila dengan anggukan kepala.
Mikaila kemudian lantas langsung melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam tenda dan bersiap seperti yang di katakan oleh Allen barusan.
__ADS_1
**
Area titik kumpul peserta
Setelah suara terompet yang membangunkan beberapa peserta dalam event outbond tersebut, semua orang kemudian lantas di kumpulkan ke tempat semula mereka datang dan turun dari bis kemarin. Zaki terlihat kembali melangkahkan kakinya di tengah untuk mulai membuka suaranya dan memberikan instruksi sebelum di mulainya acara.
"Selamat pagi anak anak, berjumpa lagi dengan bapak... bapak tidak akan menyampaikan panjang lebar di sini tapi, yang jelas akan ada hadiah besar ketika kalian dapat memenangkan acara event tahunan kali ini. Tidak ada peraturan apapun dalam permainan ini, siapapun yang bisa bertahan hingga 2x24 jam di dalam hutan liar ini dialah pemenangnya. Jadi bapak ucapkan selamat bertarung dan lakukan semampu kalian!" ucap Zaki dengan pengeras suara yang lantas langsung membuat semua peserta saling pandang satu sama lainnya.
Beberapa laki laki bertubuh tinggi tegap yang memakai pakaian serba hitam, lantas terlihat mengarahkan para peserta untuk mengikuti langkah kaki mereka setelah mendengar pidato singkat dari Zaki barusan. Allen yang melihat Mikaila hanya terbengong dan tidak fokus, langsung menggenggam dengan erat tangan Mikaila agar ia tidak sampai kehilangan Mikaila di saat saat yang tidak kondusif seperti ini. Entah mengapa Allen merasa waktu awal awal permainan mungkin mereka berdua akan sangat kesulitan, mengingat hanya Allen dan juga Mikaila lah yang memiliki status strata sosial yang tinggi atau bisa di katakan anak orang berada di dalam event ini, sehingga Allen yakin hal itu pasti akan memancing sekelompok kawanan lain untuk mendekat dan menyingkirkan mereka berdua terlebih dahulu.
Satu persatu peserta dalam event outbond kali ini di giring memasuki gerbang besar yang terdapat di area sepertiga hutan. Allen dan juga Mikaila terlihat melangkahkan kakinya mengikuti langkah banyak orang yang terus memasuki area dalam setelah melewati gerbang utama barusan. Suasana yang tergambar ketika Mikaila memasuki gerbang benar benar seperti layaknya hutan pada umumnya, hanya saja yang membedakannya hutan di daerah sini seperti hutan yang jarang sekali di jamah atau belum tersentuh tangan manusia sama sekali.
Suara pintu gerbang yang tertutup dengan rapat mulai terdengar di pendengaran, membuat semua orang yang ada di sana dengan spontan langsung berlarian menjauh dari tempatnya. Membuat Mikaila yang tidak tahu apa apa langsung bingung akan apa yang sedang terjadi saat ini.
Mikaila yang terkejut akan beberapa temannya yang berlarian lantas tanpa sadar genggamannya terlepas dari Allen, tubuhnya terbentur teman temannya ke sana ke mari dan berakhir jatuh dengan terduduk. Tidak mau hanya diam dan pasrah akan apa yang terjadi, dengan bergegas Mikaila langsung bangkit sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar mencoba mencari keberadaan Allen di sekitaran sana.
"Al kamu di mana?" ucap Mikaila lirih sambil menatap ke arah sekeliling mencoba mencari keberadaan Allen, namun sayangnya Mikaila sama sekali tidak melihat Allen di manapun.
__ADS_1
Mikaila yang tidak kunjung melihat Allen lantas menjadi frustasi dan tidak tahu harus bagaimana. Hingga ketika suasana sudah mulai sedikit sepi karena para peserta yang sudah berlarian ke area dalam hutan, samar samar mulai terdengar seperti suara orang berlarian dalam jumlah yang besar mendekat ke arah di mana Mikaila berada saat ini.
Duk duk duk duk
Mikaila benar benar bingung harus berbuat apa karena ia sama sekali tidak tahu konsep dari permainan outbond kali ini. Tidak ada yang mau menjelaskan padanya, bahkan Zaki sekalipun selaku panita dalam acara ini malah hanya mengatakan bahwa hal terpenting dalam permainan ini adalah bertahan, dan sayangnya Mikaila kurang mengerti akan maksud dari kata bertahan yang di ucapkan ole Zaki tadi.
"Sebenarnya mengapa semua orang terlihat sedang ketakutan dan melipir dari sini? apa hanya aku saja yang tidak mengetahui apa apa tentang permainan ini?" ucap Mikaila sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Di tengah perasaan bingung yang sedang menyapanya, Mikaila malah di kejutkan dengan segerombolan sapi bertanduk tajam yang terlihat tengah berlarian menuju ke arah tengah di mana tempatnya berada. Mikaila yang terkejut akan pemandangan tersebut, lantas tidak lagi mencari keberadaan Allen melainkan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dan mengikuti beberapa peserta yang masih tersisa di sana dan belum sempat melarikan diri.
"Sial mengapa tiba tiba bisa ada sekelompok sapi gila sih?" pekik Mikaila sambil berusaha mempercepat langkah kakinya.
Mikaila berlari dan terus berlari mencoba menghindari sekelompok sapi bertanduk tersebut agar tidak sampai di seruduk ataupun di tendang oleh sapi sapi tersebut. Beruntung Mikaila adalah seorang atlit lari di sekolahnya dulu, sehingga kehebatannya bisa ia gunakan di saat saat seperti ini, tanpa harus pasrah dan menerima takdir di seruduk sekumpulan sapi tersebut.
Sebisa mungkin Mikaila mengambil jalur yang rungkut dan juga terdapat pepohonan yang rapat, entah mengapa dalam pikiran Mikaila jika ia berlari ke sana, para sapi tidak akan mengejarnya karena mengingat tubuh mereka yang besar dan juga tanduk mereka yang lancip, membuat para sapi kesulitan untuk bergerak pada jalur yang sempit.
Mikaila yang mulai yakin ia bisa, lantas langsung terkejut ketika kakinya tiba tiba seperti menyandung sesuatu dan membuatnya melayang tinggi karena posisinya yang sedang berlarian sedari tadi, membuat Mikaila lantas terkejut.
__ADS_1
Aaaaaaa
Bersambung