No Exit

No Exit
Yakin seratus persen


__ADS_3

"Beladiri?" ucap Mikaila dengan menatap bingung ke arah Allen dan juga yang lainnya ketika mendengar bahwa teman teman Allen berasal dari ekskul beladiri di sekolah, Mikaila yang mengira Allen tidak berminat mengikuti kegiatan apapun di sekolah, jujur saja sedikit di buat terkejut ketika mendengar bahwa Allen tergabung dalam ekskul beladiri.


"Ceritanya sangat panjang Kai aku akan menceritakannya nanti, yang jelas kenalkan ini Arhan, Fatur, Linda, Ebra, Emeli, dan juga Rama." ucap Allen sambil menunjuk teman temannya satu persatu.


Mendengar ucapan dari Allen barusan, Mikaila lantas hanya manggut manggut sambil menatap setiap arah tunjuk Allen yang memperkenalkan teman temannya kepada Mikaila. Hingga kemudian sebuah panggilan yang menyerukan kepada para peserta agar mulai memasuki bis lantas langsung menghentikan pembicaraan mereka.


"Kita lanjutkan diskusi kita nanti ketika sampai di sana." ucap Allen yang lantas di balas anggukan kepala oleh yang lainnya.


Pada akhirnya Allen, Mikaila dan juga lainnya satu persatu mulai melangkahkan kakinya meninggalkan area tempat kumpul mereka dan mulai memasuki bis mereka sesuai dengan kelas dan juga nomor urut mereka masing masing.


Allen, Mikaila, Ebra, dan juga Linda kebetulan berada di dalam satu bis. Keduanya terlihat mengambil tempat duduk depan belakang di mana Allen duduk bersama dengan Mikaila, sedangkan Ebra dan juga Linda duduk berdua di belakangnya. Suasana hening dan sunyi mulai tergambar jelas ketika satu persatu peserta dari kelas lainnya mulai memasuki area bis mereka masing masing. Jika biasanya mereka akan tertawa senang dan juga bahagia di dalam bis, lain halnya dengan peserta dari masing masing kelas yang berwajah lesu dan juga muram tepat ketika mereka menempati tempat duduk mereka masing masing di dalam bis.


Satu persatu bis mulai melaju meninggalkan pelataran halaman sekolahan, menuju ke suatu tempat yang Mikaila sendiri tidak akan pernah tahu neraka seperti apa yang ia tuju, hingga membuat semua peserta berwajah muram dan tidak lagi bersemangat.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Dua jam menempuh perjalanan menggunakan bis, rombongan para peserta terlihat mulai memasuki kawasan hutan lindung di mana luasnya yang di perkirakan sekitar beratus ratus hektar sejauh mata memandang. Mikaila yang memang sedari awal perjalanan mereka tidak bisa tenang, lantas langsung di sambut pemandangan alam yang masih asri ketika satu persatu bis mulai parkir di sebuah tempat luas tepat di pintu masuk area tersebut.


Himbauan untuk para peserta turun dari bis dan mulai berkumpul di area tengah, lantas membuat satu persatu peserta mulai menuruni bis mereka termasuk juga Mikaila, Allen, Ebra dan juga Linda. Beberapa peserta terlihat mulai berkumpul di area tengah bersiap untuk mendengarkan aba aba sebelum pada akhirnya permainan akan di mulai.


Allen yang melihat cukup banyak peserta pada event tahun ini, lantas langsung menggenggam tangan Mikaila dengan erat agar ia tidak hilang atau tertinggal ketika berdesak desakan dengan yang lainnya. Allen menuntun tangan Mikaila agar mengikuti langkah kakinya yang mulai maju ke barisan paling depan, sedangkan Mikaila yang di tarik tangannya hanya bisa mengikuti kemanapun langkah kaki Allen membawanya pergi, karena jujur saja ia tidak tahu apapun soal event tahunan yang di takuti semua murid di lingkungan sekolahnya.


"Selamat datang para siswa siswi bapak yang tercinta, dengan berkumpulnya kalian di area ini event kali ini resmi di buka. Hanya saja sebagai bentuk penghormatan dari pihak sekolah dan sesuai dengan tradisi kita, sehari tepat kedatangan kalian di sini kalian akan di jamu layaknya seperti tamu VIP yang menginap di sebuah resort, kalian bisa menikmati segala fasilitas yang ada di sini sepuas kalian hingga tiba fajar esok hari di mana event outbond tahunan kita akan di buka." ucap Zaki memberikan informasi beserta arahan kepada murid muridnya yang menjadi peserta dalam event tahunan kali ini.


Sayangnya euforia yang di rasakan oleh Zaki sama sekali tidak di rasakan oleh peserta dalam event tersebut, sehingga ketika Zaki sibuk bertepuk tangan untuk menyambut acara tersebut, para peserta hanya menatap kosong ke arah depan dengan keheningan, seakan tampak raut wajah yang begitu tidak bahagia dari para peserta lomba.


Melihat tidak ada satupun raut wajah bahagia dari murid muridnya, Zaki kemudian lantas menghentikan tepukan tangannya dan mulai mengkode guru guru yang lain untuk mengkomando dan menunjukkan kepada anak anak tempat istirahat mereka untuk malam ini.


Satu persatu peserta event mulai meninggalkan lokasi termasuk Mikaila dan yang lainnya. Dan kini hanya menyisakan Zaki dengan kekosongan dan juga keheningan yang tercipta di alam liar.


"Benar benar anak muda zaman sekarang tidak ada semangat semangatnya sama sekali." ucap Zaki dengan nada mencibir sambil kemudian ikut berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut menuju posko para guru untuk memulai persiapan acara besok pagi.

__ADS_1


***


Malam harinya


Suasana di area camping sangatlah ramai, banyak sekali pelajar yang tergabung dalam peserta event kali ini terlihat tengah berlalu lalang menikmati keindahan suasana malam hari di area hutan liar sambil membawa makanan favorit mereka, karena memang pihak sekolah memberikan berbagai macam suguhan yang menggugah selera siapapun yang melihatnya.


Setelah mengambil makanannya, Allen mengajak Mikaila untuk melipir sedikit lebih ke pojok di mana tempat para teman temannya tengah berkumpul malam ini. Allen dan Mikaila lantas mulai mendudukkan bokong mengambil posisi tidak jauh dari yang lainnya, sambil menatap ke arah sekeliling memastikan kondisi tempat mereka nongkrong sepi tidak ada siapapun yang akan mengganggu diskusi mereka saat ini.


Setelah di pastikan tidak ada orang yang mendengar ucapannya, Allen lantas mulai merapatkan barisannya dan memasang raut wajah mode serius menatap satu persatu teman temannya.


"Apa kalian semua sudah membawa barang barang yang kita bicarakan waktu itu?" tanya Allen kemudian dengan nada bicara setengah berbisik.


Mendengar pertanyaan dari Allen barusan, lantas langsung membuat yang lainnya mengangguk tanda mengiyakan ucapan dari Allen. Melihat jawaban dari teman temannya, membuat Allen lantas bisa bernafas dengan lega dan yakin seratus persen bahwa rencananya besok akan berhasil jika tidak ada kendala apapun yang akan menghambat rencananya esok hari.


Seulas senyum terbit dari wajah Allen ketika melihat semua persiapannya sudah hampir seratus persen. Tinggal menunggu esok hari ketika mereka sudah benar benar turun ke dalam medan perang dan melihat kondisinya di sana.


"Semoga semuanya berjalan dengan lancar." ucap Allen dalam hati sambil menatap satu persatu temannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2