No Exit

No Exit
Jamuan besar


__ADS_3

Setelah sekitar dua puluh menitan menyusuri aliran sungai, kedua perahu karet yang di tumpangi oleh Mikaila dan yang lainnya sampai di sebuah pondokan dengan ukuran yang luas, di mana sudah terdapat sekitaran 20 orang peserta yang tersisa setelah melewati rintangan dalam event ini.


Satu persatu dari mereka mulai menuruni perahu karet dan melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam pondokan dengan langkah kaki yang pelan. Rama yang melihat begitu banyak makanan yang tersaji di dalam, lantas langsung menarik tangan teman temannya untuk masuk dan mengambil berbagai jenis makanan di sana tanpa memikir tatapan dari peserta lain yang kini sedang menatap tak suka kepada mereka karena dalam pikiran mereka, para peserta menginginkan kelompok Allen tereleminasi dan tidak bisa melanjutkan event ini, karena jika kelompok Allen masih ada maka mereka lah yang akan tereleminasi dari event ini, mengingat mereka bukanlah dari golongan keluarga yang berada.


Sedangkan Allen yang melihat teman temannya berlarian menuju ke arah dalam, lantas menghentikan langkah kakinya di teras pondokan dan mendudukkan dirinya di sana sambil menatap kosong ke arah depan. Mikaila yang melihat Allen hanya duduk diam di depan, kemudian mengambil dua apel dan membawanya ke arah di mana Allen berada saat ini. Mikaila mengambil duduk di sebelah Allen kemudian memberikan satu apel kepada Allen, membuat Allen langsung tersenyum sambil menerima apel tersebut dan mulai menggigitnya.


"Ada apa dengan raut wajah mu itu? bukankah kamu yakin dengan rencana mu? mengapa sekarang nampak lesu?" tanya Mikaila dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Allen saat ini.


Allen yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas menghela nafasnya dengan panjang. Entah mengapa Allen merasa gelisah saat ini, sepertinya ia mulai tidak yakin dengan rencananya sendiri. Padahal sebelum sebelumnya Allen benar benar yakin rencananya akan berhasil, namun setelah ia terjun langsung ke lapangan semua semangatnya terasa sirna dan tak berbekas.


"Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan rencana selanjutnya saja, kamu dan yang lainnya sebaiknya makan lah karena mungkin setelah sajian ini, aku merasa akan ada sesuatu yang besar terjadi, untuk itu bersiaplah." ucap Allen memberi peringatan kepada Mikaila yang langsung di balas anggukan kepala oleh Mikaila.


***


Sementara itu di area dalam pondokan terlihat Rama, Ebra, Linda kembali bangkit dan mengambil makanan yang masih melimpah ruah di atas meja dengan berbagai olahan menu makanan dari masakan rumahan hingga western. Rama yang melihat begitu banyaknya makanan, tentu saja langsung takjub dan dengan antusiasnya mencicipi satu persatu hidangan di sana.


Ketika Rama tengah asyik mengambil makanan dan menaruhnya di piring, sebuah pemandangan yang aneh terlihat jelas di mata Rama. Entah mengapa di setiap sajian yang terdapat di meja selalu saja berisi senjata tajam yang entah apa fungsinya di taruh di sana. Rama terdiam sejenak menatap berbagai senjata tajam di meja yang di susun secara acak atau bahkan di selipkan di bawah piring, membuat Ebra yang melihat Rama hanya terdiam menatap ke arah makanan di hadapannya, lantas menatap bingung ke arah Rama akan tingkahnya yang aneh itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ebra dengan raut wajah yang penasaran ke arah Rama.

__ADS_1


Rama yang mendengar suara berisik dari Ebra, lantas langsung memberikan kode kepada Ebra melalui ekor matanya agar menatap ke arah yang ia tunjuk. Ebra yang melihat kode tersebut lantas mengikutinya secara perlahan dan pandangan Ebra kemudian terhenti pada beberapa senjata tajam yang tertata rapi di meja makan.


Ebra yang tahu apa maksud dari Rama, lantas langsung mengisyaratkan Rama untuk diam kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Rama dan membisikkannya sesuatu.


"Ambillah salah satu untuk berjaga, aku yakin makanan ini tidaklah gratis!" ucap Ebra dengan nada yang berbisik sambil mencomot daging ayam yang tersaji di hadapan Rama saat ini.


Rama yang mendengar ucapan dari Ebra barusan hanya bisa menelan salivanya dengan kasar karena bingung harus bereaksi seperti apa akan ucapan dari Evra barusan. Setelah mengambil makanannya, Ebra lantas melangkahkan kakinya menuju ke arah Allen dan yang lainnya meninggalkan Rama yang kini masih terdiam mematung di tempatnya, membuat Linda yang juga sedang sibuk mengambil makanan, lantas langsung menyikut lengan Rama yang sedari tadi hanya terlihat diam dengan posisi mematung.


"Apa yang sedang kau lakukan sih?" ucap Linda sambil menatap ke arah Rama dengan tatapan yang menelisik.


"Tidak ada apa apa." jawab Rama dengan singkat kemudian berlalu pergi meninggalkan Linda yang menatap kepergiannya dengan tatapan yang bingung akan tingkah dari Rama barusan.


**


Ebra yang baru saja mengambil posisi duduk di sebelah Allen, lantas langsung merapatkan posisinya dan menatap dengan serius ke arah Allen kemudian membisikkannya sesuatu.


"Sepertinya nanti malam akan terjadi suatu hal besar Al, apa kamu juga merasakannya? jamuan ini sangatlah aneh? apalagi tatapan para peserta yang tersisa seakan mengatakan bahwa ada sesuatu yang sedang mereka incar dari kita." ucap Ebra dengan nada yang berbisik.


Allen yang mendengar suara bisikan dari Ebra, ikut merapatkan posisinya dan menatap ke arah sekeliling karena apa yang di katakan Ebra barusan adalah sesuatu yang sedang di khawatirkan oleh Allen sedari tadi, tanpa bisa mengatakannya kepada yang lain karena ia sendiri pun belum sepenuhnya yakin apa yang akan terjadi nanti malam.

__ADS_1


"Apa kamu bisa meretasnya atau melakukan sesuatu agar kita bisa selamat malam ini?" ucap Allen kepada Ebra sambil celingukan ke kanan dan ke kiri takut seseorang akan mendengarnya.


"Aku tidak terlalu yakin, namun aku menyarankan agar saat petang nanti kita bersembunyi dan tidak stay di pondokan ini." ucap Ebra lagi.


"Apa kamu yakin ini adalah jalan yang terbaik?" tanya Allen sekali lagi mencoba untuk memastikannya.


"Antara yakin dan tidak yakin, namun tidak ada salahnya jika kita tidak mencobanya bukan?" ucap Ebra lagi yang lantas di balas Allen dengan anggukan kepala tanda mengerti.


**


Malam harinya


Allen dan juga Ebra yang sepakat untuk bersembunyi, lantas langsung mengkode beberapa teman yang lainnya untuk keluar satu persatu dari pondokan agar tidak menimbulkan kecurigaan peserta yang lainnya.


Suasana pondokan kala itu sunyi dan hanya bermodal sebatas lampu temaram saja, yang membuat cahaya di pondokan tersebut tidak terlalu terang. Satu persatu anggota kelompok Allen mulai keluar sambil membawa persenjataan masing masing untuk menjaga dirinya masing masing dan kini hanya menyisakan Allen, Mikaila dan juga Ebra yang saling mengkode satu sama lain untuk mulai bangkit dan bergerak perlahan.


Mikaila bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya secara perlahan terlebih dahulu keluar dari pondokan lewat pintu belakang.


"Aaaaaa" teriak Mikaila ketika tangannya tiba tiba saja di tarik oleh seseorang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2