No Exit

No Exit
Sebuah rencana


__ADS_3

"Sekolahan macam apa ini?" ucap Mikaila dengan nada yang kesal.


"Biarkan aku pergi bersamamu!" ucap sebuah suara yang langsung membuat Mikaila dan juga Friska menoleh ke arah sumber suara.


Mendengar suara yang baru saja menggema di telinga keduanya, baik Mikaila dan juga Friska lantas dengan spontan langsung menoleh ke arah sumber suara, dan mereka sedikit terkejut ketika suara tersebut berasal dari Allen yang terlihat mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Friska dan juga Mikaila yang kini tengah berada di taman sekolah.


"Aku akan ikut bersama mu!" ulang Allen lagi yang lantas membuat Mikaila melongo seakan tidak percaya ketika kembali mendengar ucapan Allen.


Ketika Friska matian matian mengucapkan bahwa event outbond kali ini berhubungan antara hidup dan mati, Allen malah dengan santainya mengatakan akan menemaninya untuk berpartisipasi dalam event tersebut, padahal tidak ada satu pun yang menunjuk dirinya untuk ikut andil dalam event ini, namun Allen malah bersukarela mengikutinya seakan hal itu bukanlah sesuatu yang penting dan perlu di khawatirkan.


Mikaila dan juga Friska lantas saling pandang satu sama lain seakan masih tidak percaya ketika mendengar ucapan dari Allen barusan, membuat Mikaila dengan spontan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Allen hendak menanyakan keseriusan ucapan Allen barusan.


"Kamu jangan bercanda Al! di saat semua ingin melarikan diri dari event ini kamu malah menawarkan diri, apa kamu sedang mengejekku sekarang?" ucap Mikaila sambil menatap dengan penuh menelisik ke arah Allen yang saat ini tengah memasang wajah yang datar dan dingin.


"Apa kamu pikir wajah ku saat ini seperti tengah mengajak mu bercanda?" ucap Allen dengan nada yang dingin membuat Mikaila lantas terdiam seketika dan tidak dapat berkata kata lagi.


Sedangkan Friska yang juga ada di sana, mendengar ucapan Allen yang gila, tentu saja membuat Friska menjadi semakin tidak setuju akan keputusan dua orang gila di hadapannya ini, yang dengan santainya bertindak sebagai pahlawan kesiangan di tepi jurang kematian yang siap menanti kedatangan mereka berdua kapan saja.


"Sudah sudah.... jangan menambah masalah dengan kau juga ikut dalam event ini Al, sebaiknya kita jalani kehidupan di sekolah kita ini dengan tenang dan lulus dengan hasil yang memuaskan, oke?" ucap Friska kemudian yang tidak mau ambil pusing keputusan Mikaila dan juga Allen yang terdengar gila di telinganya.


"Jangan ikut campur Fris, setidaknya aku ingin melihat sesuatu yang berbeda jika aku mengikuti event kali ini!" ucap Allen dengan senyum yang menyeringai, membuat Mikaila dan juga Friska langsung saling pandang satu sama lain ketika mendengar ucapan Allen barusan.

__ADS_1


***


Kantin


Di salah satu meja yang terletak di sudut area kantin, terlihat Mikaila dan juga Allen tengah duduk berdua sambil menikmati makan siang mereka dengan memasang raut wajah yang serius, sepertinya kedua orang tersebut tengah mendiskusikan sesuatu yang tentu saja bersifat rahasia. Allen menatap ke arah sekeliling memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka sejak tadi, ketika sudah di rasa jauh lebih aman Allen kemudian mulai membuka suaranya.


"Aku ada satu rencana dan aku harap kamu mau bekerjasama dengan ku untuk melakukannya." ucap Allen kemudian.


Sedangkan Mikaila yang mendengar ucapan Allen barusan, lantas langsung menghentikan gerakan tangannya dan menatap ke arah Allen dengan raut wajah yang penasaran, Allen yang melihat ekspresi wajah penasaran yang di tunjukkan oleh Mikaila, lantas langsung menyuruhnya untuk sedikit mendekat agar Allen tidak perlu mengeluarkan tenaga dan membuat orang orang mendengar pembicaraan keduanya.


"Rencana apa yang kamu maksud Al?" ucap Mikaila dengan raut wajah yang penasaran ketika melihat raut wajah Allen yang terlihat sedang serius saat ini.


"Apa ini tentang event outbond yang akan kita ikuti Al?" tanya Mikaila kemudian menerka nerka yang langsung di balas Allen dengan anggukan kepala ketika mendengarnya.


Mendengar pertanyaan tersebut, Allen lantas mengangguk dengan mantap dan kembali mendekatkan kepalanya dan membisikkan sesuatu ke telinga Mikaila. Dengan nada suara yang perlahan Allen kemudian mulai membisikkan satu persatu rencananya kepada Mikaila, membuat Mikaila yang mendengarkan rencana Allen barusan, lantas langsung berwajah serius dan mencermati setiap ucapan yang keluar dari mulut Allen, sambil berusaha mencerna segalanya.


**


Setelah mengatakan segala rencananya, Allen kemudian kembali ke tempat duduknya semula dan meneruskan ritual makannya yang tertunda. Sedangkan Mikaila nampak terdiam sejenak mencoba untuk mencerna rencana yang telah di susun oleh Allen untuk event outbond itu.


"Apa kamu yakin ini akan berhasil?" tanya Mikaila dengan raut wajah yang ragu, membuat senyuman tipis lantas tercetak jelas pada raut wajah Allen saat ini.

__ADS_1


"Tidak juga, persentasenya sekitar 50 banding 50, not bad lah..." ucap Allen dengan santainya sambil menyuapkan soto lamongan yang ia pesan ke dalam mulutnya.


"Not bad pala lo peang, ini antara hidup dan mati bisa bisanya dia sesantai itu!" gumam Mikaila dengan nada yang kesal ketika mendengar jawaban dari Allen barusan, sedangkan Allen yang sebenarnya mendengar gumaman Mikaila, hanya terkekeh dengan geli sambil terus menyuapkan sendok demi sendok soto lamongan ke dalam mulutnya.


***


Sementara itu di ruang kepala sekolah


Dari arah pintu masuk, terlihat Zaki tengah melangkahkan kakinya mendekat ke arah Viola dengan membawa sebuah map berwarna biru tua di tangannya. Viola yang melihat kedatangan Zaki ke ruangannya, lantas langsung menghentikan aktifitasnya dan mulai menatap ke arah langkah kaki Zaki yang kian terlihat mendekat ke arahnya.


"Saya ingin menyerahkan daftar peserta dalam event tahunan outbond sekaligus pekan olahraga sekolah yang akan di adakan minggu depan." ucap Zaki sambil menyerahkan map yang sedari tadi ia bawa ke meja Viola.


Viola yang mendengar laporan dari Zaki, lantas langsung menerima map pemberian Zaki dan mulai membuka map tersebut kemudian mulai memeriksanya. Dilihatnya satu persatu lembaran kertas daftar peserta dalam event tahunan ini, hingga kemudian gerakan tangannya terhenti ketika dua nama siswa sekolah ini menarik perhatiannya.


"Sepertinya akan ada yang berbeda dalam event tahunan ini." ucap Viola dengan senyum yang mengembang.


Sedangkan Zaki yang semula tidak mengerti akan maksud dari ucapan Viola barusan, lantas langsung mengangguk paham ketika melirik sekilas ke arah dua nama yang kini terpampang jelas di atas meja kerja Viola.


"Maksud anda dengan hadirnya dua nama tersebut yang ikut berpartisipasi dalam event tahunan ini?" tanya Zaki dengan raut wajah yang penasaran menatap ke arah Viola.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2