No Exit

No Exit
Keputusan yang harus di ambil


__ADS_3

Tik tok...


Tik tok...


Tik tok...


Waktu terus berjalan seiring dengan langkah kaki Allen, Mikaila, Rama dan juga Linda yang terus membelah kawasan hutan dengan langkah kaki yang bergegas. Tidak ada kata istirahat bagi keempatnya walau rasa lelah serta kehausan menyerang dan menghampiri keempatnya. Allen terus memimpin anggotanya untuk melewati beberapa semak belukar yang tinggi, pepohonan rimbung dan juga beberapa dataran tinggi yang apabila kalian meleng sedikit saja kalian akan langsung jatuh dan terjun ke bawah.


Mikaila mengelap peluh keringatnya yang membasahi dahinya karena menahan lelah serta teriknya sinar mentari siang itu. Di tatapnya wajah teman temannya yang terlihat sudah mulai kelelahan, namun mereka sama sekali tidak ingin menyerah dan gugur dengan sia sia dalam event kali ini. Mikaila yang melihat semangat juang teman temannya, lantas berusaha sebisa mungkin menguatkan hatinya agar tidak lemah dan terus optimis bahwa mereka semua bisa selamat dalam acara gila ini.


Hingga ketika langkah kaki mereka berempat sudah sampai sejauh mata memandang, Allen lantas menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah teman temannya dengan senyum yang mengembang.


"Apa kalian mendengar suara itu?" tanya Allen sambil menatap ke arah teman temannya satu persatu.


Mendengar ucapan Allen barusan membuat Mikaila, Rama dan juga Linda nampak terdiam sejenak mencoba untuk mempertajam pendengaran mereka tentang bunyi apa yang di maksud oleh Allen barusan. Ketika suasana hening tercipta Mikaila, Rama dan juga Linda mendengar seperti suara gemericik air tidak jauh dari tempat mereka berada. Seulas senyum terlihat terpancar dari wajah ketiganya ketika pada akhirnya mereka sampai pada titik area sungai yang suaranya tadi Allen dengar.


"Kita sudah sampai..." ucap Mikaila dengan raut wajah yang bahagia.

__ADS_1


"Iya sedikit lagi." jawab Allen dengan ikut tersenyum bahagia.


Mengetahui aliran sungai sudah mulai dekat baik Allen, Mikaila, Rama dan juga Linda memutuskan untuk mempercepat langkah kaki mereka, menuju ke arah sumber suara sambil tersenyum dengan cerah di setiap langkah kaki mereka yang menyusuri kawasan hutan tersebut menuju ke aliran sungai.


Jika menurut dengan suara yang mereka dengar, harusnya sumber aliran sungai itu berada tidak jauh dari posisi mereka. Hingga ketika Allen menyibak semak belukar di sekitaran area depannya, sebuah pemandangan yang mengagumkan nampak terlihat dari jernihnya air sungai yang terlihat mengalir tersebut.


Pemandangan yang tersaji di depan mata ke empatnya benar benar terasa menyejukkan hati, hanya saja tatapan dari para peserta yang lebih dahulu datang di tempat itu, membuat pemandangan cantik yang tadinya tersaji dengan indah di hadapan mereka, menjadi terasa hambar dan tidak mengenakan. Allen yang tidak terlalu memperhatikan sekitarannya, lantas terus mencoba mencari keberadaan Ebra dan juga yang lainnya, namun meski ia sudah mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru tetap saja Allen tidak menemukan keberadaan Ebra, Arhan, Fatur dan juga Emeli, membuat Allen menjadi langsung khawatir akan keadaan mereka berempat saat ini.


"Tempatnya sangatlah indah, namun sayangnya aku ke sini bukanlah datang untuk berlibur." ucap Mikaila dalam hati sambil menatap sekeliling di mana pandangan semua mata tertuju kepadanya dan juga teman temannya.


"Apa kalian melihat Ebra dan yang lainnya?" tanya Allen sambil menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah yang lainnya.


"Ayo Ar... aku yakin kalian pasti bisa..." ucap Allen dalam hati menyemangati Arhan dan juga yang lainnya dari jauh.


Ketika Allen dan yang lainnya sibuk mencari keberadaan Arhan, Ebra, Fatur dan juga Emeli, beberapa drone nampak terbang dan berhenti tepat di sekitar area peserta yang sudah sampai lebih dulu di lokasi tersebut. Beberapa peserta yang melihat drone tersebut langsung bangkit dari posisinya dan menatap ke arah drone yang mendekati mereka masing masing.


Selamat datang bagi para peserta yang berhasil datang ke lokasi saat ini, bagi kalian yang sudah berhasil sampai di tempat ini, Pergilah menggunakan perahu karet mengarungi aliran sungai sampai kalian menemukan sebuah pondokan, di mana di dalam sana terdapat berbagai makanan yang enak di sediakan untuk kalian. Sekedar info satu perahu karet dapat di naiki 4 sampai 5 orang, hanya ada beberapa perahu karet yang di sediakan di sana, jadi siapa yang cepat dia yang dapat. Bagi orang yang tidak mendapatkan tumpangan perahu karet, maka dia akan tereleminasi secara langsung. Selamat bermain!

__ADS_1


Ucap sebuah suara yang lantas membuat beberapa peserta langsung berlarian menuju ke arah tepat di bawah pohon besar, di mana di sana tersedia beberapa tumpukan perahu karet. Para peserta benar benar saling berebut dan terlibat aksi saling dorong hingga ada beberapa orang yang terlempar dan jatuh ke dalam sungai.


Satu persatu perahu karet mulai berkurang, membuat Rama langsung dengan spontan menatap ke arah Allen berharap Allen bisa memberikan keputusan yang tepat untuk masalah kali ini. Namun sepertinya Allen sangat bimbang antara meninggalkan Ebra dan yang lainnya atau tetap stay di sini tapi resikonya mereka akan kehabisan perahu karet untuk mereka berlayar mengikuti aliran sungai.


"Kita tunggu sebentar lagi geis... ku mohon... kita tidak bisa meninggalkan yang lainnya seperti ini." ucap Allen mencoba memberi pengertian kepada yang lainnya.


Mikaila yang melihat wajah frustasi Allen tentu saja mengerti, keputusan yang akan di ambil Allen kali ini sangatlah berarti. Jika Allen pergi begitu saja dan meninggalkan yang lainnya, itu sama halnya dengan Allen yang tidak konsisten dan membiarkan teman temannya tereleminasi dan gugur, padahal Ebra dan yang lainnya percaya bahwa Allen bisa menyelamatkan mereka dari event gila ini. Namun jika Allen tetap stay dan menunggu yang lainnya resikonya akan lebih tinggi karena itu artinya mereka berdelapan harus siap menerima kekalahan mereka dan tereleminasi secara langsung.


Mikaila menghembuskan nafasnya panjang sambil berusaha menenangkan dirinya ketika melihat satu persatu perahu karet mulai berkurang jumlahnya membuat Mikaila, Rama dan juga Linda terlihat mulai frustasi namun mereka masih menghargai keputusan Allen barusan.


Linda yang mulai ketakutan, lantas melangkahkan kakinya mendekat ke arah Allen mencoba untuk kembali berunding dengan Allen.


"Cobalah untuk memikirkan kami Al... jika kita tetap stay maka kita semua akan gugur, setidaknya kita harus memilih keputusan yang bijak." ucap Linda membuat Allen langsung menatap dengan kesal ke arah Linda.


"Kau yang cobalah untuk mengerti Lin! apa kalian berdua juga berpikiran sama seperti Linda? Ebra dan yang lainnya bahkan percaya pada kita, apa kalian benar benar akan meninggalkan mereka?" ucap Allen dengan nada yang kesal.


"Kami..."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2